Menantang Tuhan

23 October 2015

Sekitar tahun lima puluhan masehi dan terjadi pada salah satu perkuliahan di negeri arab, ada seorang pelajar berdiri sambil memegang dan melihat jam tangannya dengan berkata: “kalau ALLOH benar-benar ada, maka aku akan mati satu jam kemudian“.

Sontak perkataan itu membuat heboh dan menjadi perbincangan di kalangan para dosen dan mahasiswa. Berjalanlah waktu mulai detik, menit. Ketika tinggal beberapa detik mendekati satu jam, pelajar itu pun gembira karena tidak terjadi apa-apa pada dirinya dan berkata: "kalau ALLOH benar-benar ada, pasti aku sudah mati”. Dan pulanglah ia ke rumahnya.

Diantara para mahasiswa yang lain, ada yang mulai ragu tentang keberadaan Tuhan, ada juga yang berkata: ALLOH mengundur kematiannya karena suatu hikmah”. Dan lain pendapat. Ketika ia sampai ke rumahnya, Ia mendapati ibunya telah mempersiapkan hidangan untuk makan siang. Dan ia pun segera menuju ke kamar mandi untuk mandi, sementara Ibunya menunggu anaknya yang sedang mandi.

Setelah selesai dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk, tiba-tiba ia roboh di depan kamar mandi dan tidak bergerak. Sang ibu yang kaget, segera memanggil dokter untuk memeriksanya. Hasil analisa dokter menyatakan bahwa penyebab kematiannya adalah masuknya air ke dalam telinganya.

Berkatalah Syekh Abdur Rozzaq Naufal tentang cerita di atas: "ALLOH berkehendak mematikan dirinya seperti matinya keledai, karena keledai adalah binatang paling dungu, sehingga dijadikan perumpamaan bagi orang-orang bodoh". Dari penelitian ilmiyyah diketahui bahwa kuda dan keledai akan segera mati kalau telinganya ke masukan air. (Kanthongumur)
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang