Syeikh 'Aun Muin al-Qodumi : Dari Dakwah Damai hingga Kemandirian Ekonomi

17 January 2016

Oleh : Syaikh 'Aun Muin al-Qodumi


Digambarkan secara luas bahwa setiap projek yang diharapkan berhasil dan sukses harus memenuhi empat aspek, yakni : Aspek pertama meliputi Ilmu, pendidikan dan dakwah. Hal ini merupakan langkah awal untuk menjelaskan wahyu ( Al-Qur'an al-Karim ), penjabaran-penjabarannya dan menjelaskan mengenai aspek-aspek tsawabit  dalam agama. Baik dari sisi vertikal ( Ibadah) dan sisi horizontal ( Muamalah) yang di sandarkan pada dalil-dali kitab dan sunah. Aspek kedua meliputi pemerintah dan pengambil kebijakan. aspek ini bisa berbentuk lembaga-lembaga yang mempunyai fungsi sebagai pembuat kebijakan dan mengatur tata kelola masyarakat. Aspek ketiga meliputi Ekonomi dan Pendanaan. Tidak bisa kita pungkiri, setiap projek yang kita buat dalam rangka membangun masyarakat pasti akan berhadapan dengan masalah ekonomi dan pendanaan. oleh karena itu, aspek ekonomi dan pendanaan merupakan aspek yang cukup penting. Aspek Keempat meliputi informasi, komunikasi dan opini publik.  

Setiap Projek memerlukan implementasi pada bidang-bidang tertentu, dalam hal ini bidang yang akan di pilih untuk pengimplementasian projek ini adala : Bidang penelitian dan kajian, Bidang dakwah lapangan berbasis keilmuwan dan dzauq, bidang informasi dan komunikasi dan Bidang swasembada dan kemandirian.
.
Dalam mengimplementasikan projek ini pada bidang penelitian dan kajian. Terlebih dahulu menyiapkan kajian dan meneliti pandangan publik untuk mengamati gerakan pemikiran baik impor maupun yang sudah eksis, ke mana arah kecenderungan pemikiran dan kecenderungan dakwahnya.
kemudian menerbitkan kajian-kajian penelitian mengenai tema-tema problematis berdasarkan pemahaman syara' dan mengumpulkan para pakar dan peneliti dalam bidang-bidang yang perlu dikaji, dikritisi dan didalami.

Dalam mengimplementasikan projek ini pada bidang dakwah lapangan berbasis keilmuan dan dzauq,
yang harus di lakukan pertama adalah memasyarakatkan halaqah-halaqah pengajian yang sanad keilmuwan pengajarnya bersambung sampai Rasulullah. Dan menjunjung prinsip al-tawasuth dan i'tidal ala ahlussunnah wal-jamaah dengan berbagai mazhab fiqh dan tasawuf-nya. Hal ini akan berguna untuk menghidupkan jiwa individu dan masyarakat. Kemudian yang kedua, menghidupkan acara-acara keagamaan yang variatif sepanjang tahun serta mengintegrasikannya dengan adat dan budaya otentik dalam.masyarakat yang dapat mengikat generasi dengan identitas. Yang ketiga, mengadakan muktamar-muktamar ilmiah dan pertemuan-pertemuan khusus,serta workshop-workhsop untuk membincangkan pemikiran-pemikiran aktual yang sedang berkembang di tengah masyarakat. Yang keempat, merancang program pembekalan kompetensi dakwah bagi para imam, khatib, juru dakwah untuk menyosialisasikan manhaj rahmah dan moderat, i'tidal dan damai di rumah, masjid, lembaga pendidikan dan lembaga-lembaga kepemudaan. Dan yang terakhir, mengundang para da'i yang berkompeten dan berpengaruh untuk memperkokoh prinsip dialog dengan berbagai komponen masyarakat.

Dalam mengimplementasikan projek ini pada bidang Informasi dan Komunikasi yakni mengharuskan untukl memanfaatkan tekhnologi informasi dan komunikasi dengan sebaik mungkin. Langkah konkrit mengimplementasikan pada bidang informasi dan komunikasi  dengan menyebarkan dan membagikan leaflet, buku-buku kecil dan buku literatur-literatur yang sudah diterbitkan dan banyak sekali, memproduksi program-program informasi baik audio atau visual dan menyiarkanya melalui channel-channel radio, televisi dan jejaring sosial di internet dan menyiapkan komunitas yang ahli dalam bidang informatika dan mempunyai kompetensi beragam dalam bidang-bidang kerja yang berkaitan dengan teknologi informasi.

Dan yang lebih dari itu, bahwa swasembada dan kemandirian masyarakat di suatu daerah merupakan point yang paling vital. Sebaik apapun implementasi-implementasi pada bidang yang lain kalau masyarakatnya tidak swasembada dan tidak mandiri akan sangat sulit untuk merealisasikan projek itu. Dalam rangka menuju swasembada dan kemandirian yang perlu dilakukan adalah memotivasi semangat para pemuda untuk konsen dalam bidang-bidang produksi berskala kecil, memperkokoh prinsip swasembada dan kemandirian baik pada tingkatan rumah tangga, lembaga, masyarakat, bangsa dan umat dan menegaskan pentingnya profesi dan spesialisasi keahlian dalam rangka menjaga tanggung jawab warisan kenabian dan realita kekinian.

Ide, usulan dan pemikiran ini perlu diimplementasikan menjadi action plan (perencanaan tindakan) yang tentunya harus diselaraskan secara matang dengan kondisi zaman. Mekanisme penerapan, pihak pelaksanaan dan draft pendokumentasianya untuk memanage projek ini sehingga target-targetnya dapat tercapai pada setiap segmenya yang berbeda-beda.[Akhmad Syofwandi]

* Sumber : Makalah yang di persentasikan Syaikh Aun Muin Al-Qodumi di Konferensi Ulama Thoriqoh di Pekalongan ( 16/05/2015)



*Reporter : Ahmad Hasbi Faqih


Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2016 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang