Cara Dukun Menggandakan Uang

2 October 2016

OLEH: AHMAD MUNDZIR

Orang hidup serba berkecukupan itu sah dan tidak dilarang. Bahkan di dalam Islam ada tuntunannya. Misal, barangsiapa yang mendawamkan surah Al-Waqi'ah, akan diberi kecukupan (lebih) oleh Allah Ta'ala. Atau tips dari KH. Sya'roni Ahmadi (ulama ahli Al-Qur'an dari Kudus), jika membuka tempat usaha baru, bacakan ayat "Rabbana inni askantu...." (dan seterusnya, Surah Ibrahim ayat 34) sebanyak 313 kali. Artinya, berusaha kaya itu boleh, namun secara lahiriah harus dengan metode dan cara yang syar'i.

Sekitar tahun 2011, saya pernah hidup bersama sekitar 20 hari dengan orang yang -pernah agak- punya konsentrasi lebih di dunia dukun pelet penggandaan uang dan dunia model beginian. Hanya saja, saat ia bersama saya, sudah insaf. Soal pelet, ia hapal mantra dan metode dari sekitar 21 dukun yang berbeda. Itu baru pelet. Belum penggandaan uang. Ceritanya cukup panjang.

Saya jadi sedikit tahu dan bisa mengkomparasikan antara teori syariat dengan dunia dukun kepada orang ini. Kesimpulannya, dalam dunia seperti ini; perbedaan antara hak dan batil sangat tipis. Terkadang malah sulit dibedakan. Ihwal penggandaan uang memang caranya beragam, tapi perlu kita ketahui bersama bahwa selama ini, praktik yang banyak terjadi adalah penipuan. Ada yang modelnya begini:

Seorang dukun, atau bahasa halusnya 'orang pintar' biasanya memang cukup lihai. Ia bisa mengubah sesuatu yang nyata menjadi energi. Misal, keris nyata jadi energi lalu dikirim kemudian masuk perut. Sampai perut, diubah jadi nyata lagi. Dalam dunia dukun, seperti ini mudah dan wajar. Nah, kalau uang, sang dukun bisa modal.

Seumpama ia punya uang satu juta, seratus ribuan. Semula nyata, lalu ia lemparkan ke atas berubah menjadi gaib, tak kasat mata. Kemudian setelah ada tamu, sebagai penarik hati, tamu diminta menyerahkan uang 100 ribu. Singkatnya, seolah dimantrakan aneh-aneh, walau sebenarnya bagi mereka ini cuma akting saja, lalu ada hujan uang sebanyak satu juta dari atas.

Apa nggak ajaib tuh?

Bagi orang yang belum tahu, "Wah uangku berlipat 10 kali!" Bukankah ini menggiurkan? Padahal, satu juta yang turun itu uang murni dari dukun yang hanya digelapkan dari pandangan saja. Setelah mungkin sekali dua kali target korban dikibuli seperti ini dengan keuntungan yang berlipat, misi baru dijalankan.

Kalau ia ingin mendapat seperti ini, silakan modal yang sebanyak-banyaknya. Namun dengan catatan, uang yang diserahkan tak bisa dikembalikan. Uang yang didapat pelanggan ditentukan oleh keberuntungan murni dari Tuhan. Kata dukun ini membawa-bawa nama Tuhan, supaya mantap. Nah, setelah sekian hari, korbanpun kembali lagi datang, bisa jadi ia bawa uang semilyar. Harapannya, akan dapat 10 milyar. Apa nggak enak tuh? Tak usah kerja, uang mengalir deras.

Sebelumnya, si dukun penipu hanya menggaibkan uang 500 juta misalnya. Usai penyerahan uang dari korban kepada dukun dan sudah disepakati bahwa uang tak akan kembali, dan yang didapat korban yang rakus dunia itu hanya sesuai 'panduming Gusti', akhirnya tanaman uang gaib yang 500 juta diturunkan, mungkin seperti hujan atau dikeluarkan melaui saku dan tangan.

Lha dalah! Modal semilyar, hanya keluar 500 juta saja. Siapa yang untung coba? Mission complete! Ini baru satu modus. Belum model tipu-tipu yang lain. [Zq]
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang