Tirakat Orang Tua

30 April 2014

Ada seorang bocah yang mampu menamatkan materi yang umumnya dipelajari selama 15 tahun dalam tempo cukup 3 bulan saja. Ialah Said Nursi, anak yang di kemudian hari dikenal sebagai ‘badi’uzzaman’ (kekaguman zaman), ulama sekaligus pahlawan Turki.

Karena kagum atas kecerdasan Said, salah seorang gurunya berniat mengunjungi orang tua Said di kampung halamannya; Nurs. Ketika sampai di sana, sang guru melihat ayah Said yang bernama Mirza sedang menggiring dua ekor sapi betina dan seekor sapi jantan yang diikat mulutnya.

"Kenapa Anda melakukan itu, Pak?" tanya sang guru.
"Sawah saya sangat jauh, dan melewati sawah-sawah orang. Saya khawatir saat melewati sawah-sawah itu sapi saya makan tanaman orang dan jadi haram," jawab Mirza.

Ajiiib! Lalu sang guru bertanya kepada Nuriye, ibunda Said, tentang bagaimana ia membesarkan putranya itu.

"Ketika saya mengandung Said, saya tidak pernah menginjakkan tanah ke kaki kecuali saya telah berwudhu terlebih dahulu. Dan ketika ia hadir ke dunia, tak seharipun saya menyusuinya tanpa menyucikan diri dengan berwudhu."

Sang guru kini telah menemukan apa yang ingin ia ketahui. Tentu saja, orang tua semacam mereka akan mendapatkan anak semacam itu, Beduizzaman Said Nursi. []
Share on :
Comments
0 Comments
 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang