Syaikh Said Ramadhan al-Buthi: Apa yang Paling Dekat dengan Kalian?

4 April 2017

Saya mempunyai beberapa baris kalimat yang telah saya tulis di buku saya. Judul baris-baris kalimat tersebut adalah, “Munajat Hati Yang Remuk.” Di dalam tulisan tersebut saya mengatakan, “Wahai Tuhanku, mereka bertanya tentang wujud-Mu. Aku katakan kepada mereka, “Kapanpun kalian mengenali diri kalian, kalian akan menyaksikan-Nya. Jika bukan karena kesesatan dari jati diri kalian, niscaya kalian tidak akan pernah kehilangan-Nya.“

Sungguh, orang yang terkagum-kagum melihat keindahan alam semesta dengan menggunakan kacamata, tidak akan pernah melihat kacamata yang sedang dia pakai. Bagaimanapun dia mengarahkan kedua bola matanya, baik ke kanan atau ke kiri, tetap saja tidak akan pernah bisa melihat kacamata yang dia pakai sendiri. Kecuali, jika dia kembali pada dirinya sehingga dia dapat merasakan keberadaan kacamata yang terpasang pada kedua matanya. Bukankah perkataan ini adalah sebuah perkataan yang Ilmiah, wahai saudaraku?

Ini adalah permisalan bagi Allah swt, Tuhan dan Sang Pencinta semua makhluk, yang karena-Nya-lah kedua mata saya bisa melihat banyak hal. Hakikatnya, saya bisa melihat itu bukan karena lensa mata yang ada di mata saya, melainkan saya bisa melihat karena perantaraan cahaya yang ada pada lensa mata. Kemudian muncul pertanyaan, dari mana asal cahaya yang ada pada lensa mata tersebut ? Cahaya tersebut berasal dari Allah swt.  

Dalam al-Qur'an Allah ber-Firman, “Allahu nur al-samawati wa al-ardhi.” 

Maka dengan cahaya Allah saya bisa melihat segala sesuatu. Adapun kedua mata kita hanyalah sebagai tempat untuk menampung cahaya Allah. Oleh karena itu, lewat (pertolongan) Allah-lah, saya dapat melihat bintang-bintang, bulan, langit, orang-orang sekitar, buku dan sebagainya.

Tapi, apakah saya bisa melihat cahaya (cahaya Allah) yang dengannya-lah saya bisa melihat? Tentu saja tidak. Sama persis, seperti saya tidak bisa melihat kacamata yang dengannya saya bisa melihat sesuatu. 

Seandainya kalian dapat memandang Allah di hadapan kalian, niscaya pandangan kalian kepada Allah akan menjadi penghalang (hijab) bagi penglihatan kalian terhadap semua yang ada. Ini adalah sebuah kenyataan yang jelas dan telah kita diketahui.

Apa yang paling dekat dengan kalian? Allah swt. (jangan membayangkan ini adalah kedekatan secara fisik, Na’udzubillah). Sebab, dengan kuasa-Nya lah kalian bisa bergerak, kuasa-Nya sangat dekat dengan kalian dan ada dalam diri kalian, dengan Cahaya-Nya lah kalian bisa melihat, dengan kemurahan-Nya lah kalian bisa mendengar, dengan kemurahan-Nya lah kalian bisa berbicara dan dengan cahaya-Nya pula kalian bisa memahami dan menyadari.

Jadi, setelah kalian memahami perkataan ini menurut kalian apa yang paling dekat dengan kalian? apakah ada yang lebih dekat dengan diri kalian sendiri selain Tuhan kalian? Tidak ada, sama sekali. 

Tapi, apakah dengan itu berarti kalian harus bisa melihat-Nya ? tidak. Karena, jarak yang terlalu dekat merupakan penghalang (Hijab) bagi kalian. 

*Ditranskrip oleh santrijagad dari video ceramah Syaikh Said Ramadhan Al-Buthi
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang