Habib Abu Bakar al-Adni: Perdebatan adalah Jebakan Iblis

10 April 2017

Wahai saudaraku, wahai anak-anakku, tahukah kalian? apabila salah seorang dari kalian merasa sakit, apabila kalian merasa sakit di perut kalian, apabila kepala kalian terasa pusing akibat kelelahan dan keletihan sampai ke kedua mata kalian. Apa yang akan kalian lakukan? Kalian akan mencari tahu tentang obat penyembuhnya. Dimana obat penyembuhnya ? ada di klinik. Obat penyembuhnya ada di dokter. Kemudian kalian bertemu seorang dokter kalian akan merasa lega, dikarenakan seorang dokter mempunyai keahlian. Begitu pun seharusnya ketika kalian memasuki Masjid, datang dan melaksanakan ibadah sholat. Ataupun datang ke majelis dzikir dan majelis ta’lim. Apa yang tergambar dalam benak kalian? pertama, kalian harus mengenal terlebih dahulu siapa yang mengatur ini semua, dan siapakah yang mengajak kami (ulama) kepada kalian. Demi Allah, kami (Ulama) mau bertanggungjawab untuk manusia. Untuk membangunkan kalian dari tidur dan istirahat kalian. Adakah hal seperti itu merupakan sesuatu hal yang wajib bagi kami untuk membangunkan kalian dari waktu tidur dan istirahat kalian? Apakah itu sebuah hal yang lazim?

Apabila kalian ingin meninggal dunia dengan keadaan khusnul khotimah, apabila kalian ingin meninggal dunia dengan membawa kalimah Laa ila ha illallah dan kalian mengangkat kepala kalian di dunia dan akhirat. Kalian harus bersabar dengan orang-orang yang membangunkan kalian dari waktu istirahat kalian, bersabar dengan orang-orang yang mengawasi kalian, bersabar dengan perkataan-perkataan yang menyakitkan hati. yang mana itu semua berkebalikan dengan pandangan kalian dan gaya hidup kalian di rumah dan lingkungan kalian.

Dengarkanlah apa yang akan kami sampaikan, kami tunjukkan kepada kalian karana kami adalah peninggalan terakhir. Jika kalian sadari, Firman Allah yang berbunyi:

“Sesungguhnya yang demikian itu, tidak ada keraguan lagi bagi siapa saja yang mempunyai hati dan mendengar dengan sungguh-sungguh.”

Sesungguhnya kalian semua dalam kelalain, apabila ada seorang yang menegur, kalian abaikan. Apabila kami ajarkan Fiqh Tahawwulat kepada kalian, kalian tidak paham. Kami berteriak-teriak diatas mimbar tidak ada orang yang paham, kami duduk bersama pemerintah dan masyarakat, mereka tidak paham juga. Jadi kami harus bagaimana lagi? Sabda Nabi, “Hendaklah kalian ketika itu (zaman fitnah), menjaga diri masing-masing dan tinggalkan urusan orang lain.” Apakah engkau mau membuang-buang energimu untuk orang-orang yang seperti itu ? tenang saja, kalian punya Sang Pencipta Alam. Dia-lah yang maha mengetahui kemuliaan kalian seperti orang-orang terdahulu. Semua manusia akan binasa, tinggalkan orang-orang semacam itu. Biarkanlah mereka dengan kelalain mereka. Perkataan ini akan membuahkan manfaat di kemudian hari, dengarkanlah! Arbitah akan tetap ada, kami akan tetap menjaga perkara yang kecil ini, yang membuat kami merasa tenang dan mengingatkan kami pada jalan yang ditempuh kaum Shalihin terdahulu. Siapakah kaum shalihin itu?

Lihat dalam al-Qur’an siapa kaum sholihin itu, adakah pada dunia sekarang seperti yang kalian inginkan? firman Allah, “Hamba-hamba Allah yang Rahman adalah ia yang berjalan diatas bumi dengan tenang dan beradab, dan apabila ada orang bodoh berkata-kata di hadapan mereka, apa yang mereka jawab ? mereka akan menjawab dengan perkataan yang selamat, dan mereka itu orang yang tekun dalam melaksanakan ibadah, kepada Tuhan mereka dengan sujud dan berdiri, dan mereka juga berdoa, “Wahai Tuhan kami, jauhkanlah adzab neraka jahannam dari kami, sesungguhnya adzab-Nya sangatlah pedih, dan sesungguhnya neraka jahannam itu tempat menetap dan tempat tinggal yang sangat buruk. Dan mereka adalah orang yang apabila membelanjakan hartanya tidak melampaui batas dan tidak pula bakhil. Mereka membelanjakan hartanya dengan benar dan mereka adalah orang-orang yang tidak menyembah selain Allah.

Apabila ada orang yang menuduh kita sebagai musyrikin (ahli syirik), maka berdoalah semoga Allah memberi hidayah kepada mereka. Itu saja sudah cukup! Apa makna doa semoga Allah memberi hidayah kepada mereka?
Karena selain dari itu tidak akan ada penyelesaiannya. Adu pendapat dan berdebat tidak ada gunanya, buang semua waktu untuk berdebat. Seseorang mempertahankan Maulid, seorang lagi menyesatkannya. Seseorang mempertahankan ziarah kubur, seorang lagi menyesatkannya. Semua itu permainan iblis yang menyebabkan berhentinya masalah-masalah yang lebih penting karena disebabkan rayuan syaitan kepada umat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Jika kalian sensitif dan mampu memahami apa yang dibicarakan para ulama salafunas shalih, maka sesungguhnya tidak ada satupun dari mereka yang mengajak kepada pertikaian dan perpecahan.

Kami tidak mau kalian merasa dengki walau sebesar biji dzarrah dengan siapapun yang beragama Islam meskipun berbeda pemahaman. Meski kadang banyak berbeda pemahaman, kami tidak pernah sedikitpun dengki kepada sesama muslim yang mendirikan sholat, akan tetapi kami akan sangat sedih apabila melihat orang Islam yang meninggalkan sholat.

Ketika kami melihat orang yang berbicara atas nama orang alim untuk mencaci orang lain, ketika kami melihat orang berbicara atas nama agama untuk tujuan membuat konflik (perpecahan) kepada umat, perkara yang seperti inilah yang menyesakkan nafas kami.

Ketahuilah para masyayikh dan orang-orang alim tidak membuang nafas-nafas mereka melainkan hanya untuk mengingatkan kami kepada Allah, Rasulullah, dan para sahabat.[zq]

*Sumber: transkrip video Youtube


Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2016 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang