Kemuliaan Wanita

29 October 2015

Wanita, perempuan begitu istimewa. Bila melihat ibu, hendaklah ingat pesan baginda rosul bahwa engkau harus menghormatinya tiga kali lipat dari ayahmu dan ingat pula bahwa surga berada di bawah kaki ibu. Bila melihat istri, hendaklah ingat pesan baginda Rosul yang mewasiatkan berbuat baik kepada perempuan, karena suami mengambilnya dan farjinya menjadi halal untuk suami dengan kalimat ALLOH dan hendaklah ingat pula dengan sabda baginda rosul bahwa sebaik-baik engkau adalah sebaik-baiknya kepada keluarganya.

Bila engkau melihat anak perempuanmu, maka hendaklah ingat sabda rosul bahwa anak perempuan adalah penutup dari siksa neraka dan anak-anak perempuan membawa barokah.

Begitu mulianya perempuan di mata islam sampai ada satu ayat yang mengatakan

وليس الذكر كالأنثى

Yang bermakna bahwa perempuan itu tidaklah seperti laki-laki (seperti dalam qoidah bahasa arab: qolb) untuk menggambarkan sayyidah maryam perempuan suci yang menjaga kehormatannya sehingga menjadi wanita pilihan pada zamannya.

Ingat pula dengan iqlima saudari kandung qobil yang menjadi istri habil yang merupakan bibit ahli surga, juga dari perempuan. Ingat pula dengan asiyah istri selir fir’aun yang mengasuh nabi musa ketika kecil dan termasuk golongan orang beriman, sedangkan suaminya menjadi penghuni neraka. Ingat pula dengan perempuan tukang sisir rambut putri raja fir’aun yang memilih mati dibakar api dengan membawa iman sampai kuburnya tercium wangi oleh rosulullooh ketika isro’ mi’roj.

Ingat pula dengan khodijah istri rosul yang membela nabi pada permulaan islam. Ingat pula dengan siti aisyah istri nabi yang banyak meriwayatkan hadist dan nabi meninggal dalam pangkuannya. Ingat pula dengan sumayyah perempuan budak bani makhzum yang merupakan orang pertama yang mati syahid dalam islam. Ingat pula asma’ putri abu bakar yang membantu nabi dan ayahnya untuk berhijroh ke madinah.

Ingat pula dengan fatimah yang meminta kepada ayahnya budak pembantu, tapi rela dengan pemberian ayahnya berupa bacaan subhanALLOH tiga puluh tiga kali, alhamdulillah tiga puluh tiga kali dan ALLOHu akbar tiga puluh tiga kali. Kita telah dimulyakan ALLOH dengan islam, apabila kita mencari kemulyaan dari selain islam maka akan menjadi rendah. (Kanthongumur)

Share on :

1 comment:

  1. tulisan di santri jagad ini menarik2 semua.
    kunjungi juga kami di http://anakkos.com/ ya min

    ReplyDelete

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang