Pesan Bob Sadino Untuk Indonesia

27 August 2014

Bangun tidur Anda minum apa? AQUA ? 74% sahamnya milik Danone perusahaan Perancis. Atau Teh Sariwangi? 100% saham milik Unilever Inggris. Minum susu SGM milik Sari Husada yang 82% sahamnya dikuasai Numico Belanda? Lalu mandi pakai Lux dan Pepsodent milik Unilever Inggris? Sarapan? Berasnya beras impor dari Thailand (BULOG pun impor), gulanya juga impor (Gulaku - Malaysia). Mau santai habis makan? Rokoknya Sampoerna yang 97% sahamnya milik Philip Morris Amerika.

Keluar rumah naik motor atau mobil buatan Jepang, Cina, India, Eropa, tinggal pilih. Sampai kantor nyalain AC buatan Jepang, Korea, Cina. Pakai komputer, HP dengan operator Indosat, XL, Telkomsel, semuanya milik asing; Qatar, Singapura, Malaysia. Mau belanja? Ke Carrefour, punya Perancis. Kalo gitu ke Alfamart, eh 75% sahamnya punya Carrefour. Bagaimana dengan Giant? Ini punya Dairy Farm International Malaysia, sama nasibnya dengan Hero.

Pesan Bob Sadino

Malam-malam iseng ke Circle-K dari Amerika. Ambil uang di ATM BCA, Danamon, BII, Bank Niaga, ah semuanya sudah milik asing walaupun namanya masih Indonesia. Bangun rumah pakai semen Tiga Roda Indocement sekarang milik Heidelberg Jerman (61,70%). Semen Gresik milik Cemex Meksiko, Semen Cibinong milik Holcim (Swiss).

Masih banyak lagi kalau mau diteruskan. By the way, BB atau HP pun buatan luar, belum lagi dari makanan. Cuma Koruptor saja yang asli produk Indonesia!

Memang sih, tanpa perusahaan asing itu mungkin kita susah maju karena pekerjanya juga banyak warga Indonesia. Tapi yang harus dibanyakin itu ya para pengusaha asli Indonesia biar seimbang. semoga generasi penerus kita banyak yang jadi pengusaha dan bukan bekerja dengan orang lain.

[Bob Sadino]

Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang