Perayaan Maulid di Berbagai Penjuru Dunia (2 - Eropa)

11 December 2015

SANTRIJAGAD ~ Setiap tahun, hari kelahiran Nabi Muhammad saw dirayakan dengan berbagai kegiatan yang berbeda di beberapa bagian Eropa. Di hampir setiap negara di Eropa, kaum muslimin berkumpul pada malam yang diberkati ini, untuk berdoa dan bersuka cita bersama-sama. Umumnya, acara-acara ini diadakan di pusat-pusat komunitas, semisal masjid aau Islamic Centre.

Misalnya di London, Inggris, acara dimulai dengan pembacaan Al-Qur'an, dilanjutkan dengan ceramah tentang pentingnya peran organisasi-organisasi ini berperan dalam memperkuat ikatan antar-muslim, pembacaan nasyid dalam bahasa yang berbeda dari berbagai latar belakang etnis, lalu digelar jamuan untuk para tamu. Di luar London, banyak lagi organisasi atau perkumpulan uma Islam yang menyelenggarakan perayaan maulid di berbagai daerah. Berbagai kegiatan disusun, seperti konferensi, ceramah, seminar, kompetisi, kuis, parade maulid, pembacaan Al-Qur'an dan tentu saja salawat salam untuk Nabi.
Maulid di Bolton, Inggris
Di Spanyol, sebuah negara Eropa dengan populasi muslim yang sangat besar, perayaan kelahiran Nabi Muhammad bisa ditengok dari sejarah tentang Granada dan Andalusia. Perayaan Maulid menjadi hari libur resmi di Mesir dan Afrika Utara mulai abad ke-10 atau ke-11. Setelah hari libur maulid ini populer di Afrika Utara pada akhir abad ke-13 (hingga hari ini), maka dengan cepat menyebar ke seluruh Granada.
Maulid di Granada, Spanyol
Di masa lalu, perayaan maulid di Andalusia tidak berbeda dengan perayaan di Timur Tengah. Misalnya, di abad ke-14, perayaan Maulid di Granada digelar sepanjang malam, selama dua belas jam, dimulai dengan shalat Maghrib saat matahari terbenam, shalat Isya ', hingga shalat Subuh di fajar pagi selanjutnya. Di acara ini disediakan makan malam, makanan ringan larut malam, dan sarapan di pagi berikutnya. Berbagai macam makanan disajikan untuk para tamu. Makanan penutup terdiri dari kue-kue yang dibuat dengan gula, juga ada air mawar dan buah-buahan, seperti ceri dan apel dari Granada, buah ara kering dari Almunecar, dan buah delima dan anggur dari Malaga.

Maulid di Perancis
Lantunan kasidah didendangkan oleh para munsyid yang berbeda sepanjang malam. Selain kewajiban shalat jamaah dan bacaan Al-Quran, acara malam itu diisi pembacaan kasidah dan puisi-puisi klasik abad pertengahan.

Jerman dan Perancis, negara-negara di mana populasi besar kaum muslimin bermigrasi di masa lalu, juga digelar perayaan maulid. Di Jerman, umat Islam berkumpul bersama di masjid dan aula untuk merayakan kelahiran Nabi. Di Perancis, perayaan maulid Nabi Muhammad telah menjadi tradisi dalam beberapa dekade terakhir.

Di negara-negara lain seperti Belgia, kelahiran Nabi Muhammad dirayakan dengan berbagai kegiatan, seperti di negara-negara Eropa lainnya. Di Polandia telah menjadi tradisi bagi kaum muslimin di sana untuk berdoa bersama di masjid-masjid, kemudian mengunjungi kerabat pada hari yang diberkati ini.

Sedangkan di Rusia, perayaan maulid diselenggarakan dalam ruangan konser besar, dihadiri ara ulama, anggota parlemen Rusia, sejumlah akademisi, penulis, serta orang-orang dari latar belakang dan etnis yang berbeda. Lomba puisi disusun untuk memilih puisi terbaik yang mengungkapkan cinta untuk Nabi. Lagu-lagu Islami dinyanyikan oleh berbagai kelompok dan anak-anak.
Maulid di Rusia
Salah satu perayaan maulid paling antusias digelar di Ukraina. Mufti Ukraina menyelenggarakan kegiatan Maulid di aula besar dengan ribuan orang yang hadir. Acara ini dimulai dengan pembacaan Al-Qur'an, lalu kelompok nasyid menyenandungkan syair-syair Islam berbahasa Arab, Rusia, Turki dan Tatar. Kehidupan Nabi dikisahkan disertai dengan visualisasi yang indah. Setelah acara ini, permen-permen dibagi-bagikan oleh anak-anak untuk para tamu.

Di Denmark, ada asosiasi wanita yang mengatur perayaan maulid. Dalam program tersebut, kompetisi syair juga diadakan untuk kategori usia yang berbeda. Acara dimulai dengan pembacaan Al-Qur'an setelah shalat Dzuhur. Kemudian syair dinyanyikan untuk memuji Nabi Muhammad, lalu ada ceramah keagamaan. Di sini juga berbagai hadiah diberikan kepada para wanita dan anak-anak, acara berakhir dengan salaam kepada Nabi Muhammad dan doa.

Maulid Nabi Muhammad juga dirayakan di Austria. Di Belanda, kelahiran Nabi Muhammad dirayakan dengan berbagai kegiatan. Perkumpulan besar dihelat selama berhari-hari, di aula besar dan dihadiri orang-orang dari latar belakang etnis yang berbeda (Maroko, Arab, Turki, dan asli Belanda). Kehidupan Nabi Muhammad disosialisasikan di acara ini. Di jalan-jalan, mereka membagikan mawar yang disisipi kertas kecil bertuliskan hadits Rasulullah. Dalam momen ini, sumbangan dan makanan pun dibagi-bagikan.
Maulid di Amsterdam, Belanda
Di Yunani, kaum muslimin berkumpul di Syntagma Square, di ibukota Athena, mereka menyenandungkan syair Islami untuk merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad. Kemudian Al-Qur'an dibacakan dan diakhiri dengan doa bersama.
Maulid di Bulgaria
Inilah sekelumit jendela tentang perayaan-perayaan maulid di Eropa. Di bawah panji Baginda Nabi Muhammad, kita semua satu keluarga. Semoga setiap kaum muslimin, baik yang merayakan maulid secara seremonial maupun tidak, betul-betul memahami dan menghayati kecintaan dan kerinduan kepada Baginda Nabi Muhammad. Sholluu ‘ala al-Habiib! Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammadin wa ‘alaa Aalihii wa Shohbihi Ajma’iin. [Zq]

Baca juga:
Perayaan Maulid Nabi di Berbagai Penjuru Dunia (1 - Afrika)
Perayaan Maulid Nabi di Berbagai Penjuru Dunia (2 - Eropa)
Perayaan Maulid Nabi di Berbagai Penjuru Dunia (3 - Asia & Australia)
Perayaan Maulid Nabi di Berbagai Penjuru Dunia (4 – Timur Tengah & Amerika)
Video Perayaan Maulid Nabi di Berbagai Negara
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang