Lebih Kristen

26 April 2014

Di dalam film "Witness" yang dibintangi Harrison Ford, menampilkan latar kehidupan komunitas "Amish" di Amerika serikat. Sebuah komunitas Kristen yang begitu konservatifnya sehingga menolak segala macam "teknologi".

Mereka menolak listrik dan mesin bermotor dan ngotot mempertahankan cara hidup (termasuk soal mode pakaian) persis seperti jaman pelopornya, Jakob Ammann (1656 - 1730 M), seorang (mantan) pendakwah Mennnonite dari Swiss.


Mereka hidup berkelompok dalam perkampungan-perkampungan kecil yang eksklusif, masing-masing beranggotakan maksimal 40 kepala keluarga. Ukuran kampung ini juga bagian dari doktrin mereka, sehingga jika satu kampung berkembang sampai mendekati 40 kepala keluarga, mereka diwajibkan membelah diri. Setiap kampung dipimpin oleh seseorang yang dalam budaya kita sepadan dengan “kiai”, ia menjadi pemimpin paripurna di segala bidang.

Alkisah, ada seorang peneliti muslim berkunjung ke salah satu perkampungan itu di Lowa. Pertemuan dengan salah seorang "kiai kampung Amish" sungguh mengesankan baginya. Sosok yang teramat sederhana, wajahnya keras tapi "telanjang" tanpa menyembunyikan apa-apa. Tidak punya hajat akan basa-basi dan tidak perduli tanggapan orang atas kata-katanya ataupun keadaannya. Dalam bahasa Islam, semua itu adalah cermin keikhlasan.


"Anda muslim ya?"

"Iya,"
"Dari mana?"
“Indonesia.”

Pemuka agama itu manggut-manggut.


"Tempo hari juga pernah ada orang Indonesia datang kesini," ia mulai bercerita, "dua orang perempuan. Yang satu Kristen, satunya lagi muslim. Tapi yang muslim malah lebih Kristen ketimbang yang Kristen." 


Si tamu tak paham maksud ‘kiai’ itu,


"Kok bisa?"

"Begini.. Wanita Kristen itu pakaiannya terbuka sekali. Roknya sungguh pendek, jauh di atas lutut, tak sampai hati aku memandangnya. Padahal wanita yang muslim saja roknya panjang sampai mata kaki, bahkan dia mau pakai kerudung!"

Peneliti muslim itu terperangah.


"Sungguh dunia ini sudah terbalik-balik," gumam sang ‘kiai’ sambil geleng-geleng kepala. []
Share on :
Comments
0 Comments
 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang