Tingginya Derajat Segala Sesuatu yang Berhubungan Dengan Nabi Muhammad saw

1 December 2015

Oleh : Dr. Ali Jumu'ah ( Mufti Agung Mesir)



SANTRIJAGAD ~ Allah swt memuji dengan segala bentuk pujian terhadap segala hal yang berhubungan dengan Nabi Saw., karena itulah Allah swt. memuji nasab beliau, mengagungkan derajat istri-istri beliau, meninggikan segala urusan beliau, dan bersumpah dengannya. Di antara pujian Allah swt terhadap nasab Nabi saw. adalah Firman-Nya, “ Dan ( melihat pula ) perubahan gerak badanmu diantara orang-orang yang sujud.” ( Q.S Asy-Syu’ara : 219 ). Dalam menafsirkan ayat ini, Ibnu Abbas berkata, “ Yakni dalam tulang sumsum nenek moyang Nabi Adam a.s., Nabi Nuh a.s., dan Nabi Ibrahim a.s. sampai dilahirkannya Nabi saw.


Nabi Muhammad saw. adalah orang yang paling mulia nasabnya secara mutlak, sebagaimana dinyatakan oleh beliau sendiri dalam sabdanya yang diriwayatkan dari Watsilah bin Al aqsa, “ Sesungguhnya Allah swt. memilih  Isma’il a.s. dari keturunan Ibrahim a.s., memilih Bani Kinanah dari keturunan Isma’il a.s., memilih Quraisy dari keturunan Bani Kinanah, memilih Bani Hasyim dari keturunan Quraisy dan memilihku dari keturunan hasyim. Dan di riwayatkan dari paman Beliau, Abbas r.a., bahwasanya Nabi saw. pernah bersabda, “ Sesungguhnya Allah swt. menciptakan makhluk, dan menjadikanku sebagai makhlluk terbaik diantara mereka dan yang terbaik masanya. Kemudian Allah swt. memilih beberapa kabilah, dan menjadikanku termasuk dalam kabilah, dan menjadikanku termasuk dalam kabilah yang terbaik. Kemudian Allah swt memilih rumah-rumah, dan menjadikanku termasuk dalam rumah yang paling baik. Aku adalah orang yang terbaik di antara mereka dan terbaik rumahnya. 

Allah swt. memuji para istri Nabi saw., dan ini hanya bisa di capai oleh mereka karena mereka memiliki hubungan yang erat dengan Nabi saw., Allah swt. berfirman, “ Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita lain.” ( Q.S Al-Ahzab: 32). Pada ayat yang lain, Allah swt, juga berfirman, “ Dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka.” (Q.S Al-ahzab:6).

Ketika waktu memiliki hubungan dengan Nabi saw., maka Allah swt. memuji waktu tersebut, mengagungkannya dan menggunakannya untuk bersumpah, yakni bersumpah dengan umur beliau. Allah swt. berfirman, “ (Allah berfirman), ‘ Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)”. “ ( Q.S Al-Hijr: 72). Allah swt. tidak pernah satu kali pun bersumpah dengan menggunakan umur makhluk-Nya, kecuali umur kekasih-Nya dan nabi pilihan-Nya, Muhammad saw.

Allah swt. telah menjadikan masa kenabian Nabi saw. sebagai masa terbaik. Beliau pernah bersabda, “Sebaik-baik abad adalah abadku.” Sabda Nabi saw. yang saya paparkan di depan juga menginformasikan hal yang sama, yaitu “ Sesungguhnya Allah swt menciptakan makhluk dan menjadikanku sebagai terbaik di antara mereka, dan yang terbaik masanya.” Betapa mulia waktu diutusnya Nabi saw., dan betapa agung masa kehidupan Beliau saw di dunia ini. Seandainya kedua masa ini tidak ada hubungannya dengan Nabi saw., maka kedua masa itu tidak akan menempati kedudukan semulia itu.

Allah swt. juga memuliakan tempat yang berhubungan dengan Nabi saw., yaitu bersumpah dengan kota makkah saat beliau tinggal di sana . Allah swt. berfirman, “ Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini ( Mekah) dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini.” ( Q.S al-Balad: 1-2 ).

Allah swt. memuliakan Madinah dan menjadikannya sebagai tanah haram ( Selain mekah) semata-mata karena kota tersebut memiliki hubungan dengan Nabi saw., Allah swt. menjadikan pahala shalat di masjid beliau, yakni Masjid Nabawi-masjid yang di Nisbatkan kepada diri Nabi saw-dengan pahala seribu kali lipat dibandingkan dengan shalat di masjid lain selain Masjidil Haram.[Akhmad syofwandi]

Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang