Syaikh Mutawalli as-Sya'rawi: Kenapa Banyak Orang Berpaling dari Agama?

21 March 2017

“Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi.” (Q.S an-Najm 29)


“Peringatan” dalam ayat ini bisa berarti al-Qur’an, aturan, agama ataupun Nabi. Kenapa seseorang berpaling dari agama? Karena agama akan membawa seseorang kepada kewajiban-kewajiban dan kewajiban-kewajiban ini akan membatasi semua keinginan-keinginannya. Karena kebanyakan dari mereka lebih memlih untuk mengikuti keinginannya sebagai pemuas nafsunya. 

Oleh karena itu, mereka tidak menerima agama. Karena menurutnya, agama akan membatasi setiap gerak-gerik mereka. Apabila mereka mempunyai akal sehat, seharusnya mereka berfikir, kenapa dan bagaimana agama akan membatasi gerak-gerik mereka? 

Sebagai contoh, ketika agama mengatakan, “Jangan mencuri.” Mereka akan mengatakan,“Baik, saya tidak akan mengambil barang milik orang lain.” Apabila agama mengizinkanmu untuk mengambil barang kepunyaan orang lain, itu sama saja dengan agama mengizinkan orang lain mengambil barang kepunyaanmu. Jadi, apabila agama mencegah seorang pencuri kembali kepadamu, itu sama artinya dengan mencegah jutaan orang lainnya agar tidak mencuri milik kamu. Siapa yang sebenarnya paling diuntungkan? Kamu sendiri. Oleh karenanya, dengan berpalingnya kamu dari agama, sebenarnya menyebabkan dirimu sendiri merugi. 

Contoh lainnya, apabila kamu iri ketika melihat barang kepunyaan orang lain itu artinya sama saja kamu mengizinkan orang lain untuk bertindak seperti yang kamu lakukan. 

Jadi, ketika agama membatasi kamu, kamu jangan hanya melihat itu sebagai sesuatu yang membatasi mu dari sebuah dosa. Tapi lihatlah juga itu sebagai sebuah pelindung kamu dari semua musuh-musuhmu. Kamu cuma satu dan mereka sangat banyak. Jadi, siapa yang paling diuntungkan ? 

Perintah Allah tidak hanya ditujukan untukmu seorang. Tapi, Allah juga memerintahkan jutaan manusia lainnya agar kamu terhindar dari kejahatan mereka. Jadi yang sebenarnya paling diuntungkan adalah diri kamu sendiri.  

Seseorang yang hanya melihat perintah Allah sebagai suatu beban, seharusnya juga melihat manfaat yang terkandung dalam perintah tersebut. Karena apabila dia hanya melihat itu sebagai beban, dia tidak akan pernah mematuhinya. Tapi, apabila dia mempertimbangkan manfaat yang ada pada perintah tersebut, niscaya dia akan mematuhinya.

Ada seorang lelaki arab yang tulus, dia mendatangi Rasulullah saw kemudian berkata, “Ajaran agamamu sungguh sangat luar biasa. tapi ada satu permasalahan yang menggangu saya. Dan saya tidak bisa untuk mengendalikannya.” 

Kemudian Rasulullah bertanya, “Apa itu?”

“Permasalahannya adalah wanita.” Jawab lelaki arab

Kemudian Rasulullah tersenyum. Kenapa Rasulullah tersenyum? karena lelaki arab tersebut memang 
sungguh-sungguh mencari solusi atas permasalahan yang dihadapinya. 

Mendekatlah, Beliau memanggil lelaki tersebut. Kemudiaan berkata, “Apakah engkau suka jika hal itu dilakukan kepada ibumu?” tanya Rasulullah. “Tidak, demi Allah wahai Rasulullah. Semoga Allah menjadikanku sebagai tebusanmu” Jawab lelaki tersebut. “Demikian juga orang lain, mereka tidak ingin hal itu menimpa ibu-ibu mereka.” sahut Rasulullah. 

“Apakah engkau suka jika hal itu dilakukan kepada putrimu?” Rasulullah melanjutkan sabdanya. “Tidak, demi Allah wahai Rasulullah” jawab lelaki tersebut. “Demikian juga orang lain, mereka tidak ingin hal itu menimpa putri-putri mereka.” sahut Rasulullah.

Rasulullah kembali bertanya, “Apakah engkau suka jika hal itu dilakukan kepada bibi-bibimu, saudari ayahmu?” “Tidak, demi Allah wahai Rasulullah” jawab lelaki tersebut. “Demikian juga orang lain, mereka tidak ingin hal itu menimpa bibi-bibi mereka.” lanjut Rasulullah.

Rasulullah bertanya lagi, “Apakah engkau suka jika hal itu dilakukan kepada bibi-bibimu, saudari ibumu?” “Tidak, demi Allah wahai Rasulullah” jawab lelaki terseut. “Demikian juga orang lain, mereka tidak ingin hal itu menimpa bibi-bibi mereka.”

Setelah itu lelaki tersebut menyadari bahwa tak ada seorang pun yang rela ibu, putri dan kerabatnya dizinai sebagaimana dirinya sendiri juga tidak rela jika hal itu terjadi pada ibu, putri dan kerabatnya,

Kesimpulannya, janganlah kita hanya memandang perintah-perintah Allah sebagai suatu beban tapi lihat juga keanggunan di dalam setiap apa yang Allah perintahkan untukmu, kemudian bandingkan itu dengan semua larangan-larangannya. Kamu pasti akan menemukan bahwa apa yang Dia karuniakan untukmu dengan perintah itu jauh lebih besar daripada apa yang dilarangnya.

*Ditranskrip oleh Santrijagad dari video ceramah Syaikh Mutawalli as-Sya'rawi 

Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang