Pesan Menggetarkan Mufti Suriah tentang Pentingnya Negara

19 January 2016

Oleh : Syaikh Adnan Al-Afyuni ( Mufti Madzhab Syafi'i Suriah )


SANTRIJAGAD ~ Pada acara Konferensi Ulama Thoriqoh  yang diadakan di pekalongan beliau menyadarkan kepada para peserta konferensi tentang betapa pentingnya  bela negara, beliau mengatakan :

“ Ketika seseorang sudah merasakan negaranya porak poranda dan sedikit demi sedikit mengalami kehancuran, sumber daya alam negaranya menjadi bahan bancakan negara kapitalis-kapitalis asing, hingga tanah airnya menjadi medan pertempuran yang sengit sampai tak ada harapan untuk hidup didalamnya. Mereka baru akan memahami dan menyadari  seberapa pentingnya nilai sebuah negara".

“ Ketika seseorang melihat tanah airnya mengalirkan airmata darah, burung gagak mengintai bersiap untuk berpesta memakan bangkai-bangkai manusia akibat peperangan. Dengan keyakinan penuh ia akan memahami dan menyadari betapa pentingnya nilai sebuah negara"

“ Ketika seseorang melihat saudara sebangsanya berlarian tercerai berai keberbagai belahan dunia,mencari makan dengan penuh kehinaan, tidur beralas ketidakberdayaan dan sehari-hari menelan kepahitan serta menahan kesabaran. Sungguh ia akan memahami dan menyadari bagaimana pentingnya nilai sebuah negara"

“ Ketika seseorang sudah tidak dapat lagi mendengarkan canda dan tawa, riang gembira dan kebahagiaan anak-anak dan sudah tidak dapat mendengarkan kicauan merdu suara burung-burung yang berganti dengan suara desingan martir dan peluru. Sungguh ia akan memahami dan menyadari betapa pentingnya nilai sebuah negara.”

“ Ketika seseorang sudah kehilangan asa dan harap. Merasa hampa karena kehilangan semangat hidup dan masa depan serta kehilangan cahaya  kebahagiaan, Sungguh ia akan memahami dan menyadari dengan penuh keyakinan hati dalam dirinya bagaimana pentingnya nilai sebuah Negara”. [Akhmad Syofwandi]

*Reporter ; Ahmad Hasby Faqih 

Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2016 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang