Konsensus Konferensi Ulama Thoriqoh 2016

16 January 2016

SANTRIJAGAD - Berikut ini dokumen konsensus para ulama thoriqoh dari berbagai dunia yang bermusyawarah dalam Konferensi Ulama Thoriqoh pada Jumat dan Sabtu (15-16/01) di Pekalongan, Jawa Tengah.


Konferensi ini mengangkat tema Konsep dan Urgensi Bela Negara dalam Pandangan Islam. Saat ini di negara-negara kaum muslimin, termasuk Indonesia mengalami krisis di hampir semua aspek kehidupan. Mulai dari ekonomi, pendidikan,sosial budaya, politik dan teknokogi informasi. Bahkan di negara Timur Tengah seperti Yaman, Suriah, Irak, Aljazair dan Lebanon, negara seolah tidak berdaya untuk mengatasinya.

Ini disebabkan serangan yang sistemik dari dunia luar dengan model penjajahan baru yang mampu menghancurkan mentalitas, karakter dan identitas bangsa. Selain tentunya rasa nasionalisme dari setiap warga mulai luntur.Maka tak heran jika hari ini, kebodohan,kemiskinan, ketidak adilan dan ketergantungan kepada negara asing serta peperangan dalam segala yang paling buruk menjadi pemandangan dalam negara-negara tersebut.

Atas dasar inilah Konferensi Ulama Thoriqoh yang berlangsung pada Jum'at, 15 Januari 2016 di kota Pekalongan menyusun konsesus tentang bela negara sebagaimana berikut:

1. Negara adalah tempat tinggal di mana agama diimplementasikan dalam kehidupan.
2. Bernegara merupakan kebutuhan primer dan tanpanya kemaslahatan tidak terwujud.
3. Bela negara adalah di mana setiap warga merasa memiliki dan cinta terhadap negara sehingga         berusaha untuk mempertahankan dan memajukanya.
4. Bela negara merupakan suatu kewajiban seluruh elemen bangsa sebagaimana dijelaskan Al-Quran dan Hadis.
5. Bela negara dimulai dari membentuk kesadaran diri yang bersifat ruhani dengam bimbingan para   ulama.
6. Bela negara tidak terbatas melindungi negara dari musuh atau sekedar tugas kemiliteran,                 melainkan usaha ketahanan dan kemajuan dalam semua aspek kehidupan seperti ekonomi,               pendidikan, politik, pertanian, sosial budaya dan teknologi informasi.
7. Bela negara menolak adanya terorisme,radikalisme dan ekstrimisme yang mengataasnamakan       agama.
8. Untuk mewujudkan bela negara dibutuhkan empat pilar, yaitu ilmuwan, pemerintahan yang kuat,   ekonomi dan media.
9. Menjadi Indonesia sebagai inisiator bela negara yang merupakan perwujudan dari islam rahmatan   lil alamin.

Demikian konsesus bela negara yang dirumuskan dalam konferensi tersebut.

Yang menyepakati:
1. Habib Muhamnad Lutfi bin Yahya. ( Indonesia )
2. Dr. Syekh Muhammad Adnan al-Afiyuni.( Suriah )
3. Dr. Syekh Aziz al-Idrisi. ( Maroko )
4. Prof. Dr. Syekh Muhammad Fadhil al-Jailani. ( Turki )
5. Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya. ( Yaman )
6. Dr. Syaikh Aziz Abidin. ( USA )
7. Syekh 'Aun Mu'in al-Quddumi. ( Yordania )

Hasil konsensus ini dibacakan oleh Habib Ali bin Hasan al-Bahr di Gedung Pertemuan Haji Djunaid, Pekalongan. Semoga menjadi motor penggerak bagi kaum muslimin di Indonesia sebagai pelopor bagi Islam dan perdamaian di dunia. [Akhmad Syofwandi]

*Reporter: A. Hasbi Faqih al-Yamani
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang