Undangan Diskusi Santrijagad: Sejarah Rumpun Ngapak

26 April 2015

Bangsa ngapak adalah salah satu dari beberapa kunci peradaban Jawa. Sebuah catatan menarik dikemukakan oleh Van der Meulen. Versinya mengatakan bahwa nenek moyang rumpun ngapak berasal dari daerah Kutai Kalimantan timur sebelum periode Kerajaan Kutai Hindu, alias masih zaman pra Hindu. Kemudian pendatang-pendatang tersebut masuk ke tanah Jawa jauh sebelum abad ke 3 Masehi mendarat di Cirebon, kemudian masuk ke pedalaman. Sebagian menetap di sekitar Gunung Cermai dan sebagian lagi melanjutkan perjalanan dan menetap di sekitar Gunung Slamet dan Lembah Sungai Serayu.

Pendatang yang menetap di sekitar Gunung Cermai selanjutnya mengembangkan peradaban sunda sedangkan pendatang yang menetap di sekitar Gunung Slamet kemudian mendirikan Kerajaan Galuh Purba. Kerajaan Galuh Purba yang didirikan di Gunung Slamet ini disebut-sebut merupakan kerajaan yang pertama di Jawa Tengah dan keturunannya bakal menjadi penguasa dari kerajaan-kerajaan yang ada di Jawa. Wilayah Kerajaan Galuh Purba sebelum pindah ke Kawali mempunyai wilayah kekuasaan yang lumayan luas, mulai dari Indramayu, Cirebon, Brebes, Tegal, Pemalang, Bumiayu, Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen ,Kedu, Kulonprogo dan Purwodadi.



Berdasarkan kajian bahasa yang dilakukan oleh E.M. Uhlenbeck, 1964, dalam bukunya : “A Critical Survey of Studies on the Languages of Java and Madura”, The Hague: Martinus Nijhoff, bahasa yang digunakan oleh “keturunan Galuh Purba” masuk ke dalam Rumpun Basa Jawa Bagian Kulon yang meliputi :Sub Dialek Banten Lor, Sub Dialek Cirebon/Indramayu, Sub Dialek Tegalan, Sub Dialek Banyumas, Sub Dialek Bumiayu (peralihan Tegalan - Banyumas), Kelompok dialek ini biasa disebut Bahasa Jawa Ngapak-ngapak.

Bila kita lihat dari sejarah tersebut, diperoleh informasi bahwa perkembangan peradaban rumpun ngapak sudah berkembang sedemikian jauh sebelum masa-masa Kerajaan Majapahit. Artinya peradaban budaya dan bahasa ngapak sudah sangat tua jauh sebelum Kerajaan Mataram Islam yang kemudian terpecah menjadi Surakarta dan Yogyakarta. Ada yang menarik adalah dulu wilayah Tegal sendiri berasal dari kerajaan Galuh Kumara yang didirikan di sini dengan ibukota di Medangkamulan.

Siapa kita sebenarnya? Akan kemanakah kita menuju? Kali ini diskusi kecil santrijagad mencoba membedah dan mendiskusikan. sejarah rumpun ngapak. Siapkan materi kalian dan kita akan mencoba menyimak berbagai versi sebagai landasan, dan kita akan mencoba memecahkan beberapa pertanyaan sejarah kita yang selama ini mengganjal. Sampai jumpa di Taman Rakyat Slawi, Jum’at malam, 1 Mei 2015. Acara ini terbuka untuk umum (Budi Mulyawan)

Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang