Kliwonan Di Cikura, Bojong Tegal

18 September 2015


Tegal, kota kecil ini menyimpan perbendaharaan ulama, tradisi, dan akar sejarah Islam yang menakjubkan. Hampir setiap gang di desa-desa di kota ini setiap malam jum’at tidak lepas dari rutinitas religius seperti membaca yasiin, tahlil, asmaul husna, dan istighosah.  Pengajian dan majelis taklim Ahlusunnah Waljamaah bertaburan dimana-mana bak permata yang menaburkan keindahan di setiap sudut kota yang kami cintai ini. Tulisan pendek ini akan berusaha menjawab apa yang harus dilakukan ketika Jum'at kliwon di Tegal? Daripada sampeyan mlongo dirumah lebih baik berangkat ke acara Kliwonan di Cikura, Bojong Tegal. Lebih asyik berangkat setelah ashar sebab pemandangan di perjalanan melewati dua jalur baik lewat Bojong atau Jatinegara sangat indah dan romantis. 

Kali ini kami berkesempatan mengunjungi acara Kliwonan di Cikura. Nama acara lengkapnya adalah “Pengajian akbar dan Istighosah kubro malam Jum’at Kliwon di desa Cikura, Bojong Kab. Tegal” atau akrab dan pendeknya kami sebut “Kliwonan Cikura”. Acara besar ini merupakan acara rutin dari Pondok Pesantren Attauhhidiyyah di Tegal dan Cikura untuk masyarakat umum secara luas. Saat ini nama pondok pesantrennya tetap Attauhidiyyah tetapi lebih spesifiknya pondok di Giren menjadi pondok Syeh Said Bin Syeh Armia dan di Cikura berubah nama menjadi pondok Syeh Armia Bin Syeh Kurdi.  Susunan acara dimulai dari pembacaan yasiin dan tahlil juga ziarah maqom, kajian kitab Sulam Taufik dan Dasuqi, pembacaan asmaul husna dan sholawat mudhoriyyah serta ditutup dengan istighosah bersama.

Ribuan orang berbondong-bondong memadati acara dari berbagai penjuru datang ke desa ini melawan udara nan dingin menusuk. Ada yang datang dari Jakarta, Brebes, Cirebon, Banjarnegara, Pemalang, Pekalongan, Batang, dan tentu dari Tegal sendiri dengan berbagai kendaraannya masing-masing menempuh jalan terjal dan berbukit. Mereka tentu hadir dengan niat mencari ilmu, berkumpul bersama ulama dan para sholihin dan mencari keberkahan majelis dzikrillah.

"Kompleks Pengajar dan Asrama Putri Pondok Pesantren Syeh Armia Cikura Bojong Tegal" 
Hadir pada saat ini di Cikura tamu-tamu ulama dari Yaman yang dipimpin oleh Habib Muhammad Bin Abdullah Al Junaid, tangan kanan Habib Umar Bin Hafidz. Datang pula Habib Husein Bin Hamid Ba’alawi, Habib Alwi bin Ibrohim Bilfaqih (Putra Munsyid Ba’alawi). Ada pula Habib Hilmi Bin Kholid Alkaff dari Jakarta murid Habib Umar Bin Hafidz yang akan menerjemahkan dari bahasa arab ke Indonesia. Habib Muhammad Bin Abdullah Aljunaid pun dipersilakan untuk memberikan mauidhoh hasanahnya.

Tulisan ini adalah kampanye kegiatan pondok dan bukan isi dari pengajian. Untuk mengetahui isi dari pengajian lebih baik anda berangkat ke acara ini. Barakallah!


Budi Mulyawan
Untuk Santrijagad.org
Cikura, Bojong Tegal 
Malam Jum’at Kliwon, 18 September 2015


NB: Kaos I Love Cikura bisa anda dapatkan disini

Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2016 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang