Halalywood: Industri Perfilman Muslim Amerika

21 April 2014

SANTRIJAGAD - Kita sering mendengar tentang Hollywood di Amerika ataupun Bollywood di India. Adapula Lollywood di Pakistan dan Nollywood di Nigeria. Nah, mulai 2014 ini akan mulai meluncur Halalywood, sebuah industri film bersertifikat Halal yang diinisiasi Omar Regan, aktor dan dan komedian Amerika.
“Ada sekitar 1 milyar jiwa umat Islam di seluruh dunia dan tidak ada orang yang membingkai kita beserta kisah-kisah kita. Maka, saya tinggalkan Hollywood dan membuat Halalywood!” ujar aktor Rush Hour 2 itu.

“Misi kami adalah menyuguhkan hiburan yang halal dan berkaitan dengan latar belakang sebagai muslim. Kami juga mencoba memberikan pendidikan terhadap khalayak tentang bagaimana Islam dan pemeluknya. Selain itu, ini menjadi wadah bagi penulis, aktor, maupun produser muslim muda untuk berkreasi tanpa keraguan lagi,” tegasnya.
Film perdana yang akan dirilisnya adalah American Sharia, sebuah film aksi-komedi tentang islamofobia. Trailernya bisa dilihat di sini:

 http://www.youtube.com/watch?v=vQuVb5U-mFk

Generasi muda Islam di negeri-negeri barat memang mencoba mencari alternatif hiburan tersendiri yang sesuai dengan ajaran agama. Mereka menunjukkan bahwa Islam dan entertainment bisa padu. Namun tentu ada juga yang mengkritik langkah ini, apalagi bagi mereka yang berpandangan ketat. Sebagaimana industri musik muslim yang sudah mulai menanjak, tak sepi dari kecaman cap haram dari beberapa golongan kaum muslimin.
Awakening Records, sebuah rumah industri dan label musik di Inggris yang berdiri pada 2000, menjajaki dunia industri musik alternatif. Dengan tidak terbawa arus pasar yang ramai dengan lirik-lirik berbau seksualitas, vulgaritas, kekerasan, dan kegalauan, Awakening Records menyajikan alternatif musik modern yang bermuara pada keyakinan agama. Bintang pertama yang berhasil dilesatkan label ini adalah Sami Yusuf dengan album Al-Mu’allim pada 2003. Pada 2006, majalah Time menahbiskan Sami Yusuf sebagai bintang rock Islam terbesar. Meskipun Sami Yusuf sebagai pencetus genre Spiritique itu keluar dari Awakening pada 2008, namun label ini sudah siap dengan bintang baru, Maher Zain.
Hari ini, musik-musik bernapaskan Islam tak lagi asing. Bukan hanya di kalangan muslim, tetapi juga bagi non-muslim. Namun ternyata, karya seni muslimin ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, melainkan juga penyampai pesan-pesan kemanusiaan yang bersifat global.
Memang sudah banyak upaya anak-anak muda Islam di negara-negara non-muslim untuk menampakkan bahwa Islam adalah agama yang ramah dan damai. Baik melalui televisi maupun internet, terutama Youtube. Apalagi sejak terjadinya tragedi 11 September yang memikat perhatian publik kepada tingkah laku umat Islam.
Namun, selain berupaya memperlihatkan Islam yang damai, mereka juga berupaya memperteguh keyakinan terhadap agamanya. Bagaimana karya saudara-saudara kita ini? Kita nantikan saja debutnya. [Zq]
*Source: http://www.aquila-style.com/
Share on :
Comments
0 Comments
 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang