Mari Bergabung dalam Riset Jejak Ulama Tegal

5 August 2015

Sejarah adalah harta karun yang sangat berharga bagi peradaban suatu bangsa. Dengan menengok perjalanan masa lalu, kita bisa mengambil pelajaran dari sejarah untuk menyikapi fenomena yang terjadi saat ini. Selain untuk penyikapan terhadap kondisi kekinian, pemahaman tentang sejarah juga sangat berguna bagi pelaku kehidupan di masa depan.

Demikian pula pentingnya posisi sejarah Islam di Tegal bagi kaum muslimin di wilayah tersebut. Begitu minimnya akses sejarah, baik lisan maupun tulisan, membuat kaum muslimin Tegal, terutama kaum mudanya, tidak mengetahui bagaimana perjalanan perkembangan dakwah Islam di wilayah ini. Termasuk bagaimana profil para tokoh ulama yang berkiprah sebagai pejuang dakwah Islam di wilayah Tegal. Padahal pengenalan terhadap jejak para tokoh ulama merupakan pintu gerbang untuk memahami perjalanan Islam yang telah lama mengakar di Tegal.

Oleh sebab itu, atas keingintahuan ini, Santrijagad berinisiatif untuk menelusuri jejak para tokoh ulama di wilayah Tegal berupa pendataan dan pendokumentasian data-data, baik lisan maupun tulisan. Hasil penelusuran tersebut akan kami petakan, teliti, susun dan bukukan menjadi dokumen yang bisa digunakan sebagai instrumen rekonstruksi historis, atau setidaknya sebagai data mentah bagi penelitian lebih lanjut.

ومن يعظم شعــــئر الله فأنها من تقوى القلوب

“Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu merupakan bagian dari ketakwaan hati.” (Surah Al-Hajj; 32)

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menggapai Ridha Allah, mengemis perhatian Rasulullah, dan mematuhi arahan para guru. Penelitian ini menjadi sebuah upaya kecil untuk mengagungkan syiar-syiar Allah berupa para penyeru agama-Nya di tlatah Tegal.

Penelitian ini juga bertujuan untuk mendata profil para tokoh ulama di wilayah Tegal. Kemudian mendokumentasikan jejak kisah kehidupan mereka, baik data lisan maupun tulisan. Data hasil penelusuran ini akan diverifikasi dan ditelaah secara lebih mendalam. Lalu hasil verifikasi akan dicetak dan disebarluaskan untuk khalayak maupun pihak-pihak yang berkepentingan, baik sebagai referensi bacaan maupun data mentah bagi penelitian selanjutnya.

Dengan adanya penelitian ini, profil para tokoh ulama Tegal bisa terdokumentasi dengan baik. Pemetaan wilayah dakwah dan keterhubungan antartokoh pun bisa dilacak. Masyarakat bisa mengetahui profil para tokoh tersebut melalui berbagai media, terutama buku dan website. Selain itu, data penelitian bisa menjadi dokumen berguna bagi penelitian lain yang lebih mendalam.

Batasan masalah penelitian ditentukan berdasarkan ruang lingkup yang mencakup batasan kriteria, geografis, dan lini masa.

Batasan kriteria adalah rumusan ketokohan ulama dan kiprah yang akan ditelusuri. Kriteria ketokohan melingkupi setiap tokoh pejuang berlatar belakang Islam. Baik berupa perjuangan kemasyarakatan, perjuangan kemerdekaan, maupun perjuangan pendidikan umat.

Batasan geografis adalah cakupan wilayah Kabupaten dan Kota Tegal. Ada 18 kecamatan di wilayah Kabupaten Tegal, yakni; Kramat, Warureja, Suradadi, Tarub, Talang, Dukuhturi, Adiwerna, Dukuhwaru, Slawi, Pangkah, Kedungbanteng, Jatinegara, Lebaksiu, Balapulang, Pagerbarang, Margasari, Bumijawa, dan Bojong. Serta ada 4 kecamatan di wilayah Kota Tegal, yakni; Margadana, Tegal Barat, Tegal Selatan, dan Tegal Utara.

Batasan lini masa akan disusun setelah terkumpulnya data-data penelusuran. Batasan ini akan menjadi pembagian periodisasi dalam penyusunan naskah selanjutnya.

Ada dua jenis sumber data dalam penelitian ini, yakni; data literer yang didapatkan dari literatur-literatur yang sudah ada. Serta data narasumber yang belum tertulis dan akan digali melalui wawancara. Adapun data yang ditelusuri adalah identitas tokoh, masa hidup dan lokasi tokoh, serta kiprah dan hikayat global yang bisa digali.

Pelaksanaan penelitian akan dilakukan selama rentang Agustus 2015 hingga Januari 2017. Dimulai dengan pematangan konsep dan penyusunan tim peneliti, kemudian dimantapkan dengan sowan kepada ulama sebagai pengarah. Selanjutnya dilaksanakan penelusuran data, baik data literer maupun lapangan.

Setelah data terkumpul, dilakukan penyusunan redaksional, kemudian didiskusikan lalu diverifikasi. Terakhir, setelah semua proses dilalui, masuk tahap produksi, baik berupa buku, jurnal, makalah, atau bentuk dokumentasi lainnya. Targetnya sebagai berikut;

Tahap I (September 2015 – Agustus 2016) penelusuran data literer dan lapangan. Tahap II (September – Desember 2016) pengolahan dan verifikasi data. Tahap III (Januari 2017) proses produksi.

Penelitian dilaksanakan di 18 kecamatan wilayah Kabupaten Tegal yang meliputi 287 desa/kelurahan dan 4 kecamatan di Kota Tegal yang meliputi 27 kelurahan. Keseluruhan wilayah akan dibagi menjadi lima area penelitian untuk mempermudah pembagian tugas tim penelusuran:

Area A: mencakup wilayah Suradadi, Warureja.
Area B: mencakup wilayah Dukuhturi, Talang, Tarub, Kramat.
Area C: mencakup wilayah Slawi, Pangkah, Dukuhwaru, Adiwerna.
Area D: mencakup wilayah Lebaksiu, Margasari, Balapulang, Pagerbarang.
Area E: mencakup wilayah Bojong, Bumijawa, Jatinegara.
Area F: mencakup wilayah Kota Tegal.

Untuk melaksanakan penelusuran ini maka Santrijagad membutuhkan tenaga riset dari kawan-kawan kaum muda muslimin yang bermukim di wilayah Tegal. Bulan Agustus ini kami buka seluas-luasnya kesempatan kepada kawan-kawan semua untuk turut bergabung. baik sebagai penelusur data pustaka maupun data lapangan. Bagi Anda yang ingin berpartisipasi dalam proyek sosial intelektual ini, silakan langsung hubungi (SMS/WA/Telpon) ke Head Surveyor kami, Budi (085693049605).

Adapun tentang timeline schedule, data mentah awal, teknis survey, format wawancara, maupun subsidi survey akan diinformasikan kemudian, bersamaan dengan briefing perdana Tim Riset Santrijagad di akhir Agustus nanti.
Tegal, Syawal 1436/Agustus 2015
Tim Riset Santrijagad
www.santrijagad.org
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang