2015: Tahun Sains Umat Islam

12 January 2015

SANTRIJAGAD ~ Sosok Abu Ali al-Hasan ibnu al-Haytham (Alhazen) yang hidup di Bashrah (Irak) pada abad ke-11 disebut-sebut sebagai Bapak Optik Modern. Ia menulis Kitab al-Manadzir (Book of Optics) pada 1015 M, memelopori pengembangan penting dalam ranah optik, matematika dan astronomi, serta meletakkan landasan kokoh bagi metode eksperimen sains yang sangat bermanfaat bagi ilmuwan modern hingga sekarang.

Kehidupan dan kiprahnya akan dijadikan tema bagi beberapa acara sains di tahun 2015 ini. dimulai dari upacara pembukaan International Year of Light (IYL2015) pada 19 Januari 2015 di UNESCO HQ, Paris Perancis. Pada upacara pembukaan itu akan diluncurkan program ‘1001 Penemuan dan Dunia Ibnu al-Haytham’, sebuah kampanye global yang dicanangkan oleh 1001 Inventions (organisasi sains dan warisan budaya) beserta UNESCO. Rangkaian acara setelah pembukaan adalah pameran-pameran sains yang digelar di berbagai negara, workshop dan pengenalan tentang penemuan-penemuan Umat Islam di masa keemasan (Golden Age), khususnya tentang Ibnu al-Haytham.

“Saya merasa senang bisa bekerja sama dengan organisasi internasional 1001 Inventions untuk meluncurkan program kampanye Dunia Ibnu al-Haytham ini, sekaligus mempromosikan sains berbasis cahaya demi kemanfaatan bagi semua orang,” ujar Irina Bokova, direktur utama UNESCO.

Kampanye ini akan digelar di berbagai belahan dunia, berupa eksibisi sains dan pendidikan yang dirancang oleh Ibn al-Haytham Working Group, ada pula konferensi dan pameran di Paris pada 14 September mendatang berjudul ‘Era Keemasan Sains Umat Islam Untuk Masyarakat Berbasis Ilmu Pengetahuan’. Konferensi ini akan mengumpulkan para ilmuwan, budayawan, sejarawan, pemimpin-pemimpin negara maupun khalayak umum untuk mengapresiasi berbagai macam penemuan menakjubkan lintas golongan maupun etnis pada masa peradaban Islam sekitar 1000 tahun yang lalu.

Pada 20 Desember 2013 yang lalu, Majelis Umum PBB mencanangkan tahun 2015 sebagai Tahun Internasional Cahaya dan Teknologi Berbasis Cahaya (IYL2015). Tidak sekedar perayaan atau peringatan, momen ini akan menjadi titik tolak baru bagi pengembang teknologi berbasis masyarakat maupun negara, institusi pendidikan, organisasi nirlaba, maupun sektor-sektor usaha privat.

1001 Inventions sendiri merupakan organisasi yang didirikan ilmuwan-ilmuwan muslim ternama. Organisasi ini bermarkas di Inggris dan berupaya mengkampanyekan serta mengangkat kembali kontribusi Umat Islam di masa keemasannya dahulu terhadap sains, teknologi dan budaya melalui media-media internasional.

Selama satu dekade terakhir, 1001 Inventions telah menggaet lebih dari 120 juta orang dalam rangka kampanye edukatif ini. Mulai dari Inggris, Turki, New York – Washington – Los Angeles di Amerika, Brasil, Arab Saudi, Qatar, Singapura, dan Malaysia. Kampanye yang dilakukan di berbagai negara ini berupa pameran-pameran interaktif, seminar sains-budaya-sejarah, penayangan film, bedah buku, maupun kuliah singkat.

Buku ensiklopedis berjudul ‘1001 Penemuan Umat Islam’ merupakan salah satu produk kerjasama organisasi ini dengan National Geographic sebagai contoh media kampanye. Salah satu film pendek edukatif yang diproduksi gerakan ini adalah ‘Library of Secrets’ yang dibintangi aktor kenamaan, Sir Ben Kingsley (klik videonya di sini).

Dalam film pendek ini, tiga orang anak ditugasi gurunya untuk mencari keterangan tentang penemuan di abad pertengahan (disebut sebagai era kegelapan; Dark Age) yang berpengaruh bagi kehidupan modern. Kemudian mereka bertemu pustakawan misterius yang memperkenalkan mereka dengan Ibnu al-Haitham, al-Jazari, Maryam al-Astrulabi, Abbas bin Firnas, dan Al-Zahrawi. Mereka mendapat pengetahuan baru bahwa banyak sekali penemuan umat Islam pada masa itu yang sangat berguna bagi sains modern hari ini, sehingga era tersebut sama sekali bukan era kegelapan (Dark Age), melainkan era keemasan (Golden Age). [Zq]



*Sumber: www.1001inventions.com
Share on :

2 comments:

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang