Nyanyian Thala’al Badru Anak-anak Kanada untuk Para Pengungsi dari Suriah

13 December 2015

SANTRIJAGAD ~ Sebagaimana kita tahu, sejak terjadinya huru-hara di Suriah, ribuan orang dari negeri itu bermigrasi ke berbagai negara. Salah satunya di Kanada. Pesawat pertama yang mengangkut para pengungsi mendarat di Toronto, Kanada, kemarin Selasa (8/12). Mereka tiba dengan membawa harapan besar unuk kehidupan yang lebih baik daripada peperangan dan penderitaan.

Di hari itu, perdana menteri Kanada, Justin Trudeau, juga berada di bandara. Secara langsung ia menyambut kedatangan 163 pengungsi yang terbang dari Beirut, kemudian membagi-bagikan mantel hangat untuk mereka.
Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, ketika menyambut para pengungsi Suriah
Pada Jum’at (11/12) kemarin, tersebar video paduan suara yang terdiri dari anak-anak Kanada menyanyikan syair ‘Thala’al Badru’. Lagu ini disebut-sebut merupakan ungkapan sambutan bagi tetangga-tetangga baru mereka yang datang dari Suriah.

Video ini diunggah di Youtube dengan judul ‘Welcome To Canada Syrian Refugees’. Syair yang dinyanyikan ini sangat terkenal di kalangan kaum muslimin, terutama bangsa Arab. Yakni syair yang menurut beberapa riwayat didendangkan oleh masyarakat Madinah (kaum Anshar) pada saat kedatangan Nabi Muhammad saw. sebagai ‘pengungsi’ dari Mekkah dalam momen hijrah. Ini dia videonya:

Berikut ini liriknya (Arab/Inggris/Indonesia);

طلع البدر علينا
ṭala‘a 'l-badru ‘alaynā
Oh the white moon rose over us
Telah terbit purnama bagi kita

من ثنيات الوداع
min thaniyyāti 'l-wadā‘
From the valley of Wada'
Dari Tsaniyyat al-Wada’

وجب الشكر علينا
wajaba 'l-shukru ‘alaynā
And we owe it to show gratefulness
Wajib bagi kita untuk bersyukur atasnya

ما دعى لله داع
mā da‘ā li-l-lāhi dā‘
Where the call is to Allah
Sepanjang diserukan panggilan bagi Allah oleh para penyeru

أيها المبعوث فينا
’ayyuha 'l-mab‘ūthu fīnā
Oh you, who were raised among us
Wahai engkau yang diutus untuk kami

جئت بالأمر المطاع
ji’ta bi-l-’amri 'l-muṭā‘
Coming with a word to be obeyed
Engkau dating membawa wahyu yang harus dipatuhi

جئت شرفت المدينة
ji’ta sharrafta 'l-madīnah
You have brought to this city nobleness,
Dengan kedatanganmu maka mulialah kota ini

مرحبا يا خير داع
marḥaban yā khayra dā‘
Welcome best caller to God's way
Selamat datang duhai sebaik-baik penyeru

Atas video ini, serta kebijakan yang diambil oleh pemerintah Kanada, banyak pujian yang dilayangkan. Termasuk yang disampaikan oleh Syaikh Hamza Yusuf (Zaytuna College, California) melalui fanpage resminya hari ini (13/12);

"Kakek dari jalur ibu ayah saya, Archibald Chisholm, yang dahulu pindah ke Minnesota, berasal dari Ontario Kanada. Saya pribadi mencintai Kanada sebab keindahan alam dan keindahan budi orang-orangnya. Sikap semacam ini, di tengah sentien anti-Muslim yang dihembuskan dimana-mana dan bisa kita rasakan saat ini, merupakan bukti bahwa orang baik dari semua keyakinan maupun latar belakang telah menggugurkan semua sentiment itu. Ketika berita-berita tentang tekanan yang ditujukan kepada kaum muslimin begitu menonjol, kita juga perlu menekankan dan mengingatkan diri kita sendiri bahwa hal-hal baik juga terjadi di masa-masa penuh cobaan ini.

Ketika dunia mempunyai tawon penyengat, ia juga punya lebah madu. Begitu pula, banyak hiu pemangsa berkeliaran di samudera, namun ingat bahwa Tuhan bagi hiu-hiu itu adalah juga Tuhan bagi lumba-lumba yang telah menyelamatkan banyak pelaut. Disebutkan di dalam Al-Qur’an; “Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. maukah kamu bersabar?” (Al-Furqan: 20)

Tetangga saya sendiri (non-muslim, red.), merasa ngeri dengan kejadian-kejadian akhir-akhir ini, ia mengirimkan kepada saya pesan yang begitu indah bahwa ia merasa tidak enak dengan banyaknya kecaman terhadap umat Islam, dan ia turut berbahagia karena bertetangga dengan kami (orang Islam). Klip video ini menunjukkan paduan suara anak-anak Kanada dari berbagai etnis dan keyakinan berbeda-beda. Ini adalah alasan yang begitu nyata, bahwa kita tidak hanya ingin hidup bersama dan saling menghormati. Apapun yang dikatakan orang-orang eksrim dan fanatik, tetap mereka pun pasti punya hati untuk merasakannya. Terima kasih Kanada.”
Saat ini, video tersebut sudah ditonton oleh lebih dari 300.000 pemirsa dan menciptakan efek haru yang luar biasa bagi netizen di seluruh penjuru dunia. Semoga para pengungsi bisa menjalani kehidupan yang lebih baik. [Zq]
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang