10 Fakta Tentang Ka’bah (6-10)

5 December 2015

SANTRIJAGAD ~ Tidak ada tempat di muka bumi ini yang lebih vital dan makmur sebagai kiblat manusia daam beribadah selain Ka’bah. Ribuan orang selalu mengelilingi bangunan di tengah Tanah Hijaz ini selama dua puluh empat jam penuh.
Ka'bah
Kiblat umat Islam yang dibangun kembali oleh bapak para nabi, Ibrahim as., ini memiliki banyak fakta yang perlu kita ketahui. Mungkin selama ini kesan kita ketika pertama kali mendangar ‘Ka’bah’ adalah; kubus, hitam, dan misterius. Mungkin setelah membaca artikel ini, pandangan itu akan berubah. Di antaranya ialah;
10. Sudah mengalami renovasi berkali-kali
Ka’bah yang kita lihat hari ini tidak sama persis dengan Ka’bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as. Dari waktu ke waktu, Ka’bah harus mengalami renovasi sebab kerusakan yang diakibatkan bencana alam maupun tingkah usil manusia.
Kita sudah tahu bahwa perbaikan Ka’bah juga pernah terjadi di masa Nabi Muhammad ketika beliau belum diangkat menjadi nabi. Saat itu beliau berpikir cepat agar tidak terjadi pertumpahan darah ketika harus menyatukan para pemimpin kabilah dalam peletakan Hajar Aswad.
Sejak saat itulah, perbaikan demi perbaikan terhadap kerusakan yang terjadi pada Ka’bah terus dilakukan dari masa ke masa. Renovasi terakhir terjadi pada tahun 1996, yakni penempatan ulang beberapa susunan batu-batu Kabah, serta penguatan pondasi, dan penggantian atap. Renovasi ini diperkirakan bisa bertahan lebih lama karena sudah menggunakan teknik modern dan bisa lebih stabil.
9. Pernah ada dua pintu satu jendela
Ka’bah dulunya mempunyai dua pintu; yakni pintu masuk dan pintu keluar. Ia juga pernah memiliki satu jendela di salah satu sisinya. Adapun Ka’bah hari ini hanya mempunyai satu pintu dan tidak berjendela sama sekali.
8. Kiswah lama; warna-warni!
Kita terbiasa melihat Ka’bah dalam bungkusan kiswah berwarna hitam pekat dengan sulaman kaligrafi emas. Pasti akan merasa aneh jika tiba-tiba melihat Ka’bah dalam nuansa full-colour! Begitulah, dahulu Ka’bah justru dibalut lembaran kiswah beraneka warna, termasuk hijau, merah, dan bahkan putih. Warna hitam menutupi Ka’bah dimulai sejak masa khilafah Abbasiyyah yang memang warna resminya adalah hitam.
7. Siapa juru kunci Ka’bah?
Pada masa Rasulullah saw., setiap aspek ritual haji diurus oleh kabilah-kabilah suku Quraisy yang berbeda-beda. Tiap kabilah bertanggung jawab penuh atas bidang yang dipegangnya masing-masing. Begitu pula dengan urusan ‘juru kunci’.
Pada saat Fathu Makkah, yakni ketika pasukan damai Rasulullah memasuki kota Mekah, beliau dipasrahi kunci pintu Ka’bah. Namun, dengan penuh kebijaksaan, beliau mengembalikan kunci itu kepada si pemberi, yakni Utsman bin Thalhah dari kalangan Bani Syaibah. Keluarga inilah yang sudah menjadi juru kunci Ka’bah sejak berabad-abad, dan Rasululla sendiri yang menegaskan peran itu kepada keluarga Bani Syaibah (atau: Bani Thalhah) hingga hari kiamat.
Maka, walau khalifah, sultan, dan raja sekalipun, mereka mematuhi apa yang sudah Rasulullah titahkan dan harus minta izin kepada keluarga kecil Mekah ini untuk bisa memasuki Ka’bah. Mau masuk Ka'bah? Oh, kita lihat saja video ketika pintu Ka'bah dibuka:

6. Dahulu Ka’bah terbuka bagi siapa saja
Dahulu, Ka’bah dibuka dua kali dalam sepekan, dan siapapun –para peziarah- dipersilakan masuk dan berdoa. Namun hari ini, menimbang banyak factor termasuk membludaknya jamaah haji maupun umrah, Ka’bah dibuka hanya dua kali dalam satu tahun, itupun terbatas hanya bagi tamu-tamu istimewa saja. [Zq]
*Sumber: muslimmatters.org
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang