Rahasia Umur dan Keshalehan

14 October 2015

Kesholehan anak sangat dipengaruhi oleh orang tua. Sang ayah diajarkan oleh agama agar memilih calon istri yang baik untuk ditabur benih-benih anak. Sebagaimana dalam hadist yang terdapat dalam kitab Ihya’ Imam Al-Ghozali dan yang diriwayatkan Ibn Majah dari Sayyidah Aisyah:

تخيروا لنطفكم فإن العرق دساس ، وفي بعض الروايات: تخيروا لنطفكم فإن العرق نزاع.

“Seleksilah oleh kalian untuk air mani (calon istri kalian), karena sesungguhnya keturunan itu kuat sekali pengaruhnya”.

تخيروا لنطفكم وأنكحوا الأكفاء وأنكحوا إليهم.

Seleksilah untuk air mani (calon istri) kamu sekalian dan kawinilah olehmu orang-orang sama derajatnya. (HR. Daruquthni dan Ibnu Majah)

تنكح المرأة لأربع لمالها ولحسبها ولجمالها ولدينها فاظفر بذات الدين تربت يداك

Rasulullah SAW bersabda :

“Nikahilah wanita itu karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Dapatkanlah (pilih) wanita karena agamanya akan beruntunglah kamu. (HR. Bukhari Muslim)

Setelah memperoleh calon yang baik, ia pun melanjutkan proses pelamaran kepada sang wali wanita yang akan menjadi calon istrinya. Kemudian ketika akad nikah, sang calon suami hendaknya mengingat bahwa Nabi hadir saat proses akad nikah ikut menyaksikan akad, sebagaimana dalam sholat. Hal itu karena Nabi diutus juga sebagai saksi, sebagaimana Firman ALLOH dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab Ayat 45-46.

يا أيها النبي إنا أرسلناك شاهدا ومبشرا ونذيرا وداعيا إلى الله بإذنه وسراجا منيرا

“Wahai Nabi, Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi Saksi (1), Pembawa kabar gembira (2), Pemberi peringatan (3), dan Sebagai Penyeru kepada Agama ALLOH dengan Izinnya (4), Serta Untuk menjadi Cahaya yang menerangi (5).

Surat Al-Fath Ayat: 8-9.

إنا أرسلناك شاهدا ومبشرا ونذيرا لتؤمنوا بالله ورسوله وتعزروه وتوقروه وتسبحوه بكرة وأصيلا

Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi Saksi, Pembawa kabar gembira, dan Pemberi peringatan, agar kamu sekalian beriman kepada ALLOH dan Rosul-NYA (1), menguatkan-nya (2), mengagungkan-nya (3), dan bertasbih kepada-NYA di waktu pagi dan petang (4).

Surat Al-Muzzammil Ayat 15

إنا أرسلنا إليكم رسولا شاهدا عليكم كما أرسلنا إلى فرعون رسولا

“Sesungguhnya KAMI mengutus kepada kalian Seorang Rosul yang menjadi Saksi Atas kalian sebagaimana KAMI mengutus kepada Fir’aun, Seorang Rosul”.

Dalam sebuah Hadist yang diriwayatkan Ibn Mas’ud, Rosululloh bersabda:

عن عبد الله بن مسعود عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إن لله ملائكة سياحين يبلغوني عن أمتي السلام"
قال: وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "حياتي خير لكم، تحدثون ويحدث لكم، ووفاتي خير لكم، تعرض علي أعمالكم، فما رأيت من خير حمد الله عليه، وما رأيت من شر استغفرت الله لكم" رواه البزار ورجاله رجال الصحيح، كذا في مجمع الزوائد.

“Hidupku baik untukmu, Engkau berbuat sesuatu maka ada hukum tentang hal itu. Dan matiku lebih baik bagimu. Amalmu diperlihatkan kepadaku. Jika baik maka aku memuji Allah. Jika buruk maka aku memohon ampunan pada Allah untukmu”.

Setelah itu terjadi adanya cumbu rayu yang dilanjutkan persatuan antara keduanya. Dalam hal ini pun diajarkan untuk memulai dengan basmalah dan doa:

بِسْمِ اللهِ اللهم جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

“Dengan nama Allah, jauhkanlah syetan dari kami, dan jauhklan syetan dari anak yang (mungkin) Engkau karuniakan kepada kami. (HR. Mutafaqun ‘alaih)

Dan diajarkan pula agar keduanya dalam tertutupi. Apabila telah hamil dan berat, maka keduanya diajarkan untuk berdoa agar mendapat keturunan yang sholeh.

فلما أثقلت دعوا الله ربهما لئن آتيتنا صالحا لنكونن من الشاكرين

"Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur". Salah satu doanya adalah membaca ayat Kursi 3 kali setelah isya. Dan membaca 11 ayat terakhir surat Ali Imron.

Setelah sang anak lahir, maka dikumandangkan adzan di telinga kanan dan iqomah di telinga kiri, agar kalimat pertama yang ia dengar adalah kalimat ALLOH dan Muhammad. Dalam hal makanan yang akan diberikan kepada istri dan anak pun harus halal, sebagaimana disabdakan Nabi yang membahas orang yang tidak dikabulkan doanya karena makanan, minuman dan pakaiannya harom, serta ketika kecil disuapi dengan perkara yang harom:

ثم ذكر الرجل يطيل السفر أشعث أغبر يمد يديه إلى السماء يا رب يا رب ومطعمه حرام ومشربه حرام وملبسه حرام وغذي بالحرام فأنى يستجاب له.

“Kemudian Beliau menyebut seorang lelaki yang telah melakukan perjalanan jauh, Rambutnya kusut penuh debu, Tangannya menengadah kelangit seraya berdoa. "Ya Rabb. Ya Rabb, Bagaimana doanya akan terkabul, sedang makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan perutnya dikenyangkan dengan makanan haram!". Kemudian agama mengajarkan agar sang bayi diberi nama yang baik dan pengajaran hal keagamaan mulai saat kecil.

Ketika berumur tujuh tahun, maka sang anak diperintah mengerjakan sholat. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum berumur tujuh tahun sudah ada pembelajaran sholat kepada sang anak. Ketika berumur sepuluh tahun, apabila sang anak tidak mengerjakan sholat, maka ia dipukul agar selalu bertanggung jawab.

Hal ini merupakan didikan orang tua agar anak tumbuh menjadi orang yang beribadah dan ubudiyyah kepada ALLOH mulai waktu kecil.

Hal diisyaratkan oleh hadist yang menceritakan tujuh orang yang mendapat naungan ALLOH pada hari kiamat, Salah satunya adalah seseorang yang tumbuh dalam ibadah kepada ALLOH. Dan hal ini tidak terlepas dari bimbingan kedua orang tua.

عن أبي هريرة رضي الله عنه سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: سبعة يظلهم الله في ظله يوم لا ظل إلا ظله : الإمام العادل، وشاب نشأ في عبادة الله عز وجل، ورجل قلبه متعلق بالمساجد، ورجلان تحابا في الله اجتمعا على ذلك وتفرقا عليه، ورجل دعته امرأة ذات منصب وجمال فقال: إني أخاف الله، ورجل تصدق بصدقة فأخفاها حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه، ورجل ذكر الله خاليا ففاضت عيناه.

Sabda Rasulullah SAW : “Tujuh Golongan yg dinaungi ALLOH dihari kiamat yg tiada tempat berteduh selain yg diizinkan Nya swt,

Pemimpin yang Adil, dan pemuda yang tumbuh dengan beribadah pada Tuhannya, dan orang yang mencintai masjid masjid, dan dua orang yang saling menyayangi karena ALLOH, bersatu karena ALLOH dan berpisah karena ALLOH, dan orang yang diajak berbuat hina oleh wanita cantik dan kaya namun ia berkata : Aku Takut pada ALLOH, dan pria yang sedekah dengan sembunyi-sembunyi, dan orang yang ketika mengingat ALLOH dalam kesendirian berlinang airmatanya” (Shahih Bukhari).

Karena mendapat asupan pengajaran yang baik, Sang anak pun menjadi tumbuh sampai baligh dalam pengajaran dan bimbingan yang baik. Maka ketika ia berumur dua puluh akan mulai terlihat keistimewaan yang ada pada dirinya. Sebagai mana dikatakan dalam syiir:

إذا بلغ الفتى عشرين عاما * وأعجزه الفخار فلا فخار

Ketika telah berusia tiga puluh atau tiga puluh tiga, maka ia mulai matang (Aqollul Asyud) dan sempurna akal, fikiran dan kekuatannya.

ولما بلغ أشده - وهو ثلاثون سنة أو وثلاث -آتيناه حكما- حكمة –وعلما- فقها في الدين قبل أن يبعث نبيا –وكذلك- كما جزيناه -نجزي المحسنين- لأنفسهم. يوسف:22.
ولما بلغ أشده- وهو ثلاثون سنة أو وثلاث –واستوى- أي بلغ أربعين سنة -آتيناه حكما- حكمة –وعلما- فقها في الدين قبل أن يبعث نبيا –وكذلك- كما جزيناه -نجزي المحسنين- لأنفسهم. القصص: 14.
-حتى- غاية لجملة مقدرة أي وعاش حتى -إذا بلغ أشده- هو كمال قوته وعقله ورأيه أقله ثلاث وثلاثون سنة أو ثلاثون -وبلغ أربعين سنة- أي تمامها وهو أكثر الأشد -قال رب-

Dan ketika berumur empat puluh, maka akan terlihat sesuatu yang akan terjadi setelahnya, apakah ia menjadi orang atau tidak. Karena itu para Nabi diutus menjadi Nabi ketika berumur empat puluh tahun (akmalul Asyud).

Dalam hal ini, kitab Tafsir Ibnu Kastir meriwayatkan suatu hadist bahwa Rosululloh bersabda:

قال أبو بكر بن عياش، عن الأعمش، عن القاسم بن عبد الرحمن قال: قلت لمسروق: متى يؤخذ الرجل بذنوبه؟ قال: إذا بلغت الأربعين، فخذ حذرك. وقال الحافظ أبو يعلى الموصلي: حدثنا عبيد الله القواريري، حدثنا عزرة بن قيس الأزدي -وكان قد بلغ مائة سنة-حدثنا أبو الحسن السلولي عنه وزادني قال: قال محمد بن عمرو بن عثمان، عن عثمان، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال:
العبد المسلم إذا بلغ أربعين سنة خفف الله حسابه، وإذا بلغ ستين سنة رزقه الله الإنابة إليه، وإذا بلغ سبعين سنة أحبه أهل السماء، وإذا بلغ ثمانين سنة ثبت الله حسناته ومحا سيئاته، وإذا بلغ تسعين سنة غفر الله له ما تقدم من ذنبه وما تأخر، وشفعه الله في أهل بيته، وكتب في السماء: أسير الله في أرضه.
وقد روي هذا من غير هذا الوجه، وهو في مسند الإمام أحمد.

“Hamba yang mukmin ketika telah mencapai umur empat puluh tahun maka ALLOH akan meringankan hisabnya

Apabila telah mencapai umur enam puluh tahun maka ALLOH akan memberikan rizqi kepada hamba tersebut berupa Inabah (kembali) kepada-NYA. Apabila telah mencapai umur tujuh puluh maka Ia akan dicintai Penduduk langit. Apabila telah mencapai umur delapan puluh maka ALLOH akan menetapkan kebaikannya dan melebur kesalahannya. Apabila ia telah berumur Sembilan puluh tahun maka ALLOH akan mengampuni dosa yang telah lampu dan yang akan datang, ALLOH akan memberikan kepadanya syafaat untuk anggota rumahnya, serta ALLOH menulis di langit: Ia adalah Asirulloh fil Ardli (tawanan ALLOH di bumi).

Dalam kitab Al-Taisir Syarah Jami’ As-Shoghir karya imam Al-munawi dijelaskan lebih detail, walaupun ada sedikit perbedaan, seperti dalam ALLOH berfirman dalam hadist Qudsi. Apabila Hamba yang mukmin berumur empat puluh, maka ALLOH akan menyelamatkannya dari tiga bala', yaitu gila, kusta, dan lepra.

Hal itu karena dia telah berumur sempurna, dan setelah umur ini akan ada kemunduran dalam fisik yang mulai lemah, sehingga ALLOH memberikan rahmat berupa selamat dari ketiga penyakit ini. Walaupun hamba telah sempurna akalnya saat berumur empat puluh, ALLOH mengajarkan agar tetap berdoa memohon ilham kepada-NYA agar mampu mensyukuri nikmat yang dianugerahkan kepadanya dan kepada orang tuanya, dan agar mampu beramal sholeh yang mendapat ridlo-NYA serta meminta agar diberi keturunan yang sholeh.

-ووصينا الإنسان بوالديه حسنا- وفي قراءة إحسانا أي أمرناه أن يحسن إليهما فنصب إحسانا على المصدر بفعله المقدر ومثله حسنا -حملته أمه كرها ووضعته كرها- أي على مشقة -وحمله وفصاله- من الرضاع -ثلاثون شهرا- ستة أشهر أقل مدة الحمل والباقي أكثر مدة الرضاع وقيل إن حملت به ستة أو تسعة أرضعته الباقي
-حتى- غاية لجملة مقدرة أي وعاش حتى -إذا بلغ أشده- هو كمال قوته وعقله ورأيه أقله ثلاث وثلاثون سنة أو ثلاثون
-وبلغ أربعين سنة- أي تمامها وهو أكثر الأشد -قال رب- إلخ نزل في أبي بكر الصديق لما بلغ أربعين سنة بعد سنتين من مبعث النبي صلى الله عليه وسلم آمن به ثم آمن أبواه ثم ابنه عبد الرحمن وابن عبد الرحمن أبو عتيق
-أوزعني- ألهمني -أن أشكر نعمتك التي أنعمت- بها -علي وعلى والدي- وهي التوحيد، -وأن أعمل صالحا ترضاه- فأعتق تسعة من المؤمنين يعذبون في الله
-وأصلح لي في ذريتي- فكلهم مؤمنون. الأحقاف 15.

Hal itu menunjukkan hubungan baik antara diri hamba sebagai anak kepada orang tua, hubungan baik antara diri hamba sebagai makhluq kepada Tuhan, serta hubungan baik hamba sebagai orang tua kepada anak-anaknya. Apabila hamba yang mukmin berumur lima puluh, maka ALLOH akan menghisabnya dengan hisab yang mudah.

Hal itu karena lima puluh adalah separoh dari ardzalil umur (100 tahun), yaitu selemah-lemahnya umur, orang yang berumur seratus akan diberi rahmat oleh ALLOH berupa hisabnya diangkat. Sehingga orang yang telah berumur setengah abad, akan diringankan hisabnya. Apabila hamba berumur enam puluh tahun, maka ALLOH akan memberikan rahmat berupa ia disenangkan kembali dan taubat kepada ALLOH. Hal itu karena umur enam puluh adalah umur rata-rata manusia.

Nabi bersabda:
"Rata-rata umur ummatku berkisar enam puluh sampai tujuh puluh tahun".

Dan umur enam puluh adalah umur yang panjang, sebagaimana firmannya Surat Fathir ayat 37:

أو لم نعمركم ما يتذكر فيه من تذكر وجاءكم النذير

"Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?".

Apabila hamba berumur tujuh puluh tahun, Maka dia akan disenangi oleh malaikat penduduk langit. Hal itu karena ia sudah berumur senja dan kekuatan tubuhnya pun sudah hilang. Apabila hamba berumur delapan puluh tahun, maka kebaikannya akan ditulis dan ditetapkan, serta kesalahan-kesalahanya akan dilebur. Hal itu karena dirinya sudah menginjak double empat puluh.

Apabila hamba berumur sembilan puluh, maka ALLOH akan mengampuni dosa-dosa yang telah lampau maupun yang akan datang, ALLOH akan memberikan keistimewaan berupa diterima syafaatnya untuk keluarganya, dan akan ditulis di langit: bahwa ia adalah tawanan ALLOH di bumi. Hal itu karena umur itu adalah umur fana', dan akal manusia saat berumur sembilan puluh sudah hilang dan umur puncak kebanyakan mahluq.

Apabila hamba telah berumur seratus tahun, yaitu yang dikatakan Arfdzalil umur, maka ALLOH akan menulis baginya pahala amal sholeh yang ia kerjakan saat sehat, walaupun saat berumur seratus tidak lagi mampu mengerjakannya, dan tidak menulis dosa amal kejelekan yang biasa ia terjang, tetapi tidak lagi mampu mengerjakannya karena lemah.

ALLOH berfirman dalam surat Al-Hajj ayat 5:

ومنكم من يرد إلى أرذل العمر لكيلا يعلم من بعد علم شيئا

"Dan ada pula diantara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya".

Berikut teks arab:

قال الله تعالى:
(إذا بلغ عبدي) أي المؤمن إذ أكثر الأمور الآتية إنما تأتي فيه (أربعين سنة عافيته من البلايا الثلاث من الجنون والجذام والبرص) لأنه عاش في الإسلام عمرا تاما ليس بعده إلا الإدبار فثبت له من الحرمة ما تندفع به عنه هذه الآفات التي هي من الداء العضال
(وإذا بلغ خمسين سنة حاسبته حسابا يسيرا) لأن الخمسين نصف أرذل العمر الذي يرتفع ببلوغه الحساب جملة فببلوغ النصف الأول يخفف الحساب
(وإذا بلغ ستين سنة) وهو عمر التذكر والتوفيق الذي قال الله فيه أو لم نعمركم ما يتذكر فيه من تذكر (حببت إليه الإنابة) أي الرجوع إليه بالتوبة لكونه مظنة انتهاء العمر غالبا
(وإذا بلغ سبعين سنة أحبته الملائكة) لكونه شاخ في الإسلام وذهبت فيه قوته
(وإذا بلغ ثمانين سنة) وهو الخرف (كتبت حسناته ومحيت سيئاته) لأن تعميره في الإسلام ضعف الأربعين أوجب له هذه الحرمة
(وإذا بلغ تسعين سنة) وهو الفناء وقد ذهب أكثر العقل وهو منتهى أعمار هذه الأمة غالبا (قالت الملائكة أسير الله في أرضه) لأنه عجز وهو في ربقة الإسلام فهو كأسير في وثاق (فغفر له ما تقدم من ذنبه وما تأخر ويشفع في أهله)
تمامه
(وإذا بلغ أرذل العمر لئلا يعلم من بعد علم شيئا كتب الله له مثل ما كان يعمل في صحته من الخير وإن عمل سيئة لم تكتب)
(الحكيم) في نوادره (عن عثمان) بن عفان.

Umur manusia -menurut dalil Al-Qur'an- adalah menggunakan hitungan rembulan.

يسألونك عن الأهلة قل هي مواقيت للناس والحج

"Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji". (Al-Baqoroh:189).

Dan Syaikh Maimoen Zubair sekarang sudah berumur 90 tahun rembulan. Sebab saat itu, Tahun 1346 H, Lahir bayi laki-laki dari pasangan suami istri KH Zubair Dahlan dan Ibu Nyai Mahmudah Ahmad. Saat masih dalam kandungan, dan saat itu bulan-bulan akhir tahun 1927 M, ada tiga Kyai Jombang yang berkumpul di sarang untuk membahas suatu hal tentang ke-NUan yaitu KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahhab Hasbulloh dan KH Bisri Sansuri.

Setelah pembahasan selesai, Mbah Syuaib bin Abdur Rozzaq Sarang, Yaitu kakek buyut bayi laki-laki itu meminta barokah doa kepada ketiga Kyai asal jombang tersebut. Kemudian air yang telah dibacakan doa oleh ketiga Kyai tersebut diberikan kepada Ibu Nyai Mahmudah binti Ahmad bin Syuaib, Ibu dari Bayi Laki-laki tersebut.

Dan Bayi Laki-laki tersebut lahir pada tahun 1346 H, Yaitu cocok dengan jumlah hitungan nama salah satu kyai tersebut, Hasyim. Apabila dihitung dengan metode Arab (Addul Jumal) Lafadl Hasyim berjumlah 346, karena Ha’: 5, Alif: 1, Syin: 300, dan ditambah Mim: 40, berjumlah (346), yaitu tahun lahir Syaikhina Maimoen Zubair. Kelahiran Beliau adalah 27 Sya’ban.

Tahun ini adalah tahun 1436, menjelang tahun 1437, berarti Beliau sudah memasuki umur 90an (dengan perhitungan rembulan). Karena 1436-1346 adalah 90. Ini memandang umur, ketika memandang kesalehan, maka akan kita paparkan sedikit dalil tentang itu.

عن جابر رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن الله ليصلح بصلاح الرجل المسلم ولده وولد ولده وأهل دويرته ودويرات حوله فلا يزالون في حفظ من الله ما دام بينهم (أخرجه ابن جرير في تفسيره والنسائي في المواعظ من السنن الكبرى(

“Sesungguhnya ALLOH akan memberikan kebaikan sebab keshalehan seorang muslim, kepada anaknya, anak dari anaknya, anggota rumah-rumahnya, serta rumah-rumah sekitarnya. Mereka senantiasa dalam penjagaan ALLOH selama ia masih diantara mereka”.

عن ابن عمر رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن الله ليدفع بالمسلم الصالح عن مائة أهل بيت من جيرانه البلاء (المعجم الكبير(

“Sesungguhnya ALLOH menolak bala' sebab seorang muslim yang sholeh dari seratus anggota rumah tetangganya”.

Dan Kanthongumur Muhammad Wahyudi bersaksi, semoga kesaksian ini diterima oleh ALLOH, bahwa Syaikhuna Maimoen Zubair adalah orang yang Sholeh. Karena itu, kita sebagai santri Beliau seharusnya bisa memanfaatkan hal ini dengan berjamaah sholat dengan beliau, berta’alum, berkhidmah dan mendoakan beliau dengan lebih (terutama yasinan di Khos-khos). Dan Alhamdulillah, kanthongumur yang saat ini telah berumur lebih tiga puluh, GAGAL menikah dan sampai saat ini, sehingga masih bisa berkhidmah dan bertaallum kepada Syaikh yang sholih dan berumur 90 tahun. Apakah hal ini bukan suatu anugerah besar?

المنع عين العطاء

Sarang, Ahad Pon 27 Dzul Hijjah 1436 H/ 11 Oktober 2015 M (Kanthongumur)
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang