Rubrik Ngaji Santrijagad

21 June 2015

Setiap muslim disebut ‘mukallaf’ bila telah mencapai usia baligh serta sehat akal dan mental. ‘Mukallaf’ berarti orang yang mendapatkan tuntutan untuk memenuhi kewajibannya sebagai makhluk Allah. Inilah yang kemudian disebut sebagai ‘ibadah’ atau penghambaan, baik praktek ibadah mahdhah yang berkaitan dengan ritual langsung kepada Allah, maupun muamalah yang mencakup hubungan dengan sesama manusia.

Prinsip dasar dan tata cara ibadah tersebut disampaikan melalui utusan Allah, yakni para rasul ‘alayhimussalaam. Pamungkas para rasul yang mendapat mandat menyampaikan agama yang telah sempurna adalah Baginda Nabi Muhammad. Islam, agama yang didakwahkan oleh beliau, mencakup ajaran-ajaran tauhid yang dimuat oleh agama-agama sebelumnya. Melalui rasul akhir zaman ini pula tata cara ibadah, baik mahdhah maupun muamalah, diteladankan bagi umat Islam hingga akhir masa.

Sebagai ajaran agama yang menjadi jalan hidup penganutnya, Islam memiliki pondasi-pondasi (al-arkaan) sebagai pijakan dasar. Dalam khazanah keilmuan Islam, pondasi-pondasi agama (arkaanuddiin) tersebut termuat dalam dialog Nabi Muhammad dengan Malaikat Jibril, sehingga populer disebut sebagai ‘Hadits Jibril’.



Ada empat hal pokok yang termuat dalam dialog tersebut, yakni empat hal yang menjadi pondasi agama dan wajib dipahami setiap muslim. Kewajiban memahami pondasi agama ini adalah hal yang mutlak untuk keabsahan amal ibadah. Seorang muslim akan bisa mengamalkan ibadah dengan benar dan tepat bila telah memahami ilmunya. Maka pemahaman umat Islam terhadap penjelasan atas isi dari Hadits Jibril ini menjadi penting pula.

Empat pondasi yang dimaksud dalam Hadits Jibril sudah sangat jelas, yakni Islam, Iman, Ihsan, dan pemahaman tentang Tanda-tanda Kiamat. Dalam literatur-literatur klasik para ulama, keempat pondasi tersebut menjadi cabang-cabang ilmu yang begitu kaya.

Pondasi pertama, yakni Islam, menelurkan Ilmu Fiqh, yaitu ilmu tentang hukum-hukum syariat, berupa peribadatan yang wajib dipahami dan didirikan oleh umat Islam. Di dalam rubrik ini, terkategori sebagai Ngaji Ibadah. Pondasi kedua, Iman, melahirkan Ilmu Tauhid, yakni segala hal yang berkaitan dengan keyakinan sebagi seorang muslim, tentang ketuhanan, kenabian, maupun kegaiban. Di dalam rubrik ini, terkategori sebagai Ngaji Akidah.

Pondasi ketiga, ranah Ihsan, memunculkan Ilmu Tasawwuf atau Tazkiyah, yakni tentang pembersihan hati dari sifat tercela dan penghiasan hati dengan akhlak mulia. Di dalam rubrik ini, terkategori sebagai Ngaji Aklak. Pondasi keempat, tentang tanda-tanda kiamat yang selalu membutuhkan kontekstualisasi terhadap ruang dan masa. Di dalam rubrik ini, terkategori sebagai Ngaji Akhir Zaman.
Di dalam rubrik Ngaji ini, Santrijagad berupaya menghidangkan hal-hal mendasar yang berkaitan dengan empat pondasi tersebut. Terutama tentang perkara-perkara yang wajib dan penting dipahami oleh seorang mukallaf, yakni poin-poin penting akidah dan ibadah dalam koridor Ahlussunnah Wal Jama’ah. Dalam hal ini, penulis mencukupkan pada koridor akidah Asy’ariyyah Maturidiyyah, ibadah madzhab Syafi’iyyah, tasawuf ‘amali Ghazaliyyah, serta rujukan ilmu akhir zaman ala Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Empat pondasi tersebut tersaji secara ringkas dan padat, diperuntukkan bagi kaum muslimin pada umumnya, terutama bagi mereka yang awam. Cocok juga menjadi panduan dan penanda poin-poin penting tentang pokok-pokok agama bagi para ustadz, pengampu majlis taklim, muballigh, maupun guru agama.

Oleh karena itu, fungsi rubrik Ngaji ini sekedar pemandu dan penanda tentang apa saja hal-hal minimal yang wajib dikaji seorang muslim. Menjadi semacam checklist bagi kaum muslimin tentang apa saja hal-hal yang sangat perlu dikaji oleh pengikut Nabi Muhammad. Secara berkala akan diunggah artikel-artikel singkat dalam empat kategori: Ngaji Ibadah, Ngaji Akidah, Ngaji Akhlak, dan Ngaji Akhir Zaman
Adapun keberlanjutan kajian dan penjelasan secara lebih lengkap, luas dan mendalam, maka para pembaca wajib mengkajinya kepada para ulama secara langsung, baik di pesantren, madrasah, atau majlis taklim. Rubrik ini juga akan disisipi dengan artikel-artikel singkat berisi wirid dan doa sehari-hari agar bisa menjadi rujukan bagi kaum muslimin dimanapun berada.

Rujukan utama dalam penulisan rubrik Ngaji ini adalah beberapa karya ulama klasik maupun kontemporer. Di antaranya; Mujazul Kalam Syarh ‘Aqidatil Awwam karya Syaikh Muhammad bin ‘Ali Ba’athiyah dalam tauhid, Kifayatul Akhyar karya Syaikh Taqiyuddin Abu Bakr Al-Husaini dalam fiqh, Sirajut Thalibin Syarh Minhajil ‘Abidin karya Syaikh Ihsan Al-Jampesi dalam tasawwuf, An-Nubdzatus Shughro karya Habib Abu Bakr Al-Masyhur dalam ilmu akhir zaman, Hidayatut Thalibin Syarh Hadits Jibril karya Habib Zain bin Sumaith dalam sistematika penyusunan, serta Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi dalam wirid dan doa.

Semoga rubrik Ngaji ini bisa meningkatkan gairah kaum muslimin untuk mengaji, serta bermanfaat sesuai dengan tujuan dituliskannya.

Ramadhan 1436
Redaktur Santrijagad
Zia Ul Haq
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang