Kisah Pencuri dan Raja

9 December 2015

Oleh: Kanthongumur

Setiap malam ada seorang raja yang duduk diam menyendiri karena memikirkan masa depan putri satu-satunya. Ia memikirkan siapa yang pantas untuk menjadi suami putrinya. Pada suatu malam, Sang raja memanggil menterinya untuk pergi malam hari itu ke masjid untuk mencari seorang pemuda yang lebih memilih berdoa dan beribadah dari pada tidur malam.

Dan bertepatan pada malam itu, ada seorang pencuri yang bertekad untuk masuk ke dalam masjid dengan tujuan mencuri sesuatu yang mungkin bisa diambil. Ia sampai pada masjid tujuan sebelum menteri dan pasukan sampai ke masjid.

Sang pencuri mendapati pintu masjid terkunci, akan tetapi dirinya bisa memanjat dan melompati tembok masjid. Pada saat ia mencari suatu yang berharga yang mungkin dapat dimanfaatkan, tiba-tiba ia mendengar suara seolah-olah ada seseorang yang membuka pintu masjid.

Ia sangat bingung, dan tidak ada jalan keluar baginya kecuali pura-pura melakukan sholat. Menteri dan pasukan akhirnya sampai ke masjid dan mendapati pintu masjid terkunci, kemudian dibukalah pintu itu. Dan mereka terbelalak karena melihat ada seseorang yang sedang melakukan sholat.

Sang menteri berkata: "Subhaanalloh, karena sangat gemar dalam melakukan sholat malam, dan ia mendapati pintu terkunci maka ia mungkin melompat pagar dan masuk ke masjid untuk sholat. Datangkanlah ia kepadaku setelah ia menyelesaikan sholat!!".

Sedangkan pencuri itu karena sangat takut, setelah salam langsung memulai kembali melakukan sholat. Melihat itu, pasukan bertambah heran atas ketaqwaan dan ibadahnya. Pada akhirnya, sang menteri memerintahkan untuk menunggu sampai ia selesai melakukan sholat, begitu ia salam para pasukan segera memegang tangannya sebelum ia memulai sholat kembali.

Begitulah yang terjadi. Mereka membawa pencuri itu ke istana raja. Dan setelah sang raja mendengar cerita dari menteri tentang pencuri itu, sang raja berkata: "Mungkin inilah pemuda yang telah lama aku cari-cari untuk menjadi pendamping putriku satu-satunya, engkau akan kujadikan suami putriku dan kelak engkau menjadi penerus kerajaanku".

Mendengar titah sang raja, pencuri itu kaget seolah-olah tidak percaya akan apa yang ia dengar. Ia menundukkan kepala seraya berkata:

"Wahai Tuhanku, Engkau jadikan aku sebagai menantu raja karena sholat yang aku buat-buat karena ketakutan. Lantas bagaimana jika aku melakukannya dengan ikhlas dan atas dasar iman!"

Hal ini menunjukkan sifat Jabbar dan Qohhar Allah. Bila tidak ada satu tujuan pun dalam hidup, itu berarti engkau tidak pergi ke suatu tempat, engkau hanya diam di tempat, sedangkan alam ini berjalan meninggalkanmu di belakang.

يا ربنا اغفر لنا ما مضى ووفقنا فيما بقي


Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2016 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang