Ngaji Pasanan Mbah Maimun: Antara Ilmu dan Watak

22 June 2016

OLEH: KH. MAIMUN ZUBAIR*

Ma'rifah (pemahaman yang muncul dari usaha memahami) merupakan perkara yang mendorong kepada semua ketaatan. Sedangkan sifat yang menjadi watak akan mendorong kepada sebagian ketaatan saja. Apabila dalam suatu aksi terkumpul dua pendorong itu, maka aksi tersebut akan menjadi kokoh dan bisa langgeng.

Contoh, pemberian dari orang yang memahami serta dermawan akan lebih kokoh dan sempurna daripada pemberian orang yang tidak memahami serta kikir. Hal itu, karena pemahaman serta watak kedermawanannya akan mendorong untuk memberi.

Begitupun pencegahan diri atas perbuatan jelek orang yang memahami serta pemalu akan lebih sempurna daripada pencegahan diri atas perbuatan jelek orang yang tidak ada pemahaman serta tidak ada rasa malu. Hal itu karena pemahaman serta rasa malunya akan mencegah dirinya dari perbuatan jelek.

Dalam hal ini, Rasulullah bersabda:

الناس معادن كمعادن الفضة والذهب خيارهم في الجاهلية خيارهم في الإسلام إذا فقهوا

“Manusia itu bagaikan pertambangan, sebagaimana pertambangan emas dan perak. Orang-orang yang terpilih dari mereka pada zaman jahiliyyah juga merupakan orang-orang yang terpilih pada zaman Islam apabila mereka pandai (faqih).”

Hal itu karena watak, kepandaian (kefaqihan) serta keimanan mereka akan mendorong terhadap akhlak yang mulia, sehingga akhlak itu menjadi lebih kokoh dan sempurna.

Perumpamaannya begini: Melukis jika dilakukan oleh orang yang berbakat dan juga belajar ilmu lukis, tentu hasilnya lebih baik daripada lukisan orang yang tidak berbakat, atau lukisan orang tidak pernah belajar ilmu lukis, atau lukisan orang yang tidak berbakat dan tidak pernah belajar ilmu lukis. Belajar ilmu lukis yang membuat ia pandai melukis adalah ma'rifat. Sedangkan bakat melukis adalah watak. [Zq]

*Artikel ini merupakan kutipan pengajian kitab Syajaratul Ma’arif wal Ahwal bersama KH Maimun Zubair di Musholla al-Anwar, Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang, Selasa Pon 2 Romadlon 1437H/ 6 Juni 2016M ba'da Dluhur. Ditulis oleh Kanthongumur, disunting oleh Santrijagad.
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2016 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang