Habib Abu Bakar al-Adni: Apa Yang Diinginkan Kaum Kafir Terhadap Kita?

26 March 2017

Kepada mereka yang sibuk membuat keburukan dan kerusakan di muka bumi, kami ingin melihat apa yang mereka lakukan di zaman ilmu pengetahuan sekarang ini. Apa yang mereka inginkan dari kita? apa yang mereka inginkan ketika mereka menawarkan kepada anak-anak perempuan kita pakaian-pakaian telanjang? Sehingga membuat kebanyak anak-anak perempuan umat islam seperti telanjang, telanjang dari agamanya dan telanjang dari pakaiannya. 

Hal seperti ini semua ada di rumah kita semua, adakah kalian disini mau membohongi diri kalian sendiri ? kita banyak terpengaruh dengan berita-berita dan melupakan agama islam, agama kita sendiri. Hingga islam dan para pemeluknya dianggap sebagai orang-orang yang memberatkan manusia. Dianggap membuat sempit orang-orang melalui kalimat-kalimat orang alim, yang padahal kalimat-kalimat tersebut adalah kalimat yang baik  yang bertujuan untuk meluruskan, yang bertujuan untuk melindungi orang-orang dari api neraka, yang bertujuan untuk melindungi perempuan-perempuan dari api neraka, yang bertujuan untuk melindungi anak-anak perempuan dari api neraka dan menjaga keluarga-mereka dari api neraka.

Apa yang diinginkan para ulama, ketika meminta para wanita menutup auratnya? ketika meminta perempuan-perempuan agar memiliki rasa malu? ketika meminta perempuan-perempuan agar memiliki sifat iffah ( menjaga diri ), ketika meminta perempuan-perempuan meneladani Fatimah az-Zahra, ketika meminta agar perempuan-perempuan meneladani Ummahatil muslimin? Apa yang mereka inginkan? mereka (Ulama) hanya ingin agar kita semua mengikuti dengan baik apa yang diajarkan rasulullah, dan apapun yang dikatakan di dalam majelis ilmu seperti ini.

Adapun petanyaan kedua, apa yang mereka (kamu kafir) inginkan dari kita yang mana mereka telah menghamburkan uang mereka siang dan malam dalam rangka membuat para wanita telanjang. Dan di dalam mempertontonkan anak-anak perempuan mereka dengan kecantikan dan tingkah laku mereka, sedangkan pakaian yang mereka pakai sangat ketat. Dan ucapan-ucapan mereka pun tidak berdampak sama sekali, tidak bermanfaat sama sekali dan tidak membuat kita mendapat pahala.

Adakah seseorang yang mengatakan kepadaku di majelis ini, bahwasanya satu jam ketika menonton film atau menonton sinetron akan mendapatkan pahala? Kami ingin ada yang menjawab, jika memang benar semua itu. Maka akan saya katakan, “Silahkan lakukanlah itu semua, tidak akan ada ada orang yang menentang terhadap kemaksiaatan tersebut atau apapun di dalamnya. Dan tidaklaah akan digolongkan terhadap orang yang menentang atau semacamnya. Begitupula sebaliknya dengan kami, kami akan melakukan apa yang kami mau, kami akan lakukan sebagaimana mereka, meski mereka memusuhi kami. Selama itu bermanfaat buat kita. Akan tetapi, kami selaku umat Nabi muhammad kami diikat oleh al-Qur’an, kami diikat untuk mengikuti Sunnah dan kami di ikat dengan ilmu agama dan para ulamanya. Bahkan, Kalimat-kalimat yang kita keluarkan hendaknya hanya kalimat-kalimat yang baik, pandangan-pandangan kami harus pandangan yang baik, dan niat yang baik. Karena, al-Qur’an memperhatikan kita setiap saat.

“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka lebih baik dari mereka.dan janganlah wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita yang lain, karena bisa jadi wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan). Dan janganlah kamu mencela dririmu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan panggilan-panggilan yang buruk, seburuk-buruk panggilan adalah panggilan setelah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat maka mereka itulah orang-orang yang dzalim." 
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2016 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang