Syaikh Hamza Yusuf : Insomnia, Kopi dan Islam

13 March 2017

Saya sering medapatkan keluhan dari orang yang lebih tua, mereka mengatakan,“Saya tidak bisa tidur malam.” Dan seringkali saya mengatakan kepada mereka, “ketika anda sudah berumur, anda tidak seharusnya tidur di malam hari seperti yang anda lakukan ketika masih muda. Ketika anda sudah berumur anda seharusnya berfikir tentang kehidupan akhirat, berfikir tentang kematian.
Jadi, Insomnia ?  tidak ada yang namanya insomnia bagi seorang muslim. Ketika seseorang mengalami Insomnia itu artinya dia diperintahkan agar melaksanakan ibadah. Hal itu ( Insomnia) merupakan karunia dari Allah. Maksud saya,  orang-orang yang cinta kepada Allah tidak akan merasa lelah untuk beribadah kepada Allah sepanjang malam. Mereka terbiasa megagungkan Allah pada keadaan seperti itu.

Fakta dari Kopi, Dahulu ada seorang ulama dari yaman bernama Abu Hasan as-Shadili, bukan Abu Hasan as-Shadili ulama yang terkenal dari maroko tapi ulama dari negara Yaman, seseorang yang selalu dikaitkan dengan penemuan kopi di yaman. Dia adalah seorang ulama dari yaman yang terus menerus tidur di malam hari, dia tidak bisa terjaga di malam hari. Sedangkan dirinya sangat ingin melaksanakan sholat Tahajjud.  Akhirnya, pada suatu saat,  di dalam tidurnya dia bermimpi ada seorang malaikat mendatanginya. Malaikat tersebut menunjukan pohon kopi dan menunjukkan bagaimana cara membuat kopi kemudian mengajarkannya. Itulah awal mula kenapa orang-orang yaman pada hari ini banyak yang meminum kopi, meski hanya untuk sekedar berbincang-bincang sepanjang malam.

Pada zaman dahulu, orang-orang yaman terbiasa meminum kopi untuk menghafal al-Qur’an. Dan pada hari ini saya mendengar dari ulama yaman ( saya mendengar hal ini dari lebih dari satu orang) mereka memuji-muji kopi, mereka mengatakan, “Dengan minuman itu ( kopi) kami menghafal kitabullah dan dengan itu pula kami memperoleh ilmu.”

Di dalam sebuah kitab, yakni kitabnya imam Maliki, ketika kopi baru saja diketemukan, oleh karena dalam bahasa arab kopi merupakan nama yang digunakan untuk menyebut wine pada saat arab tempo dulu. Terjadi perdebatan apakah kopi termasuk minuman keras atau bukan. Sebab, apabila anda belum pernah sekalipun minum kopi, kemudian anda meminumnya (terutama kopi dari turki ) anda akan merasakan sesuatu, sesuatu yang cukup serius seperti obat-obat terlarang.

Dan dari perdebatan tersebut mereka memutuskan, apabila seseorag minum kopi untuk melaksanakan ibadah  atau menuntut ilmu di malam hari, hal ini merupakan sesuatu yang bagus. Namun,  apabila mereka minum kopi hanya untuk berbincang-bincang  yang tidak ada artinya, hal seperti ini yang harus dihindari.

*Ditranskrip dan diterjemahkan oleh santrijagad dari video ceramah syaikh Hamzah yusuf https://www.youtube.com/watch?v=5IVy7o-ELDE&feature=share
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2016 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang