Umat Nabi Muhammad Bukan Hanya Orang Islam

12 March 2017

OLEH: MOHAMMED HOBLOS

Di seluruh penjuru yang kita huni ini ada banyak sekali penderitaan, kepedihan, penjajahan, dan kezaliman yang menimpa perikehidupan. Baik itu terhadap suku asli Aborijin di Australia, suku Indian asli Amerika, orang-orang kulit hitam asal Afrika di Eropa, orang-orang Palestina, warga Suriah, dan banyak lagi.

Saya hanya ingin mengingatkan diri saya sendiri, sekaligus Anda semua saudara-saudariku. Bahwa kita sebagai muslim semestinya tidak hanya peduli terhadap urusan kaum muslimin saja. Semestinya kepedulian kita terfokus pada isu kemanusiaan secara umum, tidak hanya kepada umat Islam saja. sebagai kaum beriman, inilah tugas kita, untuk memelihara kemanusiaan, tidak hanya menjaga diri kita sendiri.

Sangat jarang Rasulullah mendoakan untuk diri beliau sendiri. Beliau selalu mendoakan untuk seluruh umat manusia, yakni, “Ummatii.. ummatii..”

Selama bertahun-tahun saya meyakini bahwa yang dimaksud dengan umat Nabi Muhammad adalah umat Islam saja. Namun ternyata keliru. Karena setiap manusia yang datang setelah diutusnya Nabi Muhammad, adalah umat beliau. Para rasul terdahulu diutus memang untuk kaumnya saja, namun Rasulullah diutus untuk seluruh umat manusia di muka bumi sejak zaman beliau hingga hari kiamat.

Bahkan disebutkan oleh Allah di dalam Quran, “Tidaklah Aku utus engkau (wahai Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam.” Artinya, Rasulullah diutus untuk seluruh manusia di muka bumi, juga untuk alam sekitar, binatang, lingkungan, dan seluruh makhluk hidup.

Maka inilah tugas kita! Sebagai rahmat bagi alam semesta. Untuk menebarkan Islam bagi kemanusiaan, menebarkan kasih sayang bagi seluruh umat manusia. Ada pernyataan sangat bagus tentang Rasulullah, bahwa beliau diutus kepada manusia untuk mengajarkan bagaimana menjadi manusia. Mengajari bagaimana saling peduli, saling mengasihi, saling memaafkan. Inilah Islam.

Sir George Bernard Shaw ketika bicara tentang Rasulullah, ia menyatakan bahwa, Muhammad semestinya disebut sebagai penyelamat umat manusia. Jika Muhammad hidup di zaman modern ini, ia tentu bisa menyelesaikan segala masalah kemanusiaan yang sedang kita hadapi.

Inilah Islam yang menggoncang dunia. Inilah Islam yang disaksikan oleh Malcolm X ketika ia menunaikan haji. Saat ia kembali ke Amerika setelah haji, ia mengatakan bahwa Islam adalah penawar bagi segala bentuk rasisme. Islam adalah apa yang dibutuhkan Amerika saat ini.

Ini pula yang dilakukan oleh kaum muslimin di Albania pada saat umat Yahudi dibantai dalam Holocaust. Apa yang umat Islam Albania perbuat? Apakah mereka berpaling? Apakah para pengungsi  Yahudi itu diusir sebagaimana diusirnya para pengungsi Suriah saat ini? Tidak. Bayangkan para pengungsi itu tak punya tempat untuk tinggal, tak ada makanan untuk bertahan. Maka kaum muslimin Albania menyambut pengungsi Yahudi ini, merawat mereka dengan baik.

Inilah Islam, inilah bagaimana seharusnya orang beriman bertindak. Yakni berbuat baik tidak hanya untuk diri sendiri, golongan sendiri, kaum sendiri, melainkan untuk kemanusiaan, untuk seluruh umat manusia yang membutuhkan.

Saya percaya bahwa kebencian dan ketidakpedulian adalah hal yang membuat kita terpenjara dalam situasi buruk saat ini. Serta hanyalah pemahaman dan cintalah yang bisa membebaskan kita darinya. Jika kita tak segera menyadarinya dan bertindak, maka kita tak akan melihat adanya perubahan keadaan dalam waktu dekat.

*Ditranskrip dan diterjemahkan oleh Santrijagad dari Living Islam & One Path, sebuah program dakwah Islam inklusif asuhan Mohammed Hoblos yang berpusat di Australia. Sumber: OnePath
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang