Gus Maksum: Pergaulan Anak Harus Diawasi

13 April 2017

Kita semua tidak akan pernah lepas dari sabda Nabi:

كلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته

“Setiap dari kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban.”  
\
Dan anda sekalian adalah pemimpin, pemimpin bagi keluarga kalian sendiri. Sejauh mana anda sekalian mendidik anak dan sejauh anda sekalian memimpin anak, kelak di akhirat, akan dimintai pertanggungjawaban.

Padahal, setiap anak itu terlahir dalam keadaan Iman, bagaimana cara mendidik orangtuanyalah yang menjadikan anak tersebut Yahudi, Nasrani, hindu, buddha dan sebagainya. Dan juga, anak merupakan tabungan kita kelak, di akherat. 

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ



"Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” 


Sedekah jariyyah, seperti misalnya anda sekalian membantu pembangunan madrasah dan membantu pendidikan islam. Hal seperti itu akan membuat anda sekalian mendapat kiriman pahala meskipun anda sekalian sudah meninggal dunia. Ilmu yang bermanfaat, misalnya anda sekalian mengajari al-Qur’an, sampai 600 tahun setelah anda sekalian meninggal dunia, anda sekalian masih akan mendapatkan kiriman pahala.

Anak sholeh yang mendoakan orang tuanya, seorang anak tidak akan mungkin bisa menjadi anak yang sholeh kalau tidak diajarkan mengaji ( menuntut Ilmu), selain itu juga, pergaulan anak harus bener-bener dijaga dan berkumpulnya anak dengan siapa saja harus diawasi. Ada sebuah perkataan dari seorang filsuf islam, “Berkumpulnya orang-orang baik dengan orang-orang yang jahat itu bagaikan bara yang dibenamkan ke dalam abu, bukan abu-nya yang ikut menyala akan tetapi bara-nya yang akan padam.” Bukan yang jelek yang akan mengikuti yang baik, tetapi yang baiklah yang akan mengikuti yang jelek. Oleh karena itu, harus sangat berhati-hati.

Mbah sepuh Lirboyo itu, suatu kali pada saat zaman babat alas pondok lirboyo, ada seorang anak dari desa-bukan santri-yang bermain di halaman rumah Mbah sepuh, kemudian bercampur dengan putra dari mbah sepuh. Melihat itu, Mbah Sepuh memanggil anak tersebut, anak tersebut diberi uang. kemudian Mbah sepuh berkata, “Sana pulang ke rumahmu,  kamu dicari orang tuamu.”Tidak boleh bercampur dengan putera-puteranya. Saya mendapatkan cerita ini dari Ibu saya.

Karena begitu besarnya pengaruh pergaulan, maka harus bener-bener diawasi. Kalau memang yang di ajak kumpul itu yang baik, maka akan bertambah kebaikannya, kalau yang jelek harus segera dipisahkan.

*Ditranskrip dari video ceramah Gus Maksum



Share on :

1 comment:

  1. Hal-hal seperti ini yang wajib diketahui oleh orang tua maupun pemuda/i yang akan menjalani rumah tangga. sangat bermanfaat

    ReplyDelete

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang