Cak Nun: Problem Utama Bangsa Bukan Kemiskinan!

31 January 2017

SANTRIJAGAD ~ Ansan,31/01/2017 Bertepatan dengan hari raya Seollal atau di Indonesia dikenal sebagai hari raya Imlek ,forum Paguyuban se-Jawa Timur di Korea Selatan mengundang kyai yang juga budayawan Indonesia KH Emha Ainun Najib atau yang akrab di panggil Cak Nun. Acara diselenggarakan pada hari Minggu 29 Januari 2017 bertempat di Hanyang University Guest House Ansan,kyeonggi-do bekerjasama dengan Lingkar Maiyah dan PCINU Korsel.
Cak Nun yang hadir bersama isterinya Novia Kolopaking tampak antusias dan senang menemui para WNI di Korea Selatan,beliau bersama isterinya Novia kolopaking menyempatkan berkunjung ke kantor sekretariat PCINU Korsel bertemu jajaran Pengurus Tanfidziyah PCINU Korsel sehari sebelum acara dimulai.

Tiba di lokasi acara Cak Nun disambut dengan Sholawat dan pentas kesenian jaranan Tulung Agung dan Reog Ponorogo.
Dalam acara yang bertajuk "NGO-PI BARENG CAK NUN(Ngopeni Ati lan Ngopeni Pikiran)",Cak Nun memulai acara dengan mengajak seluruh jamaah untuk membaca Surat Al Insyiroh.

Persembahan jaranan dan reog diawal acara menggambarkan dengan jelas:Dimana pun berada,mereka tetap percaya diri menjadi dirinya sendiri,yakni diri sebagai orang Indonesia.Sekalipun berada di Korea Selatan mereka tidak ingin menjadi bukan orang Indonesia.
Menurut Cak Nun "Problem indonesia yang sebenarnya itu bukan kemiskinan,karena jika ukurannya materi kita sangat kaya raya",tegasnya.
Lebih jauh beliau katakan bahkan secara mental pun bangsa Indonesia adalah bangsa yang unggul,terbukti bagaimana TKI di Korsel sangat dihargai dan diidolakan oleh perusahaan-perusahaa­n Korea karena ulet,punya tanggung jawab dan etos kerja yang baik.
Masalah utama bangsa Indonesia adalah ketidakmampuan menjaga martabat diri,kita tidak bangga menjadi diri kita sendiri.

Dalam kesempatan itu juga, Ibu Novia kolopaking mempersembahkan beberapa lagu seperti lagu "Semau-Maumu" kiai kanjeng dan "Asmara".
Beliau Cak Nun juga berpesan kepada jamaah bahwa dalam hidup agar punya hitungan rencana kedepan dalam sesuatu terutama untuk para TKI harus dipikirkan konsep dan rencana yang akan dilakukan selepas pulang ke Indonesia.

Dalam acara tersebut,Cak Nun memanfaatkan bagian terbesar waktu dengan memberikan kesempatan dialog. Dari pertanyaan dan dialog dengan peserta,Cak Nun menyampaikan respons sehingga dialog berjalan dengan lancar dan antusias.
Berbagai pertanyaan mulai dari kehidupan riil sehari-hari,masalah pribadi,pekerja diluar negeri,seputar Islam maupun tentang seputar ke Indonesiaan di jawab oleh Cak Nun dengan jelas dan mudah dipahami,sehingga mewarnai sinau bareng atau ngaji bareng menjadi lebih hidup dan menyenangkan.


Redaksi PCINU Korea Selatan.
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang