Niat Menuju Pernikahan

11 March 2017

Yang diajarkan oleh al-‘Arif Billah al-Habib Ali bin Abi Bakr as-Sakran, adalah hendaknya ketika menikah diniatkan sebagai berikut :



Aku niat menikah, berpasangan karena cinta kepada Allah, dan mendorong untuk memperoleh keturunan demi berlangsungnya kehidupan. Aku niat menikah karena cinta kepada Baginda Rasululullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang akan bangga nanti di hari kiamat, dengan sabdanya :

“Nikahlah kalian semua, berketurunanlah yang banyak, karena sesungguhnya aku berbangga diri di hari kiamat.”

Aku niat menikah, dan apa yang muncul dari perkataan dan perbuatan mengharap adanya keturunan yang shaleh, mendapat pertolongan jika meninggal dalam usia belum baligh, dan aku niat menikah untuk menjaga diri dari syahwat syaitan, serta untuk menghilangkan bahaya nafsu, menundukan pandangan dan menyedikitkan was-was. Dan aku niat menikah untuk menjaga farji dari tindakan amoral dan liar.
Aku niat menikah untuk menenangkan jiwa, bersenang-senang dan bersenda gurau bersama istri, menguatkan ibadah. Aku niat menikah untuk menyiapkan diri mengatur dan mengurusi rumah tangga, dari dapur biar mengepul, menyapu dan menyiapkan kasur yang bagus, serta membersihkan tempat-tempat bekas makanan dan minuman. Aku niat menikah untuk mengekang nafsu, membiasakan mengurusi orang dalam tanggungannya dan bersabar atas sifat bawaan istri, menanggung rasa perih darinya, berusaha memperbaiki dirinya, mengarahkan ke jalan kebaikan, dan berjuang dalam mencari rezeki yang halal, memerintahkannya untuk mendidik anak, dengan mencari perlindungan atasnya, mencari petunjuk, serta pasrah diri dihadapan Allah dalam kesemuanya itu, aku niatkan karena Allah ta’ala.

“Wa nawaitu hadza at-tazwij ma nawa bihi ‘ibadikash-shalihin, wal ‘ulama al-‘alimin.”
( Dan aku berniat menikah seperti apa yang diniatkan oleh orang-orang shaleh dan ulama yang mengamalkan ilmunya.)

“Ya Allah, tunjukkan kami seperti Engkau menunjukkan pada mereka, tolonglah kami seperti Engkau menolong mereka, cukupkanlah kekurangan kami dan terimalah amal kami, jangan Engkau tundukkan kami pada diri kami, perbaikilah itu semua dengan anugerah-Mu, kemulian-Mu, dalam kebaikan dan pengampunan.”

“Ya Allah, ampunilah kami, rahmati kami, ridhailah kami dan terimalah amal kami. Masukkan kami kedalam surga-Mu, selamatkan kami dari api neraka-Mu serta perbaikilah keadaan kami semua. Ya Allah, jadikan pernikahanku dan seluruh urusanku sebagai pertolongan, keberkahan dan keselamatan atasku. Selamatkan aku dari kesibukkan yang melalaikan-Mu, jangan Engkau jadikan penghalang antara aku dan mentaati-Mu, jadikan aku merasa cukup dan terhormat. Ya Allah, sesungguhnya aku, dalam gerakku dan diamku, kuserahkan pada-Mu, maka jagalah aku dimanapun berada, lindungi aku dengan perlindungan-Mu sebagaimana Engkau melindungi hamba-hamba-Mu yang shaleh.”

“Ya Allah, tolonglah kami, orang tua kami, anak-anak kami, istri-istri kami, guru-guru kami, saudara-saudara kami, seluruh keluarga dan kerabat kami, serta yang mempunyai hak atas kami, ya Allah tolonglah kami dan mereka semua untuk mengingat-Mu, mensyukuri nikmat pemberian-Mu, dan mengabdi pada-Mu wahai Tuhan semesta alam.”

“Ya Allah, Tuhan semesta alam, berilah petunjuk kepada kami dan mereka, hidupkan kami dan mereka semua diatas al-Qur’an dan Sunnah, wahai Dzat yang mempunyai keagungan dan kemuliaan. Kami mohon kepada-Mu supaya amal kami, mereka dan orang-orang yang mendekatkan kami pada-Mu diterima amalnya. Dan sampaikan dengan keagungan-Mu pada Rasul yang mulia, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam beserta keluarga serta sahabatnya.” Walhamdulillahi rabbil ‘alamin. (akhmad Syofwandi)

*Sumber : Kitab Niat karya habib Muhammad ibn Alwi Alaydrus
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2016 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang