Khalid al-Miski; Harum Miski dari Bau Busuk dan Menjijikan

10 March 2016

Khalid al-Miski adalah seorang pemuda yang tampan, rajin beribadah, wara’, ikhlas, rajin bekerja, dan amanah. Dia seorang pedagang keliling kampung yang membawa barang dagangannya di atas kepala.
 
Salah seorang wanita cantik tertarik pada Khalid al-Miski yang tampan. Suatu hari, wanita ini memanggil Khalid dengan maksud akan membeli barang dagangannya. Ia telah merancang tipu dayanya, lalu Khalid di minta agar masuk ke dalam rumahnya dengan alasan ia akan membeli dagangannya. Ternyata, ia segera mengunci pintu-pintu rumahnya, kemudian berkata, “Kamu akan celaka, jika tidak mau melayani aku! Sebab aku akan mempermalukanmu di depan umum sehingga mereka menuduhmu ingin memperkosaku.”
 
 Ilustrasi Pasar di Makkah
 
Khalid berusaha mengalihkan pembicaraan, tetapi tanpa membuahkan hasil. Lalu, Khalid memperingatkannya dengan janji dan ancaman Allah. Akan tetapi setan telah menguasai wanita cantik tersebut dan membutakan mata hatinya.
 
Ketika Khalid yakin bahwasanya ia tidak bisa menyelamatkan diri dari ancaman wanita tersebut, maka ia tampakkan dirinya menyetujui permintaannya dan meminta izin untuk berbenah diri di kamar mandi. Wanita itu bahagia dan setuju. Khalid pun masuk ke kamar mandi dan berpikir bagaimana caranya agar dapat terhindar dari godaan ini. Kemudian, Allah SWT memberi petunjuk, sekalipun nanti tubuhnya akan kotor. Tidak masalah, asalkan ia dapat menghindarkan diri dari maksiat yang pasti mendatangkan murka Allah SWT. Kemudian, Khalid melumuri wajah dan tubuhnya dengan tinja, dengan demikian tercium bau tidak enak, kelihatan jelek, dan menjijikan.
 
Khalid keluar dari kamar mandi, begitu wanita tersebut melihat Khalid kotor dan menjijikan, ia menghardik dan menyuruhnya keluar serta mengusir dari rumahnya. Pemuda tersebut lari dan meninggalkan rumah wanita untuk menyelamatkan diri dan agamanya.
 
Tak lama kemudian, Allah mengganti bau busuk dan menjijikan itu dengan bau yang harum bagaikan minyak miski. Setiap kali Khalid berkeliling untuk berdagang, dari kejauhan orang-orang pun sudah mengetahui kedatangannya sebelum mereka melihat Khalid, yaitu dengan mencium baunya yang harum. Sejak saat itu, orang-orang memanggilnya Khalid al-Miski. [bq]
 
Sumber: MataAir, Vol 30 Tahun 2009 Halaman 12

Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang