Mengapa Ketika Marah Berteriak

3 December 2015

Oleh: Kantongumur
Seorang guru berjalan dengan para muridnya, mereka melihat ada sebuah keluarga yang sedang bertengkar saling berteriak.

Guru tersebut berpaling kepada muridnya dan bertanya: "Mengapa orang saling berteriak jika mereka sedang marah?".

Salah satu murid menjawab: "Karena kehilangan sabar, makanya mereka berteriak".

"Tetapi mengapa harus berteriak kepada orang yang tepat berada di sebelahnya? Bukankah pesan yang ia sampaikan bisa ia ucapkan dengan cara halus?". Tanya Guru menguji muridnya.

Muridnya pun saling beradu jawaban namun tidak satu pun jawaban yang mereka sepakati. Akhirnya Guru berkata: "Bila dua orang sedang marah, maka hati mereka saling menjauh. Untuk dapat menempuh jarak yang jauh itu, mereka harus berteriak agar perkataannya dapat terdengar. Semakin marah, maka akan semakin keras teriakannya, Karena jarak kedua hati semakin jauh".

"Begitu juga sebaliknya, di saat kedua insan saling jatuh cinta, mereka tidak saling berteriak antara yang satu dengan yang lain. Mereka berbicara lembut karena hati mereka berdekatan. Jarak antara dua hati sangat dekat, bila mereka semakin saling mencintai, mereka tidak lagi bicara. Mereka hanya berbisik dan saling mendekat dalam kasih-sayang. Pada Akhirnya , mereka bahkan tidak perlu lagi berbisik. Mereka cukup hanya dengan saling memandang. Itu saja. Sedekat itu lah dua insan yang saling mengasihi".

Sang guru memandangi muridnya dan mengingatkan dengan lembut: "Jika terjadi pertengkaran diantara kalian, jangan biarkan hati kalian menjauh. Jangan ucapkan perkataan yang membuat hati kian menjauh. Karena jika kita biarkan, suatu hari saja jaraknya, tidak akan lagi bisa ditempuh" [BM]


Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang