Jumlah Sahabat Dan Mereka yang Paling Banyak Meriwayatkan Hadist

24 November 2015

Oleh : Dr. Ali Jum’ah
Diterjemahkan oleh : Irham sya’roni dan Hasan Busri




Sebetulnya, mengkalkulasi jumlah sahabat sangat sulit dilakukan, karena mereka hidup secara terpencar di berbagai Negara. Kalaupun jumlah sahabat yang alim itu hendak di jumlahkan, maka itu sekedar jumlah perkiraan saja.

Al bukhari (4462) dan Muslim (7192) meriwayatkan sebuah Hadist bahwa Ka’ab Bin Malik berkata mengenai kisah sekembalinya ia dari perang Tabuk, “ Orang-orang Muslim yang bersama Rasulullah saw. banyak sekali, namun mereka tidak mengumpulkan satu kitab yang terjaga yang ingin dikodifikasikan.

Hadist diatas tidak menyebutkan jumlah sahabat dalam perang tersebut, namun dalam sebagian riwayat yang lain disebutkan jumlah sahabat yang terlibat dalam peperangan.
Al-Bukhari meriwayatkan (4321) dari Ibnu Abbas, “ Sesungguhnya Nabi Saw. pada bulan ramadahan keluar dari madinah bersama 10.000 sahabat. Itu terjadi selama 8,5 tahun sejak awal kedatangan mereka di Madinah. Beliau berjalan bersama kaum muslimin di mekkah dengan berpuasa, dan orang-orang muslim pun berpuasa, hingga sampailah beliau di daerah Kadid, daerah yang berair yang terletak di antara Usfan dan Qudaid. Maka beliau berbuka dan para sahabat pun ikut berbuka. Sementara dalam haji wada’, 90.000 Muslimin ikut bersama Rasulullah saw melaksakan haji tersebut

Seorang laki-laki bertanya kepada abu zur’ah Ar-Razi, “ hai Abu zur’ah katanya hadist Nabi saw berjumlah 4000 hadist?” dia Menajawab, “ Barangsiapa berkata demikian, maka Allah swt. Akan mengguncangkan kekuasaan-Nya ( Murka), ini adalah perkataan kafir zindiq. Dan siapa yang menghitung hadist Rasulullah saw? rasulullah saw. telah mencabut 114.000 hadist sahabat yang mereka riwayatkan dan di dengar darinya.” Abu Zur’ah di Tanya lagi, “Mereka itu dimana saja?” Abu Zur’ah berkata, “ Penduduk madinah, makkah dan diantaranya orang badui serta orang yang bersaksi kepadanya pada haji wada’”

   Dari sini jelaslah bahwa sahabat Rasulullah saw. itu banyak dan mereka tidak dalam satu tingkatan pengertiannya mengenai sunnah dan riwayat dari Rasulullah saw., tetapi mereka itu berbeda-beda. Karena di antara mereka ada yang selalu meluangkan waktu bersama Rasulullah saw. untuk mengabdikan diri dalam banyak waktunya, seperti Anas dan Abu Hurairah r.huma., diantara mereka melakukan perjalanan di padang pasir atau berdagang di pasar. Dalam hal ini masruq bin ajdza’ seorang tabi’in yang agung berkata, “

 Aku duduk-duduk besama sahabat nabi saw. dan aku menjumpai mereka seperti tetesan air hujan. Mereka meriwayatkan kepada satu orang, dua orang atau 100 orang. Seandainya tetesan air hujan ini mengenai penduduk bumi niscaya mereka yang paling dahulu/awal.”

Para sahabat telah menyusun banyak kitab sesuai dengan keadaan dan ilmu mereka. Ibnu asir telah menulis sebuah kitab yang diberi nama “Asdu Al-Ghabah” sebuah kitab yang paling luas yang disusun pada masa sahabat dari 7554 Sahabat. Dan yang disebutkan bahwa para perawi dari kalangan sahabat yang riwayatnya sampai kepada kami kira-kira 1800 sahabat.

Ada tujuh sahabat yang meriwayatkan dari Rasulullah saw. dan setiap mereka meriwayatkan lebih dari seribu (1000) hadist. Sebelas (11) sahabat yang meriwayatkan lebih dari 200 hadist, dua puluh sahabat meriwayatkan lebih dari 100 hadist. Adapun sahabat sepuluh ( Yang dijamin masuk surge ) kebanyakan mereka meriwayatkan kira-kira seratusan hadist. Dan sahabat yang yang mempunyai 10 hadist atau kurang ada lebih dari 100 sahabat. Serta ada sekitar 300 sahabat yang masing-masing mereka meriwayatkan hanya satu hadist dari Rasulullah saw.

Baqi’ bin Mukhallid Al-Qurthubi dalam musnad-nya telah menyusun riwayat para sahabat serta menyebutkan sanad-sanadnya. Hanya saja sanad itu tidak samapai kepada kami. Tetapi hadist dan sebagian kandungannya samapai kepada kita.
Hitungan ini telah dituturkan oleh Abu Baqa’ Muhammad bin Khalaf Al-ahmadi dalam kitabnya Al-fasih fi Syarhi Al-jami’ As-Shahih, yang meriwayatkan Musnad Baqi bin Mukhallid dan di cetak di Dar aal-Kutub.



Bersamaan dengan banyaknya sahabat dan periwayatannya ini akan memperbanyak (jumlah) kelompok mereka dalam meriwayatkan hadist dan memasyhurkan mereka. Diantara mereka adalah
1. Abu Hurairah ( Wafat 59 H)

Yakni Abdurrahman bin sakhr Ad-Dausi Al-Yamani dan lebih dikenal dengan nama samarannya hingga mengalahkan nama aslinya. Dia adalah sahabat yang paling banyak hadistnya dari Rasulullah saw., karena seringnya dia bersama Rasulullah saw., sering bertanya, cintanya kepada ilmu dan giatnya belajar hadist rasulullah saw dalam setiap saat dan kesempatan.

Imam Ahmad bin Hambal dalam musnadnya telah meriwayatkan darinya 3957 hadist dan terdapat lafazh dan makana hadist yang banyak di ulang-ulang. Imam Baqi bin Mukhallid dalam musnad-nya juga meriwayatkan darinya sebanyak 5374 Hadist. Dalam kitab shahih Bukhari Muslim juga terdapat 517 Hadist, yang mereka sepakati ada 326 Hadist dan Imam Bukhari menyendiri dengan meriwayatkan 93 Hadist. Imam Muslim secara sendiri meriwayatkan 98 Hadist.

Abu Hurairah wafat di madinah dan dimakamkan di Baqi’ serta di shalatkan oleh para sahabat besar, seperti Ibnu Umar dan Abu Sa’id Al-khuzriyyi r.huma.

2. Abdullah bin Umar bin Khatthab Al-Adwi ( wafat 73 H)

Sungguh, ia terkenal dengan semangatnya dalam mengikuti Rasulullah saw. dalam setiap keadaan. Riwayatnya mencapai 2.630 hadist. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan darinya 280 hadist dan yang mereka sepakati bersama ada 168 Hadist. Dan Imam Bukhari menyendiri meriwayatkan sebanyak 81 hadist, Imam Muslim 31 Hadist. Abdullah bin Umar wafat di Makkah al Mukarramah.

3. Anas Bin Malik bin Nushair bin Dhamdham Al-Anshari Al-Khazraji ( Wafat 93 H)

Dia dikenalkan oleh Ummi Sulaim binti Mulhan kepada Rasulullah saw. dan diterima sebagai pembantunya selam 10 tahun. Anas menyaksikan sesuatu yang belum pernah ia saksikan sebelaumnya. Riwayatnya mencapai 2.286 Hadist. Bukhari-Muslim meriwayatkan darinya 318 Hadist dan yan mereka sepakati ada 168 Hadist. Bukhari menyendiri meriwayatkan 80 Hadist dan Muslim 70 Hadist. Anas Wafat di Bashrah dan ia adalah sahabat terakhir yang wafat di Bashrah.

4. Abu Sa’id Al-Khuzriyyi (wafat 74 H )

Ia adalah Sa’ad bin Malik bin Sinan Al-anshari Al-Khazraji. Orangtuanya mati syahid dalam perang uhud. Maka Abu Sa’id mengalami kehidupan yang keras dan sulit. Diriwayatkan bahwa ia termasuk ahli Shuffah dan ia mati syahid dalam pertempuran yang hebat. Ia mengahdiri Majelis Rasulullah saw. dan membawa banyak Hadist hingga ia di bilang sebagai orang yang banyak meriwayatkan hadist dari Rasulullah saw.. Riwayatnya mencapai 1.170 hadist. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan darinya 111 hadist dan yang mereka sepakati bersama ada 43 hadist. Imam Bukhari menyendiri meriwayatkan 16 Hadist dan Imam Muslim 52 Hadist. [Akhmad S]




Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2016 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang