Unsur-unsur Alam dalam Gerakan Shalat

21 November 2015

Ini adalah dialog ringan namun penuh makna  yang disajikan dalam film Mama Cake (2012). Yakni obrolan Rio, seorang pemuda gimbal penganut 'agama cinta' dengan seorang musafir gondrong tentang makna gerakan-gerakan shalat. Dan penjelasan dari musafir gondrong ini begitu indah dan mengena. Penasaran? Ini dialog mereka;
Unsur alam dalam gerakan shalat
"Makan dulu. Gue tau lu belum makan dari siang 'kan?"

"Makasih.."

"Mmm.. Yo, kok lu nggak sholat?"

"Agama gue 'kan agama cinta. Jadi nggak perlu sholat sholat kayak gitu."

"Ooh oke."

"Mm, gue mau nanya nih. Dari dulu gue nggak pernah ngerti. Kenapa sih orang sholat musti jungkir balik kayak gitu? (nunjuk orang lagi sholat sunnah di dalam musholla). Trus, lu kenapa sholat?"

"Mmm.. Logikanya sih, di agama gue, orang yang paling deket sama Tuhan ngelakuin sholat Yo. Ya gue sebagai pengikutnya ya gue ngelakuin sholat.

Gini.. nih supaya lu bisa tambah ngerti.. Itu unsur api Yo, (nunjuk orang lagi sedekap sholat) vertikal, tegas, berani ngadepin hidup. Nah kalo ini nih sekarang horizontal (nunjuk orang lagi rukuk), unsur angin, angan, imajinasi, lu banget tuh Yo. Nggak keliatan tapi bisa dirasain. Bisa bikin kita terbang, bahkan bisa bikin satu kota berhamburan karena memang dahsyat kekuatannya.

Nah kalo ini unsur air Yo (nunjuk orang sujud), selalu mencari tempat terrendah. Menjaga dari sifat tinggi hati, low profile, fleksibel sama wadah apapun. Kalo sekarang nih unsur gunung (nunjuk orang posisi duduk), kokoh, kuat, tak tergoyahkan, menjaga bumi supaya nggak goncang."

"Api, air, angin dan bumi. Bersatu dengan alam."

"Iya, ini cara terbaik gue biar bisa menyatu sama alam. Dan ngelakuin gerakan sholat kayak gitu."




"Wah, empat unsur terpenting dalam hidup. Gue tau yang kelimanya: Cinta.."
"Bener banget lu. Liat nih sebentar lagi, ini yang namanya cinta. Menyebarkan rahmat ke alam semesta: Salam; assalamu 'alaykum wa rohmatulloh - assalamu 'alaykum wa rohmatulloh."

"Agama cinta.."

"Hehe. Tapi nggak cuma berhenti di situ Yo.."

"Apa?"

"Yang lebih kuat dari cinta, lebih tinggi, lebih lembut dan lebih hakiki dari yang namanya cinta."

"Lebih tinggi dari cinta?"

"Ikhlas."

"Ikhlas?"

"Kalo nggak ada ikhlas, tu semua elemen yang tadi tuh nggak ada artinya Yo. Harusnya mereka bikin 'Ada Apa Dengan Ikhlas deh, bukan Ada Apa Dengan Cinta. He he he."

"He, nggak lucu lu.."


~
Hmm, jadi, mau menyatu dengan unsur-unsur alam, sekaligus menebar cinta kasih dan berlatih keikhlasan? Maka mari shalat! [Zq]
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang