Penyakit Umat: Perpecahan dan Saling Benci

21 November 2015

Oleh: Habib Abu Bakar al-Masyhur, Aden Yaman.
Kita berada di dalam periode akhir zaman, yang mana Nabi Muhammad mengisyaaratkan kepada kita  bahwa di akhir zaman membutuhkan ilmu yang khusus, fikih yang khusus, perjalanan yang khusus, yang telah dijelaskan oleh Baginda Nabi Muhammad. Di antara yang beliau sebutkan adalah ketika beliau mengatakan kepada para sahabatnya, yang berarti beliau mengatakan hal ini kepada seluruh umatnya, termasuk kita yang hidup saat ini maupun mereka yang akan datang, beliau katakana tentang penyakit umat. Para sahabat bertanya, “Apa itu penyakit umat?”

Jawab Rasulullah; ialah kebencian satu dengan yang lainnya. Aku tidak mengatakan kebencian itu seperti terpotongnya rambut, akan tetapi akan memotong agama. Yang dimaksud adalah bahwa permusuhan antara kaum muslimin di akhir zaman akan menghancurkan agama mereka sendiri, maka dari itu Allah berfirman, “Maka sesungguhnya orang yang berpecah belah agama mereka dan mereka bersatu, mereka bukan dari bagian darimu.”
Habib Abu Bakr al-Masyhur & Habib Lutfi bin Yahya
Dan sesungguhnya orang-orang yang perang, orang-orang yang berkelahi sesama muslimin  sudah dinyatakan oleh Allah, mereka tidak berjalan pada akhlak Nabi Muhammad. Melainkan mereka mengikuti hawa nafsu mereka, mengikuti pemikiran mereka, maka Rasulullah memberikan kepada kita kunci sebagai jalan keluar dari masalah ini.

Nabi Muhammad mengatakan, “Apakah kalian ingin aku beri tahu dengan sesuatu yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai?”

Dengan sabda ini kita tahu bahwa Baginda Nabi Muhammad menginginkan agar kita tidak ada sifat hasud, sifat benci, sesama muslimin, dan kita diinginkan oleh Rasulullah untuk berjalan di jalan yang benar di jalan yang diridhai oleh Allah.

Beliau mengatakan, “Sebarkanlah salam di antara kalian!”

Maka hendaknya para ulama dan para pemikir untuk bersatu dalam menyatukan umat, menyatukan syari’at Nabi Muhammad, serta melawan musuh mereka yaitu waktu dan keadaan yang ada. Maka Allah memperingatkan kita kita; Janganlah berebutan, maka kalian akan merugi dan akan hilang apa yang kalian inginkan.



Perpecahan di antara kaum muslimin seperti yang kalian lihat di negeri-negeri Arab saat ini adalah perbuatan setan. Oleh karena itu hendaknya kita saat ini  mempersatukan umat Nabi Muhammad dan menghilangkan segala caci maki, menghilangkan  penghalalan darah di antara kaum muslimin dengan menjalankan yang ditentukan oleh Nabi Muhammad, yaitu mengumpulkan mereka dalam cinta, yaitu menyebarkan salam.

Ketahuilah bahwasanya agama Allah mengajak kita untuk saling menyayangi,  mengajak kita menuju keselamatan, mengajak kita saling menyayangi, dengan itu Naginda Nabi Muhammad mengatakan; perumpamaan kasih sayang dan kelembutan di antara muslimin seperti satu jasad,  jika satu anggota jasad tersebut terluka maka seluruh anggota tersebut merasakan panas, dan sakit.

Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang menempuh jalan yang benar, menempuh jalan yang baik yang di isyaratkan oleh Allah di dalam al-Qur’an. Hendaknya kita selalu beramal yang baik,  mengajak orang ke dalam kebaikan dan siapa yang melakukan itu  akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah. [Zq]

*Sumber: transkrip tausiyah Habib Abu Bakr al-Masyhur di Majelis Rasulullah, Masjid al-Munawwar Pancoran, Jakarta Selatan (www.majelisrasulullah.org)
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang