Syaikh Usamah al-Azhari: Kisah Raja Persia dan Seorang Kakek Tua

18 March 2017

Saya akan mengisahkan sebuah kisah kepada kalian semua. Sesungguhnya ahli sejarah telah meriwayatkan, bahwa sesungguhnya dahulu ada seorang raja dari persia berjalan bersama pengawal-pengawalnya melintas di hadapan seorang kakek tua yang sedang menanam sebuah bibit pohon yang tidak akan berbuah, kecuali sudah berumur seratus tahun.


Dia menghentikan rombongannya kemudian berkata kepada kakek tua tersebut, ”Sungguh apa yang kamu lakukakan sungguh sangat aneh. Saya lihat kamu sudah mendekati kematian, tapi kamu sekarang menanam bibit pohon yang tidak akan berbuah, kecuali sudah berumur seratus tahun. Tinggi benar cita-citamu.”

Lelaki tersebut merupakan seorang yang bijak dan cerdas, kemudian dia berdiiri dan menjawab pertanyaan dari raja tersebut, “Semoga Allah menghinakan keadaaan raja, sesungguhnya orang-orang sebelum kita telah menanam dan kita yang menikmati hasilnya. Dan sekarang kita yang menanam, agar hasilnya bisa dinikmati generasi setelahnya.”

“Bagus.“ sahut raja tersebut.

Sudah menjadi kebiasaan raja apabila dia mengucapkan kata “Bagus” kepada seseorang, orang itu akan diberi hadiah 1000 dirham. Maka, pengawal-pengawal raja langsung memberikan seribu dirham kepada kakek tua tersebut.

Kakek tua itupun lantas berpaling kepada raja, seraya berkata, “Semoga Allah menghinakan keadaan anda, saya melihatmu merasa susah dengan pohonku dan lamanya pohon ini berbuah. Sesungguhnya, saat ini pohon ini telah menghasilkan seratus dirham."

Lalu rajapun kembali mengatakan, ”Bagus.” Kemudian kakek tua tersebut diberi hadiah lagi seribu dirham.

Kemudian kakek tua tersebut berkata lagi, “Semoga Allah memuliakanmu. Kamu mempermasalakan lamanya buah yang dihasilkan oleh pohonku. Sesungguhnya Pohonku ini sudah panen dua kali. "

Kemudian raja kembali mengatakan, ”Bagus.” kakek tua tersebut kembali diberi hadiah seribu dirham lagi.

Akhirnya, raja berkata kepada pengawal-pengawal yang bersamanya, “Ayo berangkat! jika kita terus-menerus bersam kakek tua ini. Niscaya, tidak akan mencukupi segala perbekalan yang kita bawa untuk menghadapinya.”

Apa yang ingin saya sampaikan adalah bahwa pendahulu kita telah mewarisi peradaban kemudian kitalah yang menikmati hasilnya. Dan kita pula seharusnya menanamnya agar generasi selanjutnya bisa menikmati hasilnya.

*Ditranskrip dari video ceramah Syaikh Usamah al-Azhari 
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang