Ingin Poligami Karena Sunnah? Silakan, Tapi Baca Ini Dulu!

20 September 2017

OLEH: HASSAN NAZIMI

Poligami (menikah dengan banyak istri) menjadi tema yang ramai dibahas ketika berbicara tentang Islam dan Sunnah. Entah dalam obrolan tegang antara suami istri, diskusi ringan aktivis muslim kampus, atau kalangan awam di media sosial. Namun ada beberapa hal yang perlu kita pahami tentang poligami yang dipraktekkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan merupakan sunnah beliau. Yaitu;



1. Rasulullah tetap bermonogami (menikah hanya dengan satu istri) selama 25 tahun. Beliau berpoligami setelah istri pertama wafat.

Pernikahan Rasulullah pertama kali adalah dengan sayyidah Khadijah radhiyallahu ‘anha. Bersamanya, Sang Nabi berrumah tangga selama 25 tahun lamanya. Setalah istri pertama ini wafat, beliau baru menikah dengan wanita lain. Meski demikian, beliau selalu terkenang dengan almarhumah istri pertamanya itu, selalu menjalin hubungan baik dengan siapapun yang pernah berkunjung di masa-masa hidup Khadijah. Kehidupan rumah tangga Rasulullah dengan Khadijah merupakan salah satu cerminan pernikahan yang romantis dalam sejarah.

2. Rasulullah menikahi janda.

Sebagian besar istri-istri Rasulullah adalah janda. Delapan dari tiga belas istri beliau pernah menikah sebelumnya. Khadijah sudah pernah menikah dua kali sebelum dinikahi Rasulullah. Jadi, menikahi janda adalah sunnah Rasulullah. Kalau sampai menganggap janda lebih rendah atau kurang daripada wanita yang belum menikah, maka itu bukan sunnah Rasulullah, melainkan aturan setan.

3. Rasulullah menikahi wanita yang umurnya 15 tahun lebih tua.

Khadijah berusia 40 tahun saat menikah dengan Rasulullah yang berusia 25 tahun. Memang jarak usia yang tidak begitu jauh, namun tetap penting untuk digarisbawahi. Coba, kapan terakhir kali Anda menghadiri pernikahan pasangan muslim, yang pengantin wanitanya lebih tua 15 tahun dari mempelai pria? Atau mungkin Anda penasaran: apa yang akan dikatakan orang tuaku jika aku bilang ingin menikahi wanita yang 15 tahun lebih tua dariku? Apakah mungkin orang tuaku akan meanggapi dengan ucapan; “Masya Allah, bagus sekali, itu sunnah!” ataukah justru menganggapnya sebagai masalah?

4. Rasulullah menikahi seorang janda tua dengan lima anak dari pernikahan sebelumnya.

Sebelum menikah dengan Sang Nabi, Saudah binti Zam’ah telah memiliki lima atau enam anak dari pernikahan sebelumya. Saat kabar pernikahan itu menyebar, warga Mekah terkejut mendengar berita bahwa Muhammad akan menikahi wanita yang tidak lagi muda dan tak cantik pula. Namun Rasulullah sangat menghargai bagaimana Saudah menjalani berbagai rintangan untuk berhijrah ke Habasyah demi menyelamatkan iman.

5. Rasulullah menikahi wanita kaya yang merupakan wirausahawati berpengalaman.

Istri pertama Rasulullah, Khadijah, adakah wirausahawati top bertaraf internasional kala itu. Bahkan Muhammad muda awalnya bekerja sebagai karyawannya. Dan asal tahu saja, Khadijah-lah yang melamar Rasulullah untuk dinikahi. Usaha yang sudah dijalani pun dikelola bersama. Di kemudian hari, kekayaan Khadijah menjadi penyokong dalam dakwah Rasulullah. Tentu saja fakta ini sangat berbeda dengan stereotype kita saat ini, tentang lelaki mapan melamar gadis muda yang sedang meniti karir, kemudian menikah dan sangat sekuler dalam urusan nafkah.

6. Rasulullah menikahi wanita Ahlul Kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani.

Tiga istri Rasulullah adalah ahlul kitab. Dua di antaranya adalah Yahudi, yakni Raihanah binti Zaid dan Safiyah binti Huyay. Ini fakta yang berlaku saat itu. Bahkan ketika Safiyah mendapat perlakuan buruk sebab bisikan-biskan antisemit, Rasulullah mengajari istrinya itu untuk menanggapi, “Harun adalah bapakku, Musa adalah pamanku, dan Muhammad adalah suamiku!” Sedangkan istri Rasulullah yang beragama Nasrani adalah Mariyah al-Qibtiyah yang berasal dari Mesir. Rasulullah bersabda kepada para sahabat, “Perlakukan penduduknya (Mesir) dengan baik. Di situ ada tanggung jawab kalian sebab pertalian darah melalui pernikahan.”

Itulah beberapa sunnah dalam poligami yang Rasulullah praktekkan. Bagaimana? Susah ditiru? Kalau memang tak sanggup, bagaimana bila Anda coba melaksanakan tiga sunnah berikut ini saja, yang semuanya diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, dan bisa Anda praktekkan cukup dengan satu istri, yaitu: ikut melakukan pekerjaan rumah tangga, mencuci baju sendiri, dan menyiapkan makanan sendiri. Itu juga sunnah!

*Diterjemahkan oleh Santrijagad dari The Muslim Vibe
Share on :
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013-2017 Santrijagad
Didukung Oleh: Santri Foundation | Motto: Mengakar dan Merindang