Mbah Yai Maimoen Zubair dan Kezuhudannya

26 January 2016

a

Suatu saat saya bertamu ke rumah KH Maimun Zubair kebetulan saat itu tamu lumayan banyak. Seperti biasa, para tamu mengemukakan permasalahan dan keluh kesahnya satu satu termasuk saya. Berada satu ruang an bersama Beliau rasanya tenang sekali, adem sekali.

Diantara nasehat Beliau yang saya ingat adalah, " Kalau engkau berangkat haji, jangan engkau pakai kain ihrom dari bank. Beli sendiri saja, terus kain ihrom itu berikan orang lain atau kamu buat kemul (selimut) saja." Demikianlah kehati-hatian Beliau.

Diceritakan dari salah satu khodim (pelayan) Beliau,, Kang Hadziq Demak bahwa Mbah Mun kalau menyimpan uang dalam lemari selalu dibeda-bedakan. Antara uang dari ceramah, dari partai,  dari hasil warung dan dari hasil pertanian. Uang-uang tersebut tidak ada yang tercampur, semua letaknya sendiri-sendiri. 

Kalau  ada keperluan ceramah Beliau pakai uang ditumpukan uang hasil ceramah juga, kalau untuk politik Beliau pakai uang dari hasil politik dan kalau untuk makan Beliau dan keluarga memakai uang hasil sawah dan warung. Demikianlah kezuhudan Beliau.

Diceritakan bahwa jika keluarga Beliau ke jakarta untuk urusan politik, beliau membawa beras sendiri dari rumah yang nyata dari harta halal. Pernah juga saya "sowan" bersama seorang tamu. Rupanya tamu tadi tiap kali datang minta uang pada Mbah Mun. Seperti biasanya, Mbah Mun memberi uang padanya. Kemudian orang tadi berkata, " Mbah, nanti bulan puasa saya tidak akan datang kesini." Mungkin maksud orang tadi dia tidak mau merepotkan Mbah Mun. Mendengar kata kata orang tadi maka langsung Mbah Mun "marah" dan dawuh, " Lha nanti kalau sampean tidak datang kesini siapa yang saya beri, kamu harus tetap datang ya." [Akhmad Syofwandi]

Sumber: Postingan Facebook Toha Mahsun
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang