Pesan Para Pakar Untuk Perminyakan Indonesia

25 August 2014

Syariat Islam melarang individu menguasai barang tambang yang depositnya melimpah, seperti tambang garam, migas, nikel, dan barang-barang tambang lain yang depositnya melimpah.


perminyakan indonesia


"Sejak 2002 cadangan sumber energi fosil di dunia makin sedikit. Untuk sumber minyak bumi diperkirakan hanya dapat bertahan 40 tahun, gas alam 60 tahun, dan yang nyawanya paling panjang adalah batu bara selama 200 tahun -Profesor Richard E Smalley, Rice University-

"Sejak 1999 produksi minyak Indonesia terus mengalami penurunan, yaitu dari 1,6 juta barel per hari menjadi 905 ribu barel. Cadangan minyak Indonesia semakin menipis, karena sebagian sumur yang dimiliki sudah tua dan melewati masa puncak produksinya," -Prof Herry Suhardiyanto, Rektor IPB-

"Negara AS tenang saja dengan harga minyak yang tinggi, karena cadangan minyaknya tertinggi di dunia. AS sekarang mempunyai cadangan minyak sebanyak 22,5 miliar barrel, yang tentunya diperoleh karena kepandaiannya mengatur strategi dalam memperoleh ketangguhan di dunia. AS dapat memainkan dan mendikte negara lainnya untuk tunduk dalam genggaman kemauan negara adidaya tersebut. Negara lainnya yang tidak mempunyai minyak, seperti Indonesia yang posisinya sekarang net importir kelimpungan dengan harga minyak di dunia yang tinggi. Meski terdapat pandangan yang lain tentang keberadaan harga minyak dunia yang tinggi bisa jadi untungkan Indonesia, karena minyak Indonesia dihargai harga minyak di New York, akan tetapi bagaimana pun masalah BBM perlu penyelesaian yang baik" -Prof. Purbayu Budi Santosa, Guru Besar Undip-

"Produksi energi minyak terus menurun hingga 950.000 BOPD, sementara kebutuhan terus naik. Untuk menutupi kekurangan dalam negeri, bahkan Indonesia mengimpor 600.000 BOPD. Hal ini bukan merupakan kebijakan yang tepat untuk diterapkan di Indonesia. Indonesia bukan negara yang kaya akan minyak, seperti negara-negara Timur Tengah . Kalau sudah mengimpor, berarti sudah jelas kalau tidak kaya" -Prof. Widjajono Partowidagdo, Guru Besar Ilmu Ekonomi dan Pengelolaan Lapangan Migas ITB-

"Sistem tata kelola migas dan tambang saat ini paling terburuk di negara kawasan Asia. Hal itu dibuktikan dari hasil survey 2010, 2011 dan 2012 Fraser Institute Canada, bahwa tata kelola Migas Indonesia salah satu yang terburuk di dunia dan paling buruk di kawasan Asia Oceanis. Sistem tata kelola Migas kita juga melanggar konstitusi dari kedaulatan negara atas Sumber Daya Alam yang hilang. Jelas sekali menghilangkan peluang negara untuk mempercepat kemakmuran rakyat" -Dr Kurtubi, Pakar Energi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia-

"Kecenderungan konsumsi BBM yang selalu naik dari tahun ke tahun sayangnya tidak diikuti dengan peningkatan produksi minyak. Total produksi dalam negeri hanya 955 ribu barel per hari, sedangkan konsumsi sekitar 1,4 juta barel per hari. Sisanya diperoleh dengan membeli dari pasar minyak. Kalau suatu saat tidak bisa memperoleh di pasar minyak dunia, Indonesia hanya bisa bertahan sekitar 30 hari saja. Hal ini jauh berbeda dengan negeri-negeri lain yang telah mengamankan cadangan minyak mereka hingga puluhan tahun." -Dr. Bagus Endar Bachtiar, dosen keahlian Fisika Kebumian FMIPA ITB-

"Sistem ekonomi Indonesia bukan sistem sosialisme bukan pula sistem kapitalisme. Beliau melanjutkan sebenarnya BBM boleh saja mahal tapi pemerintah perlu menyediakan lapangan kerja dan menyantuni orang yang kurang beruntung sebagaimana diamanatkan UUD 1945" -Dr. Arsegianto, dosen KK-Teknik Pemboran, Produksi, Manajemen Migas FTTM ITB-

"Enhanced Oil Recovery" (EOR) sebagai solusi untuk meningkatkan produksi minyak. EOR merupakan solusi penting dan injeksi bahan kimia adalah metode yang perlu dikembangkan untuk mengembangkan perminyakan Indonesia," -Prof Erliza Hambali, Kepala Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) IPB-

"Ada tiga kelemahan dalam bahan bakar fosil. Pertama, tidak bisa diperbarui. Kedua, proses eksplorasinya butuh biaya besar. Dan ketiga, emisi gasnya terbukti menyebabkan peningkatan pemanasan global. Saya berhasil mengkonversi urine untuk bahan bakar" -Profesor Gerardine Botte dari Universitas Ohio, Professor untuk Departemen Pertahanan Amerika Serikat-

Setelah mendengarkan fakta, ide, gagasan dan para pakar di atas, kita harus ingat bahwa syariat Islam melarang individu menguasai barang tambang yang depositnya melimpah, seperti tambang garam, migas, nikel, dan barang-barang tambang lain yang depositnya melimpah. Seperti pada hadits yang tercatat berikut:

“Sesungguhnya, Abyad bin Hammal mendatangi Rasulullah saw, dan meminta beliau saw agar memberikan tambang garam kepadanya. Ibnu al-Mutawakkil berkata,”Yakni tambang garam yang ada di daerah Ma’rib.” Nabi saw pun memberikan tambang itu kepadanya. Ketika Abyad bin Hamal  telah pergi, ada seorang laki-laki yang ada di majelis itu berkata, “Tahukan Anda, apa yang telah Anda berikat kepadanya? Sesungguhnya, Anda telah memberikan kepadanya sesuatu yang seperti air mengalir (al-maa’ al-‘idd)”. Ibnu al-Mutawakkil berkata, “Lalu Rasulullah saw mencabut kembali pemberian tambang garam itu darinya (Abyad bin Hammal)“.

[HR. Imam Abu Dawud]
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang