Habib Ali al-Jufrie : Nasehat untuk Remaja

10 March 2017


Dalam sebuah acara Al-Habib Ali al-Jufrie mendapatkan pertanyaan dari pembawa acara tentang Kondisi remaja pada zaman sekarang, yakni banyak remaja zaman sekarang yang rajin sholat tapi tetap melakukan kemaksiatan, seperti berciuman, browsing di internet melihat konten dewasa.

Jawaban dari Habib Ali al-Jufri sebagai berikut :

Perkara ini sudah diketahui oleh orang banyak, tentang ujian yang melanda remaja sekarang ini. Aku kabarkan berita gembira kepada para remaja. Rasa penyesalan yang ada dalam diri mereka merupakan pertanda bahwa mereka kalah dalam ujian. Kemudian ingin kembali kepada Allah, kemudian kembali ke perbuatan yang lama, kemudian ingin kembali lagi kepada Allah. Hal tersebut merupakan kabar gembira buat mereka, karena hal tersebut merupakan pertanda masih ada iman yang kuat di hati mereka. Mereka sangat mencintai Allah, sejauh mana mereka mencintai Allah, ketahuilah bahwasanya Allah juga mencintai mereka. Allah mencintai mereka dan mereka juga mencintai Allah. Demi Allah, wahai saudaraku, Jika Allah tidak mencintai kamu, Dia tidak akan meletakkan rasa penyesalan ke dalam hatimu. Perasaan seperti itu adalah perasaan yang kita rasakan saat kita terjerumus dalam kemaksiatan dan lalai kepada Allah. Bentuk perasaan sepert itu  adalah pertanda cahaya iman, disini cahaya keimanan itu ada. Tetapi, cahaya iman membutuhkan penjagaan sebelum angin memadamkannya. Yang memadamkan cahaya keimanan adalah tekad untuk melakukan perbuatan maksiat. Melakukan sebuah tindakan kemaksiatan itu membahayakan. Tapi apakah yang lebih membahayakan dari maksiat itu sendiri ? yaitu terus menerus melakukan maksiat. Menggampangkan perbuatan maksiat, dengan berkata, “Allah maha pengampun.” kemudian kembali lagi melakukan maksiat. Menganggap ringan dan remeh terhadap maksiat yang dilakukan diri sendiri itu sangat berbahaya. Hal  tersebut merupakan pertanda cahaya iman mulai meredup.

Menggampangkan maksiat dan terus-menerus dalam kemaksiatan bersamaan dengan itu merasakan putus asa terhadap Allah, seraya berucap, “ Aku ini tak punya kebaikan.”, “Zaman sekarang susah untuk berbuat baik.”, “aku sudah 15 kali, 20 kali bertaubat tapi kembali lagi kepada maksiat.” Rasulullah bersabda, “ Tidaklah dipanggil sebagai seorang yang melakukan kemaksiatan dari kalangan orang yang beristighfar, meskipun dia kembali kepada maksiat 70 kali.” Jika syaitan saja tidak pernah putus asa untuk memasukkanmu ke dalam neraka, bagaimana mungkin kamu mau putus asa masuk ke dalam surga ? maka pada setiap kali kamu terasa bahwa syaitan menguasai kamu dan syaitan telah merampas kehormatanmu, pulanglah kerumah kemudian berwudhu, sholatlah 2 roka’at dan dalam sujud berucaplah,

“Ya Tuhan, diriku menjadi sangat dekat dengan Engkau ketika sujud, tetapi aku mengadu pada-Mu dengan segenap jiwa dan ragaku. Dan aku memohon kepada-Mu, bawalah hatiku serta diriku ini kepada-Mu sehingga aku dapat merasakan kenikmatan bersama denganMu hingga aku berpisah dengan maksiat ini.”

Berdoalah kepada Allah dengan cara yang mampu kau ungkapkan, berdoalah kepada Allah dengan apa yang kau pahami. Mengadulah tentang dirimu kepada Allah, letakkan dan taruhlah dirimu di hadapan Allah. Ketahuilah! apabila engkau melakukan itu semua dengan penuh penyesalan, kejujuran serta tekad yang kuat untuk tidak mengulanginya lagi. Selesai kamu melaksanakan sholat, Allah sudah mengampuni dosa-dosamu. Kemudian, setelah itu untuk mu ada beberapa kewajiban, sejauh mana kau dimuliakan Allah dengan pengampunan-Nya. Hendaklah kamu ambil langkah-langkah pencegahan. Apakah yang membuatmu melakukan dosa ? orang-orang yang melakukan dosa adalah mereka yang berbuat jahat dan memudahkan seseorang berbuat jahat. Menjauhlah dari mereka, bukan dengan kesombongan. Namun dengan niat menjaga dirimu. Kewajiban yang ditinggalkan, coba kau laksanakan. Sesuatu yang salah kau pahami tentang islam, coba kau ubah. Bersungguh-sungguhlah dengan diri kamu. Allah telah berjanji dalam firman-Nya dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya:

“Dan mereka yang bersungguh-sungguh menuju jalan-jalan kami, niscaya kami akan tunjukan jalan-jalan kami.”

Allah telah berjanji, jika kamu sungguh-sungguh kepada Allah, Allah akan tunjukan jalan-Nya. Jika kau jatuh kembali ke dalam dosa, lalu kau kembali lagi bertaubat kepada Allah, dan ketahuilah bahwasanya kamu sedang berjihad di jalan Allah. Ketahuilah pula bahwa dosa-dosa kamu berubah menjadi pahala, tapi dengan syarat jangan kamu jadikan perkara taubat ini perkara yang main-main. Engkau ingin kembali melakukan kemaksiatan, kemudian engkau berkata bahwa ini haram. Kemudian engkau berkata, “ lakukanlah kemaksiat, baru setelah itu kamu bertaubat kembali.” ucapan ini adalah ucapan yang main-main, bukan seperti itu. Tetapi, yang dimaksud adalah engkau sudah mencoba untuk menghindar dari kemaksiatan, tiba suatu saat kau kalah dan terjerumus melakukan kemaksiatan, kembalilah kepada Allah. Allah sangat gembira terhadap kembalinya kamu kepada-Nya.

Dan aku akhiri kalimat ini dengan sebuah hadist Nabi saw. Hadist ini sangat mengembirakan hati wahai saudaraku semua. Diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw, ini hadits shahih,

“Apabila seorang hamba berbuat dosa kemudia bertaubat dan memohon ampun. Allah berfirman kepaada malaikat-Nya,”Wahai malaikat, lihatlah hambaku ini, dia berdosa kemudian dia bertaubat dan memohon ampun kepada-Ku. Saksaikanlah, Aku telah mengampuninya.” Lantas ia kembali jatuh ke lembah dosa, maka ia menyesal dan mengulang taubatnya kepada Allah. Maka Allah berfirman kepada malaikat, “ wahai malaikat, lihatlah hambaku ini berdosa kemudian bertaubat kemudian dia mengulanginya lagi kemudian bertaubat. Saksikanlah bahwasanya Aku telah mengampuninya.” Kemudian untuk yang ketiga kalinya terjerumus kedalam perbuatan dosa, lantas betaubat kembali dan memohon ampun dengan penuh kesungguhan. Lantas Allah berfirman kepada malaikatnya, “ Wahai malaikatku, lihatlah hamba-Ku ini. Ia berdosa kemudian bertaubat dan Aku telah mengampuninya. Kemudian ia kalah oleh nafsunya dan kembali melakukan perbuatan dosa, kemudian bertaubat maka Aku telah mengampuninya. Kemudian ia kembali kalah oleh nafsunya sekali lagi. Hamba ini tahu bahwasanya dia punya Tuhan yang Maha Pengampun, kemudian dia bertaubat dan kembali kepada Allah. Lantas Allah berfirman kepada malaikatnya, “ Wahai Malaikat, saksikanlah bahwasanya Aku telah mengampuni dosanya yang telah lalu maupun yang akan datang.”

Hal ini adalah kemuliaan Allah, yang sepatutnya membuat kita malu di hadapan-Nya. Karena Allah memperlakukan kita dengan kemulian-Nya. (Akhmad Syofwandi)


*Ditranskip oleh Santrijagad dari video ceramah Habib Ali al-Jufrie 


Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang