Kisah Nelayan

24 October 2015

Ada seorang nelayan duduk di pinggir pantai pada saat malam menjelang fajar. Ia menemukan di samping tempat duduknya sebuah kantong yang berisi penuh batu. Ia kemudian memungut batu yang berada dalam kantong itu dan melemparnya ke laut. Suara batu yang dilemparnya dan beradu dengan air laut membuatnya senang.



Ia kemudian mengambil kembali satu per satu batu yang berada pada kantong itu dan melemparnya ke laut sambil menikmati suara yang ditimbulkan. Ketika sinar matahari mulai muncul dan ia melihat isi kantong itu, terlihat samar-samar bahwa kantong itu berisi berlian, akan tetapi isi dari kantong itu tinggal satu. Ia pun sekarang tahu bahwa kantong itu berisi penuh berlian yang dilemparnya ke dalam laut sambil menikmati suara yang ditimbulkan darinya.

Maka penyesalan pun menjalar ke dalam hatinya. Tetapi hal itu tiada guna. Ia pun kembali ke rumahnya dengan dipenuhi penyesalan. Tahukah kamu nelayan itu adalah kita. Kantong yang berisi berlian adalah umur kita. Suara batu yang dilempar dan berpadu dengan air adalah kesenangan dan syahwat kita. Gelapnya malam adalah lupa diri akan Tuhan. Dan rumah tempat kembali adalah kubur dan alam sesudahnya. (Kanthongumur)

الهاكم التكاثر حتى زرتم المقابر كلا سوف تعلمون ثم كلا سوف تعلمون كلا لو تعلمون علم اليقين لترون الجحيم ثم لترونها عين اليقين ثم لتسألن يومئذ عن النعيم. صدق الله العظيم


Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang