Habib Umar bin Hafidz: Penderitaan Dunia Tidak Ada Artinya

21 March 2017

Nabi Muhammad telah memberikan kita sebuah perumpamaan, Beliau SAW mengatakan bahwa perumpamaan aku dan kalian itu seperti seorang raja yang membangun sebuah istana, kemudian ia membuat jamuan didalamnya. Dan mengutus seorang utusan untuk mengundang orang-orang ke jamuan tersebut. Barangsiapa yang memenuhi undangan dari utusan tersebut maka ia akan masuk ke dalam istana dan menikmati jamuan yang ada di dalamnya. Siapa yang tidak memenuhi panggilan tersebut, maka ia tidak akan masuk kedalam istana dan tidak bisa menikmati jamuan yang ada di dalam istana. Rajanya adalah Allah, istananya adalah surga dan jamuannya adalah kenikmatan-kenikmatan yang ada didalamnya. Dan akulah Utusan itu, akulah Utusan itu, Utusan Allah.

Barangsiapa yang memenuhi undangan-Nya akan masuk surga dan akan menikmati jamuan-Nya. Di dalamnya ada sesuatu yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah di dengar oleh telinga dan tidak pernah sekalipun terlintas di dalam benak seorang manusia. Sesaat di hadapan itu akan melelehkan semua ketamakan pada hari ini.  Ketamakan yang di ikuti oleh banyak orang yang  telah memutuskan hubungan dengan Rasulullah saw untuk sesuatu tujuan dan penyakit. Kemudian ketamakan itu menjerumuskan mereka kedalam kehinaan. Meredup semua yang ada di tangan dan gudang penyimpanan mereka sesaat saja ketika dihadapkan dengan kenikmatan surganya Allah.

Ambillah hakikat ini. Rasulullah pernah bersabda, “Di datangkan seseorang yang paling menderita di dunia,( ia termasuk kelompok penduduk surga tetapi secara penderitaan dhohir ia adalah orang yang paling menderita di dunia. ia melewati banyak penyakit, kesulitan, kemiskinan, kelaparan, keletihan dan ketakutan. Ia kemudian dimasukkan sesaat ke dalam surga (di dalam riwayat lain di masukkan jarinya ke dalam surga )  kemudian ia di berikan pertanyaan, “Hai manusia, apakah kau pernah mengalami penderitaan ? apakah kau pernah merasakan kesulitan ? “ Maka musnahlah segala ingatan dan perasaannya tentang penderitaan yang telah berlalu dengan sekali celupan di surga. kemudian ia berkata, “ Ya Allah, demi keagungan-Mu, aku sama sekali tidak pernah menjumpai penderitaan dan tidak pernah mengalami kesulitan.” Inilah ukuran dari penderitaan tapi apabila akhir pemiliknya di dalam surga.  

Dan semua kenikmatan-kenikmatan dunia yang ditawarkan pada hari ini ?  Di datangkanlah seseorang paling bahagia di dunia ini, jauh dari penyakit, jauh dari kesedihan dan kesusahan, banyak harta, punya jabatan dan punya pengaruh  untuk banyak orang sebagai pemegang keputusan seperti kata orang, begini begitu dan seterusnya. Tapi ia adalah kelompok dari penduduk neraka. Lalu, ia dimasukkan sesat ke dalam neraka. Kemudian ia diberikan pertanyaan, “Hai manusia, apakah kau pernah merasakan kenikmatan?” ia menjawab, “ Tidak... Demi Allah.” Hilangla itu semua kenikmatan-kenikmatan yang pernah ia rasakan di dunia. 

Kalian harus tahu bahwa segala macam kenikmatan-kenikmatan dunia tidaklah ada artinya dibandingkan satu celupan di neraka ataupun surga. Penderitaan ataupun kesenangan di dunia apabila dibandingkan penderitaan ataupun kesenengan di akhirat, tidak ada artinya sama sekali. 

*Ditranskrip oleh Santrijagad dari Video ceramah Habib Umar bin Hafidz
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang