Menutup Aib Wanita yang Diperkosa

17 December 2015

Suatu hari di kota Baghdad, seorang wanita mendatangi Ahmad bin Mahdi dan menceritakan kepadanya, bahwa ia adalah anak gadis seseorang dan kini tengah mengalami musibah. Ia meminta Syeikh Ahmad Bin Mahdi bersumpah untuk menutup aibnya. Beliau pun bertanya kepada wanita tersebut : 

“ Musibah apa yang kau alami ?”

“ Aku diperkosa dan kini aku hamil. Dan aku telah berkata kepada masyarakat bahwa engkau adalah suamiku, ayah dari anak yang ku kandung ini. Tolong jangan permalukan aku. Tolong tutuplah aibku ini, semoga Allah menutup aibmu,” jawabnya

Syeikh Ahmad bin Mahdi terdiam dan wanita itu kemudian meninggalkan beliau begitu saja. Beberapa bulan kemudian, kepala desa dan sejumlah tetangga wanita itu datang mengunjungi Syeikh Ahmad untuk mengucapkan selamat, karena wanita yang mengaku sebagai isteri beliau itu telah melahirkan seorang putera. Syeikh Ahmad pun menampakkan wajah bahagianya kepada mereka semua dan keesokan harinya menyerahkan uang dua dinar kepada kepala desa agar diserahkan kepada wanita tersebut sembari berkata, “ Tolong serahkan uang dua dinar ini kepada isteriku agar ia dapat membiayai semua keperluan anaknya. Anak itu telah mempersatukan kami.”

Setelah itu setiap bulan Syeikh Ahmad mengirimkan uang dua dinar kepada wanita yang mengaku sebagai isterinya tersebut. Ketika mencapai usia dua tahun, sang anak meninggal dunia. Masyarakat pun berbondong-bondong mendatangi Syeikh Ahmad untuk mengucapkan bela sungkawa. Beliau menampakkan wajah pasrah dan ridha kepada mereka semua. Sebulan kemudian, di malam hari, wanita itu kembali mendatangi Syeikh Ahmad dengan membawa semua uang yang beliau kirimkan selama dua tahun tersebut. Wanita itu mengembalikan semua uang itu sembari berkata, “ Semoga Allah menutup aibmu sebagaimana engkau telah menutup aibku.”

“Semua uang ini dahulu telah kuniatkan untuk kuberikan kepada anakmu, sekarang ambillah untukmu, terserah engkau gunakan untuk apa,” jawab Syeikh Ahmad. [Akhmad Syofwandi]

*Sumber: Buku Akhlak Para Wali Karya Habib Naufal Alaydrus

Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang