Habib Umar bin Hafidz: Kemajuan Teknologi dan Kemuliaan

19 March 2017



Allah Sang Pencipta Manusia telah menjadikan seluruh perkembangan dan kemajuan hanya di tataran materi, sarana, sebab dan tata cara. Adapun Iman dan akhlak tidak akan pernah berubah. Iman dan akhlak adalah sesuatu yang sudah mulia dari zaman Nabi Adam dan tetap mulia sampai hari ini. Begitupun dengan kejujuran.
Apakah dengan semakin majunya manusia kejujuran berubah menjadi hina ? tidak mungkin. Dusta adalah sebuah kehinaan, sejak zaman Nabi Adam dan Nabi Nuh. Apakah dengan semakin majunya  manusia di abad 21 ini, kehinaan berubah menjadi sesuatu yang mulia ? tidak mungkin. Selamanya tidak akan pernah terjadi. Sebagaimana di masa Nabi Adam Allah membuat bentuk yang paling bagus untuk manusia adalah berjalan dengan dua kaki. Apakah dengan semakin majunya manusia, berubah menjadi berjalan dengan tiga atau empat kaki ? tidak mungkin. Bentuk paling bagus dari semenjak Nabi Adam dan juga hari ini adalah berjalan dengan dua kaki, melihat dengan kedua mata dan juga letak anggota badan juga masih di tempat yang sama.

Apakah mungkin, dengan semakin majunya manusia dikatakan, ”Ini model lama, di zaman Nabi Adam matanya di depan. Seiring dengan kemajuan manusia maka mata satunya berpindah  ke samping.”  tidak mungkin.

Sebagaimana bentuk fisik manusia tidak bisa berubah, maka akhlak itu sendiri juga tidak akan berubah. Yang mulia akan tetap mulia dan yang hina akan tetap hina dalam hal sifatnya. Akan tetapi, cara bertindak manusia dalam kemulian dan kehinaan memiliki sarana yang berbeda, tata cara yang berbeda dan kemampuan yang berbeda. Memang benar, dalam hal ini (sarana) ada perkembangan dan kemajuan. Misalnya, apa yang terjadi ketika kita sudah maju dan kita telah menggunakan handphone.

Ketika kita semua sudah menggunakan handphone, apakah memfitnah orang berubah menjadi sesuatu yang mulia? tidak mungkin. Dahulu sesorang yang akan membuat sebuah fitnah harus pergi kesana-kemari. Tapi sekarang, kita hanya duduk di sini dan menulis kata-kata fitnah untuk orang lain yang kita fitnah. Kita tidak perlu susah payah, kita cukup duduk disini. Kalau itu yang terjadi berarti kita semakin maju dalam kehinaan. Tidak ada urusan dengan perangkat, urusannya dengan kita sendiri.

Kita bermain handphone dengan prinsip dan harga diri, sehingga kita tidak melampaui batas. Memang benar,  dan mungkin handphone bisa menjadi sesuatu yang mulia. Ketika kita menggunakannya untuk memberikan petunjuk kepada Fulan bin Fulan, arahan kepada Fulan bin Fulan, nasihat kepada Fulan bin Fulan dan bantuan untuk Fulan bin Fulan sedangkan saya sedang duduk disini. Itu sesuatu hal yang bagus.

Kita semakin maju dalam kemuliaan. Tapi, kemajuan dalam kemuliaan tidak akan merubah kemuliaan itu sendiri. Kemuliaan akan tetap mulia. Tapi kita mendapatkan sarana yang memudahkan kita untuk mencapai hal tersebut (kemuliaan). Oleh karena itu, ketika seseorang menyimpang, sarana ini tidak akan memberikan nilai yang positif untuk  manusia. Ketika kehinaan ada pada seseorang, misalnya melihat gambar porno, dulu dia harus pergi sendiri untuk mendapatkan gambar-gambar porno,  lalu dengan semakin maju hal itu bisa didapatkan di buku dan majalah. lalu semakin maju lagi bisa di dapatkan di kaset-kaset dan sekarang ada di internet dan handphone kecil seperti ini.

Oleh sebab itu,  mungkin saja dengan perantara handphone seseorang bisa menjadi terpuruk  sebagaimana di waktu yang sama bisa menjadi mulia.

Jadi, sarana tidak akan merubah hakikat kemuliaan dan kehinaan sedikitpun, tetapi memungkinkan pemilik kemuliaan yang ada pada dirinya untuk mendapatkan kemuliaan yang  lebih besar dan luas. Dan ia memungkinkan pemilik kehinaan untuk menyebarkan kehinaannya dengan lebih luas.

Sekarang, dengan sebab sarana ini (Handphone) kejahatan menjadi lebih mudah. Dulunya tidak semudah sekarang. Sekarang menjadi sangat mudah, karena pemiliknya bermasalah. Ia menggunakannya untuk kedzoliman dan kejahatan. Jika sebaliknya, dia gunakan untuk jalan yang bermanfaat niscaya akan memberikan manfaat yang besar.

Kita perlu panutan kepada setiap hal yang baru. Dalam menggunakan sesuatu yang berkembang maju, dan diciptkan dalam kehidupan kita. Kita perlu kembali kepada panutan bagaimana kita menggunakannya. Bagaimana menggunakannya ? kita dapatkan Rasulullah saw bersabda, ”Tidak ada satu pun pintu kebaikan melainkan aku telah tunjukan kepada kalian dan telah aku perintahkan kepada kalian. Tidak aku tinggalkan satu pintu kejahatan melainkan telah aku peringatkan dan aku larang kalian.”

*Ditranskrip oleh santrijagad dari video ceramah Habib Umar bin Hafidz
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2016 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang