Syaikh Said Ramadhan al-Buthi: Kemaksiatan yang Mendekatkan kepada Allah SWT

30 March 2017

Apabila terjadi sebuah kemaksiatan yang dilakukan oleh seorang manusia, sebaiknya kita terlebih dahulu melihat Iklim yang di dalam jiwa pelaku maksiat tersebut. Apa yang kami maksud dengan Iklim? yaitu kondisi jiwa orang yang melakukan kemaksiatan tersebut. Apakah pada jiwa orang tersebut terdapat secercah cahaya keimanan, atau pada jiwanya tidak terdapat sedikitpun tanda dari fitrah keimanan.

Apabila orang tersebut angkuh terhadap Allah swt maka ia pun jauh dari iklim keimanan terhadap Allah. Maka maksiat yang dilakukan oleh orang yang seperti ini sama sekali tidak akan mendekatkan dirinya kepada Allah swt. Maksiat yang dilakukan oleh orang tersebut justru akan menjadikan dirinya berbangga dengan kemaksiatan yang dilakukannya menjadikan orang tersebut bergantung pada kemaksiatan dan mencari pembenaran untuk itu. Bagaimanapun orang-orang terdekatnya, baik itu keluarga, saudara dan sahabatnya berusaha mengingatkan dan menasihatinya, ia akan menolak dengan keangkuhannya terhadap mereka. Saya katakan orang yang semacam ini keluar dari Rahmat Allah swt. Karena kemaksiatan yang dilakukannya tidak menemukan sesuatu yang berbenturan dengannya.

Adapun ketika kemaksiatan itu terjadi di dalam iklim jiwa yang bukan iklim jiwa yang seperti ini (angkuh terhadap Allah), maka fitrah keimanannya akan tumbuh dan spiritualitas keagamaanya pun bersinar. Sedangkan kita perlu sadari semua bahwa diantara kita semua (bukan Nabi) tidak ada manusia yang maksum (terjaga dari segala dosa). Manusia juga mempunyai Nafsu dan keinginan, yang terjadi ketika seseorang melakukan kemaksiatan adalah keinginannya berhasil mengalahkan dirinya. Ia pun tergelincir dan jatuh kedalam kemaksiatan sebanyak satu kali, dua kali, tiga kali atupun empat kali.  Lalu apakah yang akan terjadi? kemaksiatan yang dilakukannya akan berbenturan dengan iklim keimanannya. Kemaksiatan tersebut akan berbenturan dengan cahaya keimanannya, fitrah keagamaannya dan rasa takut kepada Allah swt. Jika terjadi proses seperti ini dalam jiwa orang tersebut, maka akan muncul kesedihan dan rasa penyesalan dalam hatinya. Keadaan jiwa seperti inilah yang justru akan mendekatkan mereka dengan Allah swt.

Bukan kemaksiatan itu sendiri yang secara langsung dapat mendekatkan pelakunya kepada Allah swt, dan seperti inilah yang dimaksud oleh Ibn Atho’ilah as-Syakandari yang ada dalam kitab al-Hikam, yang berbunyi :

“Kemaksiatan yang melahirkan rasa hina dan penyesalan lebih baik dari ketaatan yang melahirkan rasa bangga dan angkuh.” 


*Ditranskrip oleh santrijagad dari video ceramah Syaikh Said Ramadhan al-Buthi
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang