Gospel Muslim; Sabda-sabda Yesus ‘Alaihissalam

18 December 2014


Oleh: Ismail Fajrie Alatas – Michigan, USA

Dalam tradisi Sufi, mulai dari kurun awal (Ibn Mubarak, Abu Talib al-Makki), Yesus as. adalah simbol kezuhudan. Perbedaan penyebutan nama bukanlah masalah; Yesus (latin); ‘Isa (Arab); Iesous (Yunani); Yeshua (Ibrani); Jesus (Inggris). Para sufi kerap mengutipnya, tersimpan dalam khazanah periwayatan Islam. Kutipan sabda-sabda Yesus as. ini tidak jelas sumbernya. Sepertinya zaman itu sabda-sabda Yesus as. bergulir bebas di tengah kaum Muslimin dan Ahlul Kitab.

Seorang Sarjana Muslim dari Oxford, Tharif Khalidi pernah mensurvey turath (khazanah klasik keilmuan) Islam dan mengumpulkan semua kutipan sabda Yesus as. Kumpulan tersebut disistematisasi dan disebut sebagai Gospel Muslim, lalu dibandingkan dengan sabda-sabda Yesus as. yang ada di gospel-gospel lainnya. Menariknya, kebanyakan sabda-sabda Yesus as. yang ada dalam turath tidak begitu berbeda dengan yang ada dalam gospel lainnya, hanya beda redaksi.

Berikut ini beberapa contoh sabda-sabda beliau,

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, seseorang bertanya pada Yesus as., “Bagaimana engkau dapat jalan di atas air?" Yesus as. menjawab, “Dengan keyakinan”. Orang tersebut kemudian berkata, “Kami juga memiliki keyakinan."

Yesus as. kemudian bertanya, “Apakah batu, lempung, dan emas, semuanya sama di matamu?” Orang itu menjawab, “Tidak.” Yesus as. kemudian berkata, “Sungguh, batu, lempung, dan emas, semuanya sama di mataku.”

Diriwayatkan oleh Abu Sa’id al-Naqqash, dari Hassan b. ‘Atiyyah, Yesus as. berkata kepada murid-muridnya,

“Ketahuilah, melihat pekuburan seharusnya menjadi peringatan bangimu; melihat jenazah, seharusnya menjadi pelajaran untukmu. Dan melihat masyarakat di dunia ini, seharusnya, dengan menggunakan pandangan rahmat dan kasih.”

Ibn Abi al-Dunya meriwayatkan dari Ma’n bin ‘Isa bahwa Yesus as. pernah berkata, “Wahai bani Israil, mengapa engkau datang padaku mengenakan pakaian para rahib, namun hatimu seperti serigala kelaparan? Pakailah pakaiaan para raja, namun biarkan hatimu lembut dengan rasa takut (khawf).”

Diriwayatkan oleh al-Ghazali, Yesus as. berkata, “Engkau tak akan mampu menggapai keinginanmu, kecuali dengan bersabar atas apa yang tak kau sukai.”

Ibn ‘Adiyy meriwayatkan, dari Abu ‘Umamah, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Suatu hari, saudaraku Yesus as. berkata pada murid-muridnya; berpikir sederhanalah seperti burung merpati dalam hal yang berhubungan dengan kejahatan. Namun, jadilah binatang buas yang sedang dikejar pemburu dalam hal-hal yang menyelamatkanmu.”

Diriwayatkan oleh al-Ghazali, Yesus as. berkata, “Aku menyukai sajak, dan meninggalkan kemewahan.” Beliau juga meriwayatkan bahwa Yesus as. berkata, “Dunia ini hanyalah jembatan, maka lewatilah, dan jangan membangun sesuatu di atasnya.”

Al-Razi meriwayatkan, Yesus as. berkata “Tuhan memberiku kekuatan untuk menghidupkan orang mati, menyembuhkan kebutaan dan ketulian. Namun Tuhan tidak memberiku kekuatan untuk meringankan seorang bodoh dari kebodohannya.”

Al-Ghazali meriwayatkan, Yesus as. berkata, "Sang pencari dunia ini seperti seorang yang meminum air laut. Semakin banyak ia meminum, semakin dahsyat dahaganya, hingga akhirnya dahaga tersebut membunuhnya.”
Abu Na’im meriwayatkan dari Yazid bin Maysarah, Yesus as. bersabda, “Dengan merendahkan hatimu, derajatmu akan diangkat tinggi. Dengan menebar kasih sayang pada sesama, kau akan disayangi. Dengan membantu sesama, Tuhan akan membantu kebutuhanmu.”

Imam Malik meriwayatkan, suatu hari seekor babi melewati Yesus as. Ia berkata, “Lewatlah dengan damai.” Seorang bertanya, “Wahai Ruh Allah, mengapa engkau bertutur baik kepada seekor babi?” Yesus as. menjawab, “Aku benci membiasakan lidahku tuk bertutur buruk.”

Ibn Abi al-Dunya meriwayatkan, dari Sufyan al-Thawri. Sekumpulan orang bertanya pada Yesus as., "Ajarilah kami jalan menuju surga." Yesus as. menjawab, “Jangan berbicara walau satu kata.” Mereka menjawab, “Bagaimana mungkin kami dapat melakukannya?" Yesus as. menjawab, “Jika demikian, janganlah engkau mengucap satu kata, kecuali kata-kata yang baik.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Khalid bin Khushib, Yesus as. berkata kepada murid-muridnya, “Seperti halnya para raja telah meninggalkan hikmah untuk kalian. Maka tinggalkanlah dunia ini untuk para raja.”

Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ikrimah, Yesus as. bersabda, “Wahai murid-muridku, janganlah engkau memberikan mutiara kepada kawanan babi. Mereka tak dapat melakukan apa-apa dengan mutiara itu. Demikian pula janganlah mengajarkan hikmah kepada mereka yang tak mencarinya. Sesungguhnya hikmah lebih mulia dari mutiara, dan mereka yang tak mencarinya lebih buruk dari babi.”

*Sumber: chirpstory @ifalatas
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang