19 Agama Asli Indonesia

18 August 2014

Agama-agama asli Nusantara tersebut didegradasi sebagai ajaran animisme, penyembah berhala/batu atau hanya sebagai aliran kepercayaan.


agama asli indonesia


 Oleh: Sya'roni As-Samfuri

Agama asli Nusantara adalah agama lokal, agama tradisional yang telah ada sebelum agama Hindu, Budha, Kristen Protestan, Kristen Katholik, Islam dan Konghucu masuk ke Nusantara (Indonesia).

Mungkin banyak di kalangan masyarakat Indonesia sudah tidak lagi mengetahui bahwa sebelum agama-agama resmi (yang diakui); Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Buddha dan Konghucu, masuk ke Nusantara, di setiap daerah telah ada agama-agama atau kepercayaan asli, seperti Sunda Wiwitan yang dipeluk oleh masyarakat Sunda di Kanekes, Lebak, Banten; Sunda Wiwitan aliran Madrais, juga dikenal sebagai agama Cigugur (dan ada beberapa penamaan lain) di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat; agama Buhun di Jawa Barat; Kejawen di  Jawa Tengah dan  Jawa Timur; agama Parmalim, agama asli Batak; agama Kaharingan di  Kalimantan; kepercayaan Tonaas Walian di Minahasa, Sulawesi Utara; Tolottang di Sulawesi Selatan; Wetu Telu di Lombok; Naurus di Pulau Seram di Propinsi Maluku, dan lain-lain.

Di dalam Negara Republik Indonesia, agama-agama asli Nusantara tersebut didegradasi sebagai ajaran animisme, penyembah berhala/batu atau hanya sebagai aliran kepercayaan. Hingga kini, tak satu pun agama-agama dan kepercayaan asli Nusantara yang diakui di Indonesia sebagai agama dengan hak-hak untuk dicantumkan di KTP, Akta Kelahiran, pencatatan perkawinan di Kantor Catatan Sipil, dan sebagainya.

Seiring dengan berjalannya waktu dan zaman, Agama Asli Nusantara semakin punah dan menghilang. Kalaupun ada yang menganutnya, biasanya berada di daerah pedalaman seperti pedalaman Sumatra dan Irian Jaya.

Daftar Agama Asli Nusantara:

1. Sunda Wiwitan (Kanekes, Banten).
2. Agama Jawa Sunda (Kuningan, Jawa Barat).
3. Buhun (Jawa Barat).
4. Kejawen (Jawa Tengah dan Jawa Timur).
5. Parmalim (Sumatera Utara).
6. Kaharingan (Kalimantan).
7. Tonaas Walian (Minahasa, Sulawesi Utara).
8. Tolottang (Sulawesi Selatan).
9. Wetu Telu (Lombok).
10. Naurus (Pulau Seram, Maluku).
11. Aliran Mulajadi Nabolon.
12. Marapu (Sumba).
13. Purwaduksina.
14. Budi Luhur.
15. Pahkampetan.
16. Bolim.
17. Basora.
18. Samawi.
19. Sirnagalih.

*Sumber: Agama Asli Indonesia, Rahmat Subagya [Bm]
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2016 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang