Syaikh Hamza Yusuf: Salahuddin al-Ayubi Seorang Manusia Universal

15 March 2017

Saya bangga dengan masyarakat yang mana mereka menghormati teman sejawat salah satu pemimimpin terbesar, Salahuddin al-Ayubi ( King Richard ) dengan membuatkanya sebuah patung di dalam parlemen mereka. Dan saya juga berharap suatu hari nanti masyarakat inggris juga mendirikan sebuah patung salahuddin al-Ayubi sebagai penghormatan atasnya di parlemen mereka. Karena, Salahuddin al-Ayubi adalah seorang manusia universal, dia adalah seseorang yang tidak hanya milik umat islam, dia adalah milik semua orang yang mempercayai apa itu kebenaran dan apa itu kebebasan.

Alasannya,  sebab lelaki ini adalah seseorang yang memimpin sebuah pasukan ketika memasuki jerusalem setelah dekade penganiayaan dan penindasan di tangan Umat kristiani Eropa. Yang mana dalam rekaman pengakuan mereka, darah tertumpah di jalan-jalan jerusalem setinggi lutut kuda-kuda mereka. Dalam satu hari saja  70.000 laki-laki, wanita dan anak-anak terbunuh. Dan pria ini ketika memasuki kota tersebut tidak hanya memberikan pengampunan menyeluruh kepada mereka semua  tetapi juga memberikan kebebasan menyeluruh kepada mereka untuk kembali ke negaranya masing-masing di eropa dengan menggunakan fasilitas yang dimilikinya. Dan meminta Sunday Church diadakan pada hari esoknya di gereja mereka. 

Tidak hanya itu, tetapi Beliau juga mengembalikan The Divine Right kepada setiap Umat Yahudi di planet ini untuk pergi ke jerusalem dan tempat-tempat yang mereka anggap suci. The divine Right merupakan sebuah hak yang diberikan Tuhan.

Pokok persoalan yang sebenarnya di Palestina itu bukan persoalan tentang agama. Ini adalah sebuah persoalan tentang kedaulatan. Kita semua bukan masyarakat yang penuh kebencian terhadap Umat Yahudi dan apabila kamu kemudian salah memahami agamamu, kami punya waktu untuk menjelaskan.

Penghormatan yang dilakukan umat islam terbukti dari pengiriman surat yang dilakukan Kerajaan Ottoman kepada kedutaan besarnya di Eropa menjelaskan kepada mereka tentang dukungan kepada Umat Yahudi yang mana mereka mengalami penindasan di tanah kristiani agar migrasi ke tanah Kerajaan Ottoman. Kami punya catatan dari seorang pemuka agama Umat Yahudi (Rabbi) Benard lewis di dalam buku "Jews in Islam" dimana dengan jelas dia mengatakan bahwa pemuka agama Yahudi di Kerajaan Ottoman mengirim sebuah surat kepada perwakilan agama mereka agar meninggalkan penindasan yang dilakukan oleh Umat kristiani dan mendatangi tanah umat islam dimana di sana mereka bisa berkembang dengan baik.

Inilah alasan  kenapa saya sangat bangga menjadi bagian dari agama ini (islam) yang dari ribuan tahun lalu telah mengajarkan kemajemukan, mengajarkan toleransi dan menolak pedebatan tentang rasisme. 

Saya bangga sebab fakta mengatakan bahwa  Nabi saya, Muhammad SAW pernah bersabda dan saya tahu tidak ada dalam sejarah kenabian yang lain yang dengan sungguh-sungguh mengutuk rasisme di dalam terminologi mereka sejak Beliau bersabda,"Tidak ada yang lebih mulia antara orang kulit hitam diatas orang kulit putih dan orang kulit putih diatas orang kulit hitam melainkan ketaqwaan kepada Tuhannya dan sesungguhnya hanya Tuhan yang tahu."

*Ditranskrip dan diterjemahkan oleh Santrijagad dari video pemaparan Syaikh Hamza Yusuf

Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2016 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang