Syaikh Abdullah Ibn Bayyah: Mari Selamatkan Kapal Yang Terbakar!

17 November 2015

Seorang murid bertanya kepada Syaikh Abdullah bin Bayyah, “Selama Anda berada di dalam dunia keilmuan ini, saya belum pernah melihat Anda mencaci seseorang. Apa rahasianya wahai Syaikh?”

Syaikh Abdullah menjawab,
“Saya sibuk memperbaiki diri saya sendiri dahulu. Saya bukan manusia sempurna yang bisa sewenang-wenang berbicara tentang aib orang lain.”
"Selagi umat Islam dalam keadaan masih berdebat, berperang sesama sendiri, dan tidak hidup dalam suasana harmoni, selagi itulah bumi Palestina tidak akan dibebaskan."
“Falsafah Islam dibina atas satu asas yang penting. Asas tersebut menekankan aspek keamanan dan pencegahan kepada fitnah serta huru-hara, serta mengecam revolusi ganas yang menghancurkan negara.”
“Sebesar apapun pelanggaran yang dilakukan oleh seseorang, dan seberat apapun hukuman syariat yang dijatuhkan atasnya, dia tetap seorang insan yang harus dihormati dan dimuliakan.”
Syaikh Abdullah bin Bayyah

ILMU
“Obat bagi ekstremis yang buta agama dan salah dalam memahaminya adalah menambahkan lagi pemberian dosis ilmu agama kepadanya.”
Dalam sebuah majlis ilmu bersama Syaikh Abdullah, beliau menyedari bahawa seorang pelajar tidak menulis. Lalu Syaikh Abdullah bersyair:
لابُدَّ لِلطالِبِ مِن كُنّاشِ .. يَكتُبُ فيهِ قاعِدًا أَوْ ماشي

Penuntut ilmu mesti memiliki,
Buku catatan, teman sejati;
Ilmu baharu disurat mesti,
Ketika duduk maupun lari.
“Ilmu fiqh tidak diwujudkan secara sembrono. Ilmu fiqh merupakan kesimpulan yang terhasil dari usaha dan penat lelah ulama masa silam. Ia tidak dibina berasaskan hawa nafsu, melainkan dibina berasaskan penalaran dan tahap ketelitian yang tinggi.”
“Sekarang kita lihat setengah orang mengabaikan perincian ilmu fiqh. Mereka bersemangat mengamalkan agama dengan langsung merujuk kepada teks al-Quran dan Hadith. Mereka sangka mereka mampu berenang untuk menyeberang lautan. Malangnya, banyak yang keburu lelah kekejangan otot dan banyak juga yang mati akibat lemas.”


HAJI
"Suatu perkara yang menakjubkan pada ibadah haji adalah nilai kesejagadan agama Islam yang terlihat jelas pada jemaah haji yang datang dari pelbagai latar belakang, bangsa, bahasa, dan warna kulit. Hanya iman dan akidah Islam yang menghimpunkan serta menyatukan mereka semua."
"Ibadat haji mengajar kita untuk tawaduk dan merendahkan hati. Apabila semua jemaah memakai kain ihram, tiada beda lagi antara yang berjabatan tinggi atau rendah, miskin atau kaya. Semuanya sama di hadapan Allah. Semua orang mampu untuk bersifat sombong atau congkak , tetapi hanya orang yang berjiwa besar dan hebat saja yang mampu untuk bertawaduk dan merendakan hati."
"Pada perhimpunan yang agung ini (haji), semangat kesatuan tergambar megah manakala segala warna kefanatikan mazhab dan politik menjadi pudar dan suram."
PERDAMAIAN
“Kita seharusnya menghidupkan semangat kasih sayang dan jalinan persaudaraan, serta menjauhi sifat musuh-memusuhi dan rasa benci membenci.”
“Sekiranya sesuatu masalah khilaf (perbedaan pendapat) tidak menyebabkan permusuhan dan perkelahian, maka khilaf tersebut adalah khilaf yang bertitik tolak dari ajaran Islam. Sebaliknya, apabila khilaf tersebut melahirkan permusuhan dan sifat benci-membenci, maka ia sebenarnya tidak terbina di atas landasan Islam yang benar. Ia terbina atas tipuan hawa nafsu.”
"Peperangan bukanlah jalan yang menguntungkan, ia hanya merugikan semua pihak."
“Saran kami agar peperangan dihentikan bukan bermakna kami menolak rakyat untuk mendapat hak serta keadilan. Tetapi keadilan itu mestilah dituntut dengan cara yang adil juga. Dengan cara yang lebih baik daripada peperangan yang membinasakan segala-galanya. Bila berlaku perang, tiada satu hak pun yang dapat dituntut.”
"Bila saya suruh orang untuk mati di jalan Allah, ramai orang akan menyahut seruan saya. Tetapi bila saya suruh orang untuk hidup di jalan Allah, tiada siapapun mau menyahut.”
“Peranan golongan agamawan adalah menjaga keaslian makna teks-teks yang suci agar tidak dimanipulasi oleh orang jahil. Sejak dahulu itu merupakan tugas mereka, dan tugas ini adalah sukar dan berat karena ada gangguan dari para ekstremis. Di sini saya mengambil kesempatan untuk berdoa agar Allah merahmati para ulama yang telah mati dibunuh oleh golongan ekstremis ini.”
“Kita semua harus saling bantu-membantu menggembleng tenaga untuk menyelamatkan kapal yang sedang terbakar dan lambat laun akan tenggelam. Kita harus bekerjasama untuk memadamkan api yang sedang membara kerana kita semua adalah ibarat bom yang mau menyelamatkan semua orang. Kita tidak memiliki bahtera Nabi Nuh, maka kita musti bersatu dan menjalankan tugas masing-masing demi keamanan dan kesejahteraan sejagad.”
Syaikh Abdullah bin Mahfudh Ibnu Bayyah adalah seorang ulama yang lahir di desa Iqliq, Mauritania (Afrika), suatu wilayah yang sejak dahulu masyhur dengan semangat tradisi mengajinya. Beliau saat ini merupakan pakar ushul fiqh di King Abdul Aziz University Jeddah, Arab Saudi, dan mufti agung pemerintah Mauritania. Beliau menginisiasi suatu forum internasional dengan nama Forum Dakwah Perdamaian Umat Islam. [Zq]

*Sumber: Fanpage Pencinta Imam Abdullah bin Bayyah
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang